CS Finance Beri Keringanan Nasabah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » CS Finance Beri Keringanan Nasabah

CS Finance Beri Keringanan Nasabah

Written By Mang Raka on Kamis, 14 April 2016 | 15.00.00

-Angsuran Bisa Disesuaikan dengan Kemampuan

KARAWANG, RAKA - Bekerja di perusahaan penyedia keuangan ternyata tidak gampang. Banyak dari mereka harus mengejar nasabah ke tempat kerja hingga jalanan, hanya untuk memberi tahu jika angsuran yang menjadi kewajiban nasabah sudah jatuh tempo.
Padahal, di awal kesepakatan antara lising dengan nasabah, diinformasikan tentang ketentuan pengambilan unit motor, dijelaskan mengenai tempat pembayaran, jumlah angsuran, tempo pembayaran, asuransi kehilangan, asuransi kecelakaaan sampai bukti ketidaksanggupan pembayaran. Tapi kenyataannya, masih banyak konsumen bermasalah karena kurang pahamnya tentang perjanjian pengalihan hak kepemilikan unit motor yang disebut Fidusia.
Human Resource Development (HRD) CS Finance, Eris Riswanda mengatakan, tidak sedikit konsumen telat membayar angsuran akhirnya dikunjungi eksekutor dari lising. Surat peringatan pertama diberikan ketika 3 hari setelah jatuh tempo, selanjutnya tercatat berdasarkan kesepakatan yang dibuat antara pihak konsumen dan perusahaan minimal tiga kali. Jika akhirnya tetap belum bisa bayar, terpaksa pihak lising mengambil barang yang digunakan oleh nasabah. Dan cicilan yang sempat dibayar hangus meski angsuran tersisa satu bulan, karena status kendaraan masih dimiliki perusahaan dan tidak akan berpindah kecuali sudah lunas. "Apabila konsumen melewati dari tenor angsuran, maka akan ada peringatan sedikitnya 3 kali," kata Eris Riswanda kepada Radar Karawang, Rabu (13/4).
Ia melanjutkan, jika sudah tiga kali peringatan diberikan tapi nasabah belum juga bayar cicilan, pihaknya terpaksa mengeksekusi kendaraan yang digunakan nasabah. Namun, Eris menegaskan, eksekutor tidak boleh mengambil paksa barang yang digunakan nasabah. Prosedurnya, eksekutor menunjukan berita acara pengambilan barang, lalu mengajak nasabah ke kantor lising agar pencabutan kendaraan sah dan diketahui kedua belah pihak. "Eksekutor diberikan berita acara resmi untuk sweeping kendaraan konsumen yang bermasalah," kata Eris.
Disinggung soal banyaknya kasus pengambilan paksa kendaraan oleh eksekutor lalu menelantarkan nasabah di jalanan, Eris mengatakan hal itu terjadi karena kurang pahamnya nasabah tentang prosedur pengambilan barang. Akibatnya banyak oknum eksekutor justru memanfaatkan hal itu dengan menghilangkan kendaraan yang bermasalah. "Konsumen harus jeli terhadap keterangan yang diberikan si eksekutor, seperti menunjukkan berita acara pengambilan resmi yang dikeluarkan lising dan identitas diri," tuturnya.
Jika nasabah merasa dirugikan dengan tindakan si eksekutor saat melakukan penagihan, kata Eris, persoalan itu bisa disampaikan ke bagian penagihan. Sementara jika barang yang digunakan sudah hilang atau kecelakaan sebelum angsuran lunas, nasabah bisa mengadukannya ke costumer service. "Hak konsumen mengadu ke bagian penagih dan costumer service," tandasnya.
Ditanya soal peran Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) dan Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM), dia mengatakan tidak tahu sama sekali. Namun, pihaknya pernah berurusan dengan BPSK karena ada pengaduan dari konsumen. "Peran BPSK, LPKSM ataupun lising mempunyai porsinya masing-masing dalam menyelesaikan masalah," pungkas Eris. (cr3)


Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template