Jaka Menolak Dikasihani Meski Cacat - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Jaka Menolak Dikasihani Meski Cacat

Jaka Menolak Dikasihani Meski Cacat

Written By Mang Raka on Senin, 18 April 2016 | 15.00.00

TEGALWARU,RAKA - Walaupun diberikan kekurangan memiliki kaki cacat akan tetapi tidak menyurutkan semangatnya untuk tetap bertahan mencari rezeki halal. Itulah yang dilakukan Jaka Jaka (30) warga Kampung Legok Kotok, Desa Mekarbuana ini.  Ia menjadi tukang pijat refleksi untuk membiayai hidup istri dan anak-anaknya.

Dengan dua orang anak, membuatnya harus bisa berjuang walaupun dengan keterbatasannya, akan tetapi masa depan anak-anaknya lah yang memaksa dan bagaimana bisa memberikan yang terbaik untuk mereka dan tidak harus berpangku tangan dan malah mengharapkan belas kasihan dari orang lain. Maka mencoba mengais rezeki dengan menjadi tukang pijat keliling dan refleksi hingga ke pelosok-pelosok serta hasilnya pun cukup lumayan membantu perekonomian keluarganya.
Dijelaskan Jaka (41), Minggu (17/4), dirinya tidak merasa patah arang dan malah tidak mau berjuang, bahkan dengan adanya anak-anak di rumah menjadi pemicu semangatnya agar tetap bertahan dan bisa memberikan yang terbaik agar anak-anaknya bisa lebih baik lagi ke depannya. "Saya tidak malu dengan kekurangan juga profesi saya karena malah membuat saya semakin bersemangat agar anak-anak saya bisa hidup lebih baik dan bisa mengecap pendidikan yang lebih tinggi dari saya," paparnya.
Nia (30) istri Jaka mengungkapkan, dirinya bangga mempunyai suami yang gigih dan tidak pantang menyerah dalam menghadapi kehidupan. Sementara yang menjadi orientasi nya adalah pendidikan untuk anak-anaknya agar lebih baik hingga dapat meraih cita-cita. "Saya merasa bahagia dan memiliki suami yang utuh tanpa ada kekurangan walaupun fisik nya betul diberikan kekurangan tetapi semangat agar tetap menghidupi penglayakan bagi saya dan anak-anak lengkap dan utuh," ceritanya.
Sementara, Ujang Rustam (50) tetangganya membenarkan Jaka adalah seorang lelaki yang gigih dengan kekurangan tanpa menyerah bisa bergelut dengan waktu demi mendapatkan peluang dan usaha hingga memberikan kehidupan yang layak bagi keluarganya. "Selain menjadi tukang pijat refleksi dan mempunyai binatang ternak juga sebagai pengelola dan pekerja perbaikan pipa air dan mengatur lalu lintas air yang sekarang mengaliri warga-warga. Bahkan lebih aktif dan terlihat tidak ada wajah lelah dan merasa minta dikasihani orang lain, dirinya itu tidak mau, makanya saya bangga punya tetangga seperti dia," tuturnya. (yfn)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template