Kades Dipilih Lewat Musyawarah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Kades Dipilih Lewat Musyawarah

Kades Dipilih Lewat Musyawarah

Written By Mang Raka on Rabu, 20 April 2016 | 17.46.00

-Bakal Diuji Coba di Sukaratu

KARAWANG, RAKA - Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Karawang menyodorkan cara pemilihan kepala desa melalui musyawarah, bukan pemilihan biasa yang kerap dilakukan dengan cara pemilihan langsung.
Namun, tidak semua desa bisa menggelar pilkades semacam ini. Karena Undang-undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa hanya mensyaratkan pilkades melalui musyawarah desa (musdes) khusus desa yang kadesnya diberhentikan, mundur atau meninggal dunia lebih dari satu tahun sisa jabatannya. "Sehingga kades yang terpilih dalam musdes, masa jabatannya sampai dengan kades yang sebelumnya berakhir. Atau istilah lain adalah pergantian antarwaktu dan bukan dari 0-6 tahun," ujar Kabid Pemerintahan Desa BPMPD Karawang Budiman Achmad kepada Radar Karawang, kemarin.
Ia melanjutkan, jika ingin menggelar musdes, maka pejabat sementara (Pjs) kades harus mempersiapkan segala sesuatunya, termasuk berkordinasi dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) untuk menyusun kepanitiaan desa. "Jika syaratnya tidak terpenuhi, maka desa tetap menggelar pilkades raya," ungkapnya.
Menurut Budiman Desa Sukaratu di Kecamatan Cilebar bisa menjadi percontohan, karena kadesnya yang baru berkuasa dua bulan meninggal dunia. Saat ini, kursi kades tersebut dijabat Pjs dari PNS, yang idealnya sudah menyusun kepanitiaan musdes dengan BPD. Nantinya para pemilih kades diambil dari semua perangkat desa hingga Linmas, dan perwakilan tokoh di masing-masing dusun seperti tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan, tokoh tani hingga tokoh lainnya yang diatur dalam peraturan bupati. "Bisa aklamasi atau juga melalui voting, tergantung kesepakatan forum," tandasnya.
Meski begitu, hingga saat ini Pjs Kades Sukaratu dan BPD cenderung tidak merestui pilkades dengan cara musdes. Hal itu bisa dilihat dari tidak dimasukannya plotting anggaran musdes dalam APBDes 2016. "Dilihat dari gelagatnya memang belum bisa digelar," ungkapnya.
Anggota Komisi A DPRD Karawang, Asep Saefudin Zukhri mengatakan, meski lebih efisien dari segi biaya, tapi pilkades dengan cara musdes juga tidak kalah rawan dibanding cara konvensional. Pasalnya, kriteria tokoh yang akan menjadi pemilih dalam musdes itu masih abu-abu. "Kalau bupati dipilih DPRD itu jelas pemilihnya dari legislatif, meskipun tanpa kriteria. Tapi di desa istilah musyawarah tetapi memilih pimpinan juga," katanya.
Jika melihat karakter masyarakat Karawang, saran dewan asal Partai Gerindra ini, formulasi Perbup pilkades melalui musdes ini harus detail dan mengakomodir semua kepentingan. Berbeda dengan Purwakarta yang berhasil menggelar pilkades lewat musdes, karena karakter masyarakatnya yang guyub. "Kita lihat nanti coba dalam perbup. Kalau bicara efisien OK, tapi kalau kerawanan ini sama rawannya melihat karakter orang Karawang mah," ungkapnya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template