Jalan Kosambi Ditanami Pohon Pisang - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Jalan Kosambi Ditanami Pohon Pisang

Jalan Kosambi Ditanami Pohon Pisang

Written By Mang Raka on Selasa, 12 April 2016 | 12.30.00

*Kades Belendung: Jalan itu bukan Wilayah Kerja desa

KLARI, RAKA  - Warga Dusun Cirejag, Desa Belendung, menanami Jalan Raya Kosambi dengan pohon pisang dan pepaya. Aksi itu mereka lakukan sebagai bentuk kekesalan terhadap pemerintah daerah yang tak kunjung membetulkan jalan rusak di daerahnya.

"Kami sudah cukup kesal dengan jalan yang sudah hampir satu tahun ini belum juga diperbaiki. Padahal  sering sekali pengendara motor celaka karena melintasi jalan ini," kata H. Udin, pemilik toko di Dusun Cirejag, Senin (11/4). Dia mengungkapkan alasan warga menanami jalan-jalan berlubang dan berkeroak itu dengan pohon pisang dan pepaya.
Menurutnya, aksi menanami jalan berlubang dan berkeroak dengan pohon pisang dan pepaya dilakukan warga Minggu (10/4) malam. Itu menjadi salah satu bentuk kekecewaan warga terhadap pemerintah daerah yang seolah-olah melupakan kondisi infrastruktur jalan yang berada di wilayah pedesaan. Pohon-pohon itu sendiri ditanam dengan tujuan untuk menarik perhatian Dinas Bina Marga dan Pengairan agar datang ke lokasi. "Padahal kami selalu bayar pajak tapi fasilitas jalan raya yang diberikan pemerintah daerah kurang baik," terangnya.
Masih dikatakan dia, kerusakan jalan utama Desa Belendung, sudah  hampir satu tahun, akan tetapi, sampai saat ini belum juga terlihat ada tindakan dari Pemerintah Daerah untuk melakukan perbaikan. "Sudah hampir satu tahun kerusakannya, tapi pemerintah daerah belum juga melakukan perbaikan," papar udin.
Tokoh masyarakat ini tidak menampik jika petugas Dinas Bina Marga melakukan pengukuran jalan. Namun, hanya sebatas pengecekan saja. "Enam bulan lalu sempat ada yang mengukur jalan ini. Katanya, akan dilakukan perbaikan tapi nyatanya, sampai sekarang belum ada lagi kelanjutannya," katanya.  
Selain itu, sambung dia, tidak sedikit pengendara motor yang celaka setelah melintasi jalan rusak tersebut. Hal itu dikarenakan jalan yang berlubang dan berkeroak sudah sangat parah kondisinya. "Sering sekali pengendara motor terjatuh dan celaka, walaupun sampai saat ini belum ada yang meninggal tapi bukan tidak mungkin kalau tidak segera diperbaiki akan ada korban jiwa," katanya.
Karena itu, dengan melihat penanaman pohon pisang yang menjadi salah satu bentuk kekecewaan warga cirejag, nantinya pemerintah daerah bisa berlaku adil kepada masyarakat yang berada di pedesaan. "Harapannya, pemerintah secepatnya, melakukan perbaikan untuk jalan utama Desa Belendung, agar nantinya tidak ada lagi korban kecelakaan jalan berlubang," katanya.
Sementara Kades Belendung Walim, mengatakan, jalan rusak yang ditanami warganya dengan pohon pisang dan pepaya bukan wilayah kerja pemerintah desa. Wilayah kerja desa hanya untuk status jalan perkampungan. "Jalan itu bukan wilayah kerja desa. Jadi bukan suatu hal yang menjadi urusan desa. Jalan itu menjadi tanggung jawab pemerintah dearah. Pemerintah desa hanya memperbaiki jalan di gang-gang saja," katanya.
Disinggung ancaman boikot yang dilakukan warganya, Walim mengaku itu hak warganya. Malah dia mempersilahkan jika memang itu benar-benar dilakukan warganya. "Untuk jalan utama itu bukan urusan bagian desa, jadi warga mau melakukan apapun juga silahkan saja. Karena kami hanya akan mengurusi bagian wilayah kerja kami saja di infrastruktur jalan yang menjadi tugasnya desa," pungkasnya. (cr1)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template