Desa Tidak Kreatif Cari Duit - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Desa Tidak Kreatif Cari Duit

Desa Tidak Kreatif Cari Duit

Written By Mang Raka on Sabtu, 30 April 2016 | 14.00.00

-Inspektorat Kesal PAD Desa Sedikit

CILAMAYA WETAN, RAKA-  Tim Inspektorat Pembantu (Irban) II Inspektorat Karawang marah-marah saat menerima laporan pegawai Desa Tegalsari dan BPD baru menghasilkan 2 Peraturan Desa (Perdes) selama 2 tahun terakhir. Ini tentu saja berimbas pada tidak meningkatnya Pendapatan Asli Desa (PAD). Padahal fasilitas yang menunjang kinerja BPD dan Pemerintah Desa sudah sangat besar.
"Desa boleh tidak punya sawah bengkok luas atau tanah aset rendah, tapi bukan berarti setiap tahun tidak berubah temuannya, saya tahu betul kekurangan desa ini," kata Anggota Tim Irban II Inspektorat Karawang H Lili Muslihin saat memeriksa anggota BPD dan Kades Tegalsari Kecamatan Cilamaya Wetan Kamis (28/4) kemarin.
BPD terus Lili dan juga kades, sudah punya fasilitas untuk mendukung program desa seperti pembuatan LPJ, APBdes hingga membuat detail berita acara di setiap rapat-rapat. Akan tetapi nyatanya, apa yang menjadi temuan Inspektorat tidak pernah dibenahi hampir tiap tahun. Bupati terus Lili, akan selalu meminta semua OPD meningkatkan PAD. Maka setiap pembinaan inspektorat ke desa selalu menantang pemerintah desa merubah pola pikir agar bisa meningkatkan PAD desa. "Coba cari formulasi biar desa bisa meningkatkan PAD Desa, masa setiap tahun begini-begini saja," tandas dia.
Ketua Irban II Inspektorat Karawang, Mukhlis Villy mengungkapkan, untuk menopang program-program desa, jangan ada yang berperilaku manipulatif. Di Desa tidak boleh ada yang double job dipegang pegawainya. Begitupun dalam rangka upaya peningkatan PAD. BPD terus Mukhlis, harus menjaga keterbukaan dan kebersamaan dengan kades agar jangan ada saling curiga.
Setiap program desa, BPD tidak perlu masuk intervensi eksekutif, tapi mengawasi agar semua programnya berjalan sesuai rel koridor. Ingat, yang paling rawan diselewengkan itu adalah kaitan pengelolaan aset-aset milik desa dan pertanggungjawaban keuangan serta kelembagaan. BPD memiliki peran penting untuk membentengi aset desa itu melalui kewenangan komponennya. Perdes adalah produk yang harus diinisiasi BPD dan kades dalam menjaga aset desa. Termasuk meningkatkan PAD yang harus masuk APBdes, karena setiap penerimaan dan pengeluaran uang yang ada di desa wajib dibuatkan Perdesnya. " Jangan ada saling curiga antara BPD dan kades. Ayo sisir maksimal potensi desa yang bisa digali dengan kebersamaan," pungkas dia. (rud)
Berbagi Artikel :

2 komentar:

  1. kalau saja jadi lurah tidak menelan banyak uang kurasa itu bisa kami harapkan . saya warga sukakerta adem adem saja ta ada progam apapun untuk masyarakatnya.

    BalasHapus
  2. Segala sesuatunya kembali lagi pada pribadi2 masing,mau diberi sebesar apapun insentif/tunjangan/honor,kalo mentalnya jelek dan tidak bertanggungjawab terhadap tupoksinya,niscaya desa tidak akan maju.
    Gera hudang atuh "orang desa",sing inget kana amanah,umur beuki ngurangan,prak geura gawe sing balener ulah ngan saukur ngajalankeun rutinitas nu teu aya hasil optimal keur masyarakatna.

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template