Guru SD di Telagasari Banderol SK CPNS Bodong Rp 97 Juta - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Guru SD di Telagasari Banderol SK CPNS Bodong Rp 97 Juta

Guru SD di Telagasari Banderol SK CPNS Bodong Rp 97 Juta

Written By Mang Raka on Sabtu, 30 April 2016 | 15.00.00

TELAGASARI, RAKA - Jaringan mafia CPNS di Kabupaten Karawang mulai terbongkar. Jika sebelumnya Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Karawang menyebutkan ada SK kepala sekolah bodong di Telagasari, kekinian yang muncul justru kasus SK pengangkatan CPNS bodong.
Kepala UPTD PAUD/SD Kecamatan Telagasari H Kalam Sukamwijaya mengatakan, pernyataan BKD bahwa di lingkungannya terdapat SK kepala sekolah bodong keliru. Yang ada justru SK CPNS bodong yang diterima guru honorer K2 asal Kecamatan Tempuran, Susi Novianti Dewi S.Pd. Pemalsu SK itu, kata Kalam adalah guru perempuan SDN Kalibuaya 1 Kecamatan Telagasari berinisial ES. Guru berstatus PNS itu disebut-sebut orang dekat Nurlatifah, istri mantan Bupati Karawang Ade Swara.
Guru asal Telagasari ini diakui Kalam sudah mencoreng nama baik guru di wilayah kerjanya. Meskipun yang bersangkutan sebatas "petugas lapangan" yang kolektornya dikendalikan pejabat Dinas Sosial, yang juga mantan penilik UPTD PAUD/SD yang sudah almarhum, tetap saja jalur menjadi PNS lewat cara-cara kotor itu tidak bisa dibenarkan. Korban sendiri, terus Kalam, diberi NIP dalam SK 19850525201409-2003 dengan status CPNS Golongan Ruang III A dengan nomor SK BKN Nomor 2594/Ps.142/D2/SK/2014 dan dikeluarkan tanggal 27 April 2015. "SK ditandatangani kepala BKN yang saat ini disebut-sebut sudah dijatuhi vonis," ujarnya kepada Radar Karawang, Jumat (29/4) kemarin.
Ia melanjutkan, korban baru tahu SK yang dimilikinya bodong, setelah data pengangkatan dirinya tidak ada di BKD. Padahal, sebelum SK itu dimilikinya, korban melalui ayahnya yang juga guru, Ono Taryono S.Pd sudah memberikan uang kepada ES Rp 97,5 juta. "Yang suap dan yang disuap kan sama-sama bersalah," ujarnya.
Ditanya sudah berapa banyak calon CPNS yang tertipu ES, Kalam menyebut baru diketahui dua orang yaitu Novi Setiani dan Junasih S.Pd guru SDN Tanjungsari 1. "Baru Novi yang menerima SK bodong," ujarnya.
Atas kejadian ini, geram Kalam, pihaknya berulang kali memanggil ES hingga melayangkan surat empat kali. Pertama surat peringatan, kemudian surat memintai keterangan AD yang sudah jarang mengajar, hingga surat pemanggilan setelah ada pengaduan, bahkan mendesak Kepala SDN Kalibuaya 1 segera membuatkan penanggulangan kelancaran belajar siswa.
ES, kata Kalam baru muncul setelah surat panggilan keempat. Selain ditanya soal motifnya menjadi calo PNS, ES juga diberi peringatan keras karena sudah tidak menjalankan tugas, dan fungsinya dengan baik hingga mengganggu proses KBM. "ES ini memang disebut-sebut orang dekatnya Nurlatifah," tuturnya.
Seiring dengan waktu, akhirnya para korban melaporkan kasus itu ke polisi. Mereka juga menyewa pengacara agar uang yang sudah diberikan kepada ES dikembalikan. "Sehebat apapun kedekatan dengan penguasa, guru di Telagasari jangan ada yang jadi mafia calo CPNS," ungkapnya.
Sementara itu, orangtua Novi Setiani, Ono Taryono yang juga guru SDN Pancakarya II mengaku kenal dengan ES sejak kuliah di Unsika tahun 2010. Ono juga tidak menampik sudah menyetorkan uang kepada ES sebesar Rp 97 juta. Baginya itu bukan suap, soalnya selain diminta oleh ES, juga sebagai upaya proses administrasi dan pemberkasan yang dibutuhkan. "Jika uang sebesar itu tidak banyak digunakan, kembalikan," tandasnya.
Menurut Ono, uang itu disetor sebelum SK CPNS turun. Saat SK turun sebelum divalidasi di BKD Karawang sekalipun, dirinya sudah menaruh curiga karena format SK CPNS anaknya yang masih Honorer K2 itu, dicantumkan ke formasi umum. Tidak itu saja, jenjang akademik juga dilampirkan D2, padahal anaknya sudah S1. "Saya sudah berulangkali mempertanyakan kesalahan pencantuman data tersebut kepada ES, namun selalu dijawab santai oleh ES," ungkapnya seraya mengatakan ES hingga kini sulit dihubungi. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template