BKPD Cilamaya Untung Rp 2,17 Miliar - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » BKPD Cilamaya Untung Rp 2,17 Miliar

BKPD Cilamaya Untung Rp 2,17 Miliar

Written By Mang Raka on Jumat, 29 April 2016 | 12.30.00

CILAMAYA WETAN, RAKA - Jumat 21 April kemarin, PD BPR BKPD Cilamaya menggelar agenda tahun Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Anggaran 2015 di Bandung.  BKPD satu-satunya milik Pemkab ini dinyatakan Bank Indonesia (BI) sebagai lembaga keuangan yang cukup sehat dengan varian indikatornya.
Dengan laba netto TA 2015 yang mencapai 84,58 persen, BKPD berhasil merealisasikan peningkatan pendapatan dari sebelumnya Rp 1,94 miliar menjadi Rp 2,17 miliar setahun.
Dirut PD BPR BKPD Cilamaya Tansyah Fadillah mengungkapkan, berdasarkan Perda nomor 14 tahun 2006 tentang Perusahaan Daerah (Perusda) PD BPR dan Perkreditan Kecamatan pasal 32, mengamanahkan bahwa setiap akhir tahun anggaran direksi wajib menyampaikan laporan pertanggungjawaban dan rencana kerja. Maka dari itu, digelar RUPS pertengahan April ini untuk menyampaikan laporan kepada seluruh pemegang saham PD BPR BKPD Cilamaya ini.
Dalam hasil penilaian Bank Indonesia sendiri, BKPD dinyatakan cukup sehat dengan indikator penilaian angka Car, aktiva produktif, rentabilitas dan likuiditasnya. Tidak itu saja, sepanjang tahun 2015 kemarin, pengerahan dana tabungan BKPD berhasil meningkat 54,82 persen atau Rp 5,02 Miliar dari tahun sebelumnya Rp 3,24 Miliar. Itu tambah tansya ditopang dari 2.540 orang penabung yang masih membuktikan kepercayaan tinggi terhadap BKPD. Disamping juga tentu saja dari deposito 80 orang deposan.
Bahkan terusnya, aset dan kesehatan bank hasil audit Kantor Akuntan Publik perbulan Februari 2016, BKPD ini dinyatakan sehat dengan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP ). "Kita cukup sehat berdasarkan penilaian Bank Indonesia dengan varian indikatornya juga berdasarkan hasil audit kantor akuntan publik kita sehat WTP," kata dia.
Tansya menambahkan, keberhasilan perusahaan selain ditentukan oleh pengelolaan yang profesional, juga sangat dipengaruhi oleh besar kecilnya modal yang disetor pemilik. Pihaknya terus Tansya, sadar betul bahwa pemkab memiliki keterbatasan anggaran. Namun, untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, BKPD berupaya menggunakan dana pihak ke 3 berupa tabungan dan deposito dan bentuk lainnya.
Hal ini tentunya memiliki Cost of Fund yang cukup tinggi. Sehingga terusnya, berpengaruh terhadap tingginya suku bunga kredit yang pada akhirnya Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (PEM) berbasis kerakyatan berjalan lamban.
Untuk itu, permodalan bagi perusahaan daerah sepertinya, adalah unsur penting dalam pengembangan industri BPR. Karenanya, ia menaruh harapan besar agar Pemkab Karawang dan provinsi sebagai pemilik saham, dapat memenuhi kewajiban penyertaan modal. Sebagaima tertuang dalam amanah Perda Nomor 6 tahun 2015 dan Perda Provinsi Nomor 12 tahun 2015. "Kami masih yakin, kewajiban itu dapat dipenuhi sebelum tahin 2019 sebagaimana ditetapkan dalam PJOK Nomor 5/PJOK/2015 tentang kewajiban pemenuhan modal minimum BPR," harap dia.
Dalam RUPS, pihaknya juga menyampaikan terima kasih kepada para pemegang saham, karyawan, nasabah dan mitra kerja hingga dewan pengawas yang terus kompak memberikan pembinaan dan arahannya. Sehingga BKPD satu-satunya milik Pemkab ini terus Exis sebagai lembaga keuangan mikro milik Karawang. "Semoga kami terus dipercaya dan exis atas semua kekompakan stakeholder semuanya," kata dia menyudahi. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template