Kades Duren Tutup Majelis Taklim - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kades Duren Tutup Majelis Taklim

Kades Duren Tutup Majelis Taklim

Written By Mang Raka on Selasa, 26 April 2016 | 17.02.00

KLARI, RAKA - Setelah tiga kali menjadi lokasi penggerebekan polisi karena ada warganya yang menjadi teroris hingga memiliki senjata perang, akhirnya Kepala Desa Duren, Kecamatan Klari, Abdul Halim mulai bereaksi dengan membubarkan pengajian yang dianggap mencurigakan.
Seperti yang dialami kelompok pengajian di Taman Kanak-kanak Ibnu Umar, Perumahan Puri Kosambi I Blok D.D. Setelah mendapat laporan dari warga, Halim akhirnya menutup pengajian yang sudah berlangsung selama tiga tahun tersebut. Meski begitu, Halim masih mempersilahkan TK tersebut tetap menggelar kegiatan seperti biasanya, karena lembaga sekolah itu memiliki izin serta tidak mengundang kecurigaan. "Warga resah. Pengajian itu juga tidak memiliki izin dari RT dan RW setempat," tuturnya kepada Radar Karawang, Senin (25/4) kemarin.
Ia melanjutkan, penutupan pengajian itu tidak dilakukannya secara sepihak, tapi setelah dikumpulkannya ketua RT, RW serta pimpinan majelis Ibnu Umar. Dalam pengakuannya, kata Halim, mereka mengaku tidak melakukan kegiatan aneh-aneh, hanya sekelompok laki-laki yang menggelar arisan. Tapi yang menjadi keanehan, kata Halim, kelompok tersebut ternyata tertutup bagi warga setempat, tapi diisi oleh warga di luar daerah. "Saya tidak ingin kecolongan untuk kesekian kalinya. Lokasi pengajiannya pun dekat dengan tempat penggerebekan pemilik uang palsu kemarin," ujarnya.
Yuni, warga Perumahan Puri Kosambi I, Blok T.T, yang tinggal bersebelahan dengan lokasi pengajian Ibnu Umar mengatakan, selama ini sudah hampir 3 tahun pengajian tertutup itu selain meresahkan juga mencurigakan. Terlebih saat ada insiden penggerebekan tersangka penipuan uang dolar, sekaligus pemilik senjata perang. "Selama tiga tahun mereka tidak pernah mengajak warga di sini," terangnya.
Ketua MUI Kabupaten Karawang KH Tajudin Nur mengatakan, jika ditemukan ajaran yang tidak sesuai dengan syariah harus diawasi. Warga diminta segera melapor ke pihak desa hingga kepolisian. "Teroris itu pahamnya tidak akan mati. Harus cepat dilaporkan jika lihat yang mencurigakan," tuturnya. (cr1)
Berbagi Artikel :

1 komentar:

  1. Assalamualaikum wr wb
    Sy Usep Triyono warga Karawang asli, tinggal di daerah pasar kosambi.

    Sy sangat prihatin dg kondisi mesjid jami Al-Jihad yg sangat luas dan posisi sngt strategis disamping jalan provinsi keadaan nya sangat kotor. Baik pada jendela2 kusen maupun lantai yg banyak kotoran. Dan pada bagian tempat wudlu sepertinya sngt tidak layak kebersihannya untuk pasilitas mesjid.
    Banyak yg pada tiduran dg pakaian kotor dan bukan untuk beribadah

    Mohon kpada yg berwenang dg mesjid Al-Jihad atau masyarakat sekitarnya untuk memeliharanya.

    Salam hangat
    Usep Triyono
    Karawang

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template