Banjir Bandang Angkat Jalan Beton - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Banjir Bandang Angkat Jalan Beton

Banjir Bandang Angkat Jalan Beton

Written By Mang Raka on Sabtu, 30 April 2016 | 15.30.00

*Ratusan Warga Mulangsari Terkucil

PANGKALAN, RAKA - Setelah memporak-porandakan pemukiman warga di Kampung Tanjung Roke, Desa Medalsari dan meluluhlantakan puluhan hektar lahan pertanian di Kampung Cilempa, Desa Cipurwasari, ternyata banjir bandang itu juga mengangkat badan jalan di Kampung Babakan Cibeet, Desa Mulangsari. Jalan itu bahkan sampai patah dan terbalik hingga menimpa lahan persawahan disebelahnya.

Peristiwa berlangsung bersamaan di tiga lokasi itu terjadi akibat hempasan air dari Sungai Cilempa yang melintasi Desa Medalsari dan tingginya debit air sungai yang turun dari dataran tinggi Gunung Cukang Kawung dan Gunung Ciwaringin yang membawa material sampah dan kayu. Dan, paling terparah adalah kerusakan di Kampung Babakan Cibeet, Desa Mulangsari. "Jalan lingkungan sepanjang 100 meter terbalik akibat diterjang banjir bandang, dan sekarang akses masyarakat untuk melakukan aktivitasnya, terputus," ujar Isa (50), tokoh masyarakat Desa Mulangsari, Jumat (29/4).
Masih dijelaskan Isa, saat ini sebanyak 200 KK di Kampung Babakan Cibeet terpaksa memilih berputar melalui jalan Kampung Jawa dan keluar Desa Kertasari. Padahal jarak tersebut mencapai hingga 1 km lebih. Sementara warga yang nekat melintas jalan beton yang sudah terkelupas harus rela kecipratan lumpur. "Jalan terputus itu terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah itu selama 4 Jam sehingga arus sungai cibeet debit airnya meningkat," ucap Isa.
Masih dilanjutkan Isa, begitu hebatnya debit air tersebut sampai-sampai sanggup mematahkan badan jalan beton dan mengangkatnya serta membalikkan hingga ke lahan pertanian disebelahnya. "Perisitwanya berlangsung cepat, itu saat hujan deras lusa kemarin, sungai sampai tak mampu menampung air hingga meluap ke daratan dan mengakibatkan arus yang amat besar. Entah bagaimana mulanya tahu-tahu jalan seperti terseret kepinggir dan terbalik ke sawah," papar Isa.
Demikianpun diutarakan Ajiz (55), petani setempat yang tahun mendapat informasi dari putranya adanya bandang. Akibat kejadian itu masyarakat harus memutar hingga satu kilometer jauhnya melintasi jalan utama Desa Kertasari. "Keadaan ini sangat menghambat kegiatan masyarakat. Apalagi jalan ini merupakan akses utama masyarakat dalam beraktivitas," ujarnya.
Sementara H.Nedi (40) pemilik warung kelontong di wilayah tersebut mengatakan, tadinya warga berharap diujung jalan yang sudah dirabat beton pun belum semua wilayahnya di cor. Warga sekitar berharap pemerintah bisa melanjutkan pengerjaan beton itu yang justru sudah rusak sebelum masuk ke kampung. "Apalagi para pelaku usaha, akan merasakan jalan rusak itu berpengaruh sekali kepada regulasi usahanya. Karena akses tersebut merupakan satu-satu akses penting bagi usaha mereka. Saya berharap pemerintah bisa membantu kami warga disini agar jalan ini bisa secepatnya diperbaiki kembali," ucapnya. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template