Karawang Jadi Tujuan Gelandang dan Pengemis - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Karawang Jadi Tujuan Gelandang dan Pengemis

Karawang Jadi Tujuan Gelandang dan Pengemis

Written By Mang Raka on Sabtu, 30 April 2016 | 14.30.00

TELAGASARI, RAKA - Semakin maraknya eksploitasi anak di jalanan, mengemis, mengamen dan menggelandang semakin membuat resah masyarakat. Razia Dinas sosial dan Pol PP dianggap tidak cukup sebatas menangkapi dan membina tetapi juga diminta mencari dalang utama gelandangan ini beraksi.
Rian Khikhayatullah aktivis Himpunan Mahasiswa Islam asal Telagasari mengatakan dirinya miris melihat para pengemis dan gelandangan di berbagai media elektronik. Apalagi rata-rata dari mereka usia di bawah umur. Yang lebih memprihatinkan, saat disisir lebih jauh, ada dalang diantara para pengemis dan gelandangan tersebut.
Bahkan, otaknya seringkali diduga melakukan jual beli anak. Untuk itu, mengevakuasi anak jalanan, pengamen, pengemis dan gelandangan tidak cukup sebatas pembinaan, tanpa mencari asal muasal, motif dan dalang utamanya yang menggerakan aksi-aksi mereka. "Dinsos teh pada kemana? gelandangan dan pengemis kok makin subur di kota, jangan-jangan ditangkap lepas-tangkap lepas terus," kata dia menduga.
Ceper, begitu dia akrab disapa, menambahkan bupati-wakil bupati harus bisa mengakomodir para pengemis untuk difasilitasi pulang ke kampung halamannya. Atas dasar itu tambahnya, bukan saja Dinsos dan Satpol PP yang harus bergerak, tetapi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) juga harus intensif memberikan pembinaan, agar perilaku dan mental mengemis di usia anak-anak bahkan dewasa sekalipun sangat tidak dibenarkan. "Saya khawatir anak-anak di kota itu banyak yang dieksploitasi, maka bukan dinsos saja tugasnya, KPAI juga harus intensif," ungkap dia.
Faktor keterbelakangan ekonomi atau keluarga sekalipun tambah Rian, tidak jadi pembenaran untuk menyuburkan mental mengemis. Karenanya, Pemkab diminta sadar diri, Karawang sebagai kota megapolitan yang kian modern, bukan saja diburu pengusaha dan tenaga kerja luar, tetapi juga para gelandangan yang semakin terhimpit ekonominya. Desa terusnya, harus kontinyu membentengi mental masyarakat untuk tidak menjadikan mengemis dan mengamen sebagai mata pencaharian.
Ia berharap, porsi anggaran Pemkab untuk Dinsos bisa difokuskan untuk mengentaskan problematika gelandangan dengan menyetop kegiatannya di sudut-sudut kota dan mengembalikannya ke kampung halaman. Karena, selama ini nyaris setiap bulan, penanganan pengemis dan gelandangan hanya lewat imbauan. Sementara nasyarakat dan pengendara di kota butuh kenyamanan. Karenanya, perlu bukti konkrit dari Pemkab Karawang menangani masalah sosial ini. (fah)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template