Bantaran Sungai Disulap Jadi Tenda Pengungsian - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Bantaran Sungai Disulap Jadi Tenda Pengungsian

Bantaran Sungai Disulap Jadi Tenda Pengungsian

Written By Mang Raka on Selasa, 26 April 2016 | 17.00.00

-Sudah 4 Hari Mengungsi Baru Hari Ini Diberi Bantuan

PAKISJAYA, RAKA - Luapan air Sungai Citarum yang meningkat membuat ratusan warga di Dusun Tanjungjaya dan Dusun Tenjojaya Desa Telukbuyung Kecamatan Pakisjaya terpaksa mengungsi di atas tanggul. Ironisnya kesulitan yang dihadapi membuat salah satu siswi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Telukbuyung 3 tidak bisa mengkuti pelajaran di sekolah.
Maya Fitriyani (7) putri dari pasangan suami istri Sakum dan Mariam ini mengaku bahwa dirinya sudah tidak bisa melanjutkan sekolah selama 4 hari. Karena semua seragam dan peralatan sekolahnya hilang terbawa arus banjir beberapa hari yang lalu. "Sudah gak sekolah, ya begini aja paling belajar disini," ungkap Sakum ayah Maya.
Menurut dia dengan kondisi tersebut membuat anak semata wayangnya itu sudah tidak bisa mengikuti pelajaran di sekolah seperti biasanya. Namun dengan segala kekurangan dan keterbatasan perempuan yang baru duduk di bangku kelas satu ini tetap terlihat begitu semangat dalam belajar. "Alhamdulilah, meskipun dengan keadaan seperti ini Maya tidak berhenti untuk terus belajar," ucapnya penuh bangga .
Sampai saat ini, menurut dia belum ada bantuan sama sekali yang turun langsung dari pemerintah untuk membantu sejumlah keluaraga yang terkena bencana banjir. Ia berharap bahwa ada bantuan yang bisa dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Sehingga tidak ada lagi kesulitan ataupun kesusahan yang dialami semua korban. " Belum ada, buat tenda saja kita bikin sendiri," tuturnya.
Sementara Mariam ibu dari Maya mengaku sangat prihatin dengan kondisi yang dialaminya itu, perempuan yang bekerja sehari-hari menjadi ibu rumah tangga ini sudah tidak bisa menahan kesedihan ketika melihat nasib sang buah hati. "Semoga ada para dermawan yang bersudi hati untuk memberikan bantuan, ibu hanya ingin melihat Maya bisa sekolah lagi," katanya sambil bersedih.
Selain itu Maya perempuan yang sedikit pemalu ini hanya bisa tersenyum saat disapa oleh RAKA. Siapa sangka dibalik keterbelakangan keluarga kurang mampu ini perempuan berkulit sawo matang manis ini mempunyai cita-cita yang begitu tinggi. " Mau jadi dokter supaya bisa nolongin orang sakit," ucapnya sambil tersipu malu.
Tak hanya kesulitan yang dialami keluarganya tersebut juga terlihat dari tenda pengungsian yang hanya terbuat dari terpal karung dan tanpa pintu. Sehingga lekat dinginnya malam selalu mereka rasakan. "Dingin banyak nyamuk, yang penting anak bisa nyaman aja tidur kadang bapaknya jarang tidur malam, jaga karena semua peralatan rumah di simpan di tenda semua," akunya.
Melihat kondisi tersebut Kepala Desa Telukbuyung, Janur Hasan hanya berharap bahwa ada bantuan uluran tangan dari pemerintah terhadap korban bencana banjir. "Kita juga berharap adanya bantuan dari pemerintah, dan melakukan sumbangan peduli sosial terhadap warga," jelasnya.
Sementara Camat Pakisjaya, Syueb Sulaiman mengatakan bahwa dari satu kecamatan tersebut ada dua desa yang mengalami banjir yaitu Desa TelukBuyung dan Desa Telukjaya. "jumlah semua kepala keluaraga yang mengalami bajir ada sekitar 900 KK  dan 2815 jiwa," terangnya.
Sementara perihal terkait batuan ia sudah melayangkan surat pengajuan ke Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang. "Sudah diajuin dan insya allah besok pembagian bantuannya," pungkasnya. (yna)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template