Evaluasi Bantuan Hand Traktor - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Evaluasi Bantuan Hand Traktor

Evaluasi Bantuan Hand Traktor

Written By Mang Raka on Kamis, 28 April 2016 | 16.30.00

TEGALWARU, RAKA - Bantuan hand traktor yang digelontorkan pemerintah kepada petani dinilai tidak efektif karena belum mampu meringankan beban petani secara keseluruhan. Karena itu, ada usulan agar Dinas Pertanian melakukan evaluasi terhadap bantuan tersebut.

Para petani menganggap hand traktor bantuan pemerintah percuma keberadannya karena pada saat dibutuhkan mekanisme peminjamannya pun tidak jelas hingga mengakibatkan petani mengeluarkan biaya lebih besar. Seperti biaya produksi tanam awal cukup fantastis padahal luas sawah yang ditanami hanya 5000 meter persegi. Misalnya, untuk tanam awal bisa dirinci mulai biaya pembelian bibit padi sebesar Rp 50.000, membiayai buruh cangkul sebesar Rp 210.000 selama tiga hari dan akhirnya penggunaan traktor dengan harga sewa Rp 450.000 dengan teknis traktor tanah kasar hingga dekat dengan jadwal penyemaian.
Tidak berhenti disitu, dalam beberapa waktu kemudian petani pun harus mengeluarkan anggaran (Ngarambet) yakni membersihkan rerumputan yang tumbuh di zona padi dengan biaya hingga Rp 160.000 untuk 3 sampai 4 orang pekeruja. Setelah panen dalam hitungan 5000 meter persegi petani biasa mendapatkan hasil panen padi hingga satu ton saja. Maka sudah bisa melihat berapa anggaran mereka yang semestinya dikeluarkan.
Dipaparkan Bahri (45), petani Kampung Cipeuteuy, Desa Mekarbuana, dirinya hanya pasrah dan menerima apa adanya. "Mau bilang apalagi. Saya hanya bisa pasrah saja dengan kondisi seperti itu. Seharusnya penyuluh lapangan pertanian bisa mendiskusikan penggunaan traktor sampai ke petani hingga memantau jadwal peminjamannya karena akan berimbas ke anggaran para petani dan akan lebih menghemat anggaran para petani," jelasnya.
Hal sama diungkapkan H.Abas (55), dia mengeluhkan perihal anggaran hand traktor yang bisa lebih effesien jika diberi pinjaman oleh pemerintah, mestinya seperti itu. "Kalau diberi pinjaman traktor dari pemerintah mungkin kami paling hanya bahan bakarnya saja. Tetapi yang terjadi sebaliknya, pengeluaran kami malah lebih besar. Saat tanam awal sangat lumayan untuk kebutuhan kami. Saya berharap pemerintah bisa dengan langsung datang ke lapangan agar bisa mengetahui secara jelas," akunya.
Menanggapi perihal tersebut, tokoh masyarakat dan juga kasepuhan Kampung Cipeuteuy, Desa Mekarbuana, Jaja (60), menyatakan, dirinya beranggapan program pertanian bagi masyarakat belum secara keseluruhan bisa dirasakan dengan baik, hingga dibutuhkan pemantauan serius. "Perlu juga ditanggapi serius oleh pihak yang berkompeten agar program pertanian di hilir perlu diawasi dengan seksama agar para petani jangan terus jadi tumbal kebutuhan program dan serapan anggaran jadi bancakan para pentolan - pentolan dari dinas. Ini kan sebagai keluhan dari para petani," pungkasnya. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template