Irigasi Banyusari Dijuluki Kali Porno - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Irigasi Banyusari Dijuluki Kali Porno

Irigasi Banyusari Dijuluki Kali Porno

Written By Mang Raka on Selasa, 12 April 2016 | 14.00.00

BANYUSARI, RAKA- Ada yang tak biasa dengan sebutan salah satu irigasi di Banyusari. Masyarakat biasa menyebut saluran irigasi yang melintasi sepanjang areal pesawahan Banyusari ini dengan sebutan Kali Porno. Julukan ini muncul karena seringnya irigasi ini digunakan warga untuk mandi, cuci, kakus (MCK).
Meski demikian, sebutan Kali Porno saat ini sudah mulai jarang digunakan, seiring dengan berkurangnya warga yang membuat MCK di irigasi ini. Terutama sejak tahun 2015, karena adanya penyuluhan secara terus-menerus oleh pihak kecamatan, desa termasuk pihak UPTD Puskesmas yang ada di Banyusari. "Dulu disebutnya Kali Porno. Karena memang banyak warga yang mandi, nyuci dan buang air di irigasi ini. Tapi sekarang sudah mulai berkurang. Sebutan itu juga sudah mulai hilang," jelas Sekcam Banyusari, Baehaqi, kepada Radar Karawang, Senin (11/4).
Dia menjelaskan, kalau dulu setiap jam-jam mandi selalu ramai, seperti pagi dan sore hari. Warga mulai dari orang dewasa sampai anak-anak turun ke irigasi untuk mandi. Tapi seiring dengan berjalannya waktu dan terus diberikan penyuluhan akan ancaman kesehatan, hanya tinggal orangtua saja yang belum bisa diubah kebiasaan mandi di irigasi. "Kalau orangtua, susah yah merubahnya. Mereka masih tetap MCK di irigasi. Tapi kalau yang muda-muda sudah merasa malu. Terus merasa ingin sehat juga," jelasnya.
Pantauan Radar Karawang, disepanjang irigasi Banyusari mulai dari perempatan irigasi Gempol sampai depan Kecamatan Banyusari ada sekitar 11 tempat buang air besar yang masih berbaris. Hal itu menunjukan bahwa BAB di irigasi masih kerap dilakukan oleh warga. "Tidak bisa dipungkiri yah. Memang masih ada. Tapi sedikit-sedikit akan hilang," ujarnya.
Kepala UPTD Puskesmas Gempol, Luki Muflih, mengakui bahwa tingkat kesadaran warga Banyusari akan kebersihan lingkungan masih minim. Oleh karenanya, meski berulang-ulang kali dilakukan pemicuan, penyuluhan dan lain sebagainya, tetap saja masih ada warga yang menggunakan irigasi sebagai MCK. "Sulit yah, memang masih banyak warga yang MCK di irigasi. Tingkat kesadaran akan kesehatan lingkungan masih rendah," ujarnya.
Padahal, tambah Luki, kebersihan lingkungan itu sangat penting, karena sering melakukan MCK di irigasi, maka sumber penyakitnya dekat. Warga dengan mudah terkena bakteri-bakteri yang diakibatkan dari kotoran manusia yang dibuang disepanjang irigasi, terlebih airnya juga sering digunakan untuk nyuci dan masak. "Penyakit yang disebabkan lingkungan tidak sehat, diantaranya diare, penyakit kulit dan disentri. Ini sangat berbahaya untuk kesehatan masyarakat," jelasnya.
Bahkan, tambah Luki, bagi warga yang terserang penyakit disentri, bisa mengakibatkan buang air besarnya keluar darah, karena saluran usus besarnya terkena bakteri. Oleh karenanya dia mengimbau kepada masyarakat, agar meninggalkan MCK di saluran irigasi, lakukan MCK dijamban yang sehat, agar lingkungan sehat bisa terbentuk. "Dari data yang kami catat. Mayoritas warga Banyusari menderita penyakit ispa, terus diare, gatal-gatal dan disentri," pungkasnya. (zie)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template