Gas Melon Kembali Langka - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Gas Melon Kembali Langka

Gas Melon Kembali Langka

Written By ayah satria on Kamis, 21 April 2016 | 17.02.00

 Warga Plered Kelimpungan

PLERED,RAKA - Gas elpiji 3 kilogram kembali langka di Kabupaten Purwakarta. Bahkan, tabung gas yang diperuntukan masyarakat menengah ke bawah tersebut seolah hilang di pasaran. Kondisi ini sudah dirasakan warga Purwakarta lebih satu pekan terakhir.
Mereka meminta pemerintah bertanggung jawab, karena saat ini harga gas bersubsidi itu tembus Rp24ribu/tabung di tingkat pengecer. Artinya, harganya jauh melebihi harga eceran tertinggi(HET) yang ditetapkan pemerintah daerah setempat Rp19ribu/tabung. "Kelangkaan gas melon terus menerus terjadi. Kemarin sudah stabil, sekarang gas sulit lagi. Entah ada persoalan apa kami tidak tahu. Bayangkan saja karena gas melon sulit, saya tidak bisa memasak sudah dua hari ini," keluh Sartika (30), warga Kecamatan Plered, Rabu (20/4).
Menurut dia, stok gas melon di warung-warung terdekat habis. Agar bisa memasak, warga harus mencari gas melon ke luar desa menulusuri jalan dari warung satu ke warung lainnya. "Jika pun ada harga gas juga melangit. Gas melon rata-rata dijual Rp24ribu/tabung sekarang ini," tabah ibu satu anak itu.
Warga Plered menyebut, selain akibat langka, mahalnya gas melon juga disebabkan perilaku pangkalan nakal yang menjual gas melon di atas HET ke pengecer. Seperti pangkalan gas yang ada wilayah Desa Palinggihan, Kecamatan Plered. Pangkalan itu, menjual gas 3 kilogram ke warung-warung Rp19ribu/tabung, dari seharusnya Rp16ribu/tabung. "Kalau ada pangkalan menjual Rp19 ribu/tabung kepada pengecer maka jelas tidak akan ada warung yang menjualnya sesuai HET. Sebelum langka, gas dijual titingkat pengecer Rp22 ribu-Rp23 ribu/tabung, dari seharusnya Rp19 ribu/tabung," ujarnya.
HET tingkat pengecer, pangkalan dan agen di Purwakarta berbeda. HET tingkat agen Rp14.500/tabung, sementara di tingkat pangkalan Rp 16 ribu/tabung dan HET tingkat pengecer Rp19 ribu/tabung. "Pemilik pangkalan gas di Desa Pangkalan sudah sering ditegur (pihak berwenang) tapi tetap saja menjual gas ke pengecer Rp19 ribu/tabung," tambah dia.
Tidak hanya dirasakan warga Kecamatan Plered, kondisi serupa juga dirasakan warga Kecamatan Darangdan, Sukatani, Tegalwaru dan juga di wilayah pusat perkotaan di Purwakarta. "Berarti sama. Bisa jadi, kelangkaan gas dirasakan merata di Purwakarta saat ini. Jelas kami minta pemerintah bertanggung jawab," ujar Anton (38), warga Kecamatan Purwakarta.
Hingga berita ini diturunkan, belum mendapatkan tanggapan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta maupun Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswanamigas), begitu juga dari pihak Pertamina. Hanya saja kelangkaan gas elpiji 3 kilogram bukan kali pertama terjadi di Purwakarta. Kurang dari tiga pekan lalu kondisi serupa juga dirasakan warga kabupaten ini. Saat itu Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menyebut, berdasarkan temuan sementara tim di lapangan, langkanya gas elpiji karena bobroknya jalur distribusi. Banyak agen dan pemilik pangkalan menjual gas kepada para pengecer motoris. Pengecer tersebut kemudian menjual gas ke luar Purwakarta. Atas temuan itu, Dedi menyatakan akan menindak tegas agen dan pemilik pangkalan yang terbukti melakukan pelanggaran. "Kami pastikan izin usahanya dicabut. Kami juga meminta kepala desa dan lurah memantau agen dan pemilik pangkalan. Kami juga akan minta pasokannya ditambah kepada Pertamina dan Hiswanamigas," ujar Dedi, beberapa waktu lalu. (cr2)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template