Diguyur Hujan Dua Jam Jalan Raya Cigeuntis Terendam - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Diguyur Hujan Dua Jam Jalan Raya Cigeuntis Terendam

Diguyur Hujan Dua Jam Jalan Raya Cigeuntis Terendam

Written By Mang Raka on Kamis, 28 April 2016 | 14.00.00

TEGALWARU,RAKA - Hujan deras di sertai petir selama dua jam, Selasa (26/4) malam yang mengguyur sebagian wilayah di Kecamatan Tegalwaru mengakibatkan Sungai Cikumpeni meluap. Akibatnya, Rabu (27/4) sejumlah ruas jalan di Kecamatan Tegalwaru direndam air setinggi betis orang dewasa, termasuk jalan utama Cigeuntis Raya, hingga menyebabkan tersendatkan aktivitas perekonomian masyarakat.

Dampak tersebut diduga akibat saluran Sungai Cikumpeni mengalami sedimensi hingga aliran air tidak lancar mengalir dan meluap. "Air menggenangi jalan raya hingga mencapai 20 cm - 30 cm, kira-kira sebetis orang dewasa," ucap Jaka (42) warga sekitar bantaran Sungai Cikumpeni. Sementara, lanjut Jaka, akibat itu lalulintas pun jadi terhambat.
Dijelaskan Jaka hujan lebat dengan intensitas tinggi mulai turun sekitar pukul 16.30 WIB. Deras curah hujan tidak mampu ditampung Sungai Cikumpeni yang mengalami pendangkalan. Dikatakan Jaka, sejumlah titik yang mengalami pendangkalan seperti di sekitaran Kampung Cilaksana sampai ke Pull Batu, Legok Kotok kualitas sungai mengalami pendangkalan akibat material tanah dan lumpur terseret oleh deras air sungai. "Memang banyak perubahan di sungai Cikumpeni. Awalnya sungai itu dalam namun saat ini kondisinya dangkal dan air pun mudah meluap. Hingga kini belum ada pengerukan baik dilakukan secara swadaya maupun program pemerintah," paparnya.
Dilain tempat, Sri Sardiah (27), warga bantaran sungai Cikumpeni mengakui, jika bagi warga bantaran sungai yang ada di tonggoh (atas) sejauh itu tidak pernah mengalami hal yang tidak di inginkan seperti luapannya masuk ke dalam rumah. "Kondisi titik rumah saya agak ke atas maka masih aman-aman saja. cuma kendalanya saat akan masuk ke rumah saja khawatir terperosok karena kan jembatan rumah saya hampir nyaris tidak terlihat sama sekali," katanya.
Sementara, Ketua Rukun Tetangga 12/04 Kampung Legok Kotok, Desa Mekarbuana, Anang (36), menyampaikan, banjir yang menggenangi jalan yang saat itu terjadi belum seberapa di banding saat musim hujan di tahun 2005 tahun lalu. Genangan air malah turun ke sawah hingga beberapa sawah menjadi korban. "Genangannya malah lebih parah pada tahun kemarin, saat itu petani bahkan akan memulai panen, bahkan kejadian tersebut malah mengurungkan para petani malah gagal panen karena padinya jadi terendam banjir dari sungai Cikumpeni itu," terangnya. (yfn)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template