Bah Karmi Sang Veteran - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Bah Karmi Sang Veteran

Bah Karmi Sang Veteran

Written By Mang Raka on Senin, 11 April 2016 | 16.30.00

Dulu Berperang Lawan Belanda, Kini Hidup Susah di Darangdan

DARANGDAN, RAKA - Sungguh miris rasanya melihat seseorang yang dulu berjuang demi kemerdekaan Indonesia, kini harus hidup susah.
Sukarmi (96) namanya. Warga Kampung Parigi RT 16 RW 03, Desa Pasir Angin, Kecamatan Darangdan, itu terpaksa menunggu belas kasihan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Saat ditemui Radar Karawang di kediamannya, dengan semangatnya kakek empat anak ini menceritakan pengalamannya mengusir penjajah dari tanah air. "Abah dulu ngusir penjajah Belanda sama teman seperjuangan di Bandung pake bambu runcing,,'' ujar Sukarmi kepada Radar Karawang, Minggu (10/4).
Dia bercerita, dalam mengusir tentara sekutu selain diwajibkan membawa bambu runcing, pelatihan militer juga diikuti sebelum menghadapi medan perang.
"Latihan dulu di Sukadingin. Yang paling diingat waktu abah di tebing menjatuhkan granat nanas ke mobil penjajah Belanda yang lewat di jembatan Tagog Apu.  semua mati,'' terangnya.
Namun, pengalaman dan jasa yang sudah diberikan Bah Karmi panggilan akrabnya dalam mengusir penjajah kini mulai terlupakan. Karena sampai saat ini kakek yang umur nya hampir satu abad ini, tidak mendapat jaminan dari pemerintah. Bahkan untuk menyambung hidup saja, dia bersama sang istri bergantung dari belas kasih tetangga. ''Angkatan Abah tinggal dua orang lagi, Abah dan Pa Atma, tetapi dia sudah mendapat tunjangan pensiun,'' kata dia.
Meski sebelumya sudah mendapat angin segar dari pemerintah setempat untuk didaftarkan sebagai pejuang veteran agar mendapat uang pensiun, namun sampai saat ini tak kunjung mendapatkan hasil. "KTP saya dan istri sudah diambil katanya mau diajukan sebagai pejuang veteran,'' ujarnya.
Sementara Enok (72) Istri Sukarmi mengatakan, untuk menyambung hidup saat ini dia hanya mendapat dari sanak saudara terdekat. Faktor usia mengakibatkan suaminya tak dapat mencari nafkah. "Ah sekarang si Abah sudah tua jadi gak bisa kemana-mana. Rumah ini saja dibangun warga disini karena kasihan melihat kami berdua,'' terangnya.
Nenek Enok berharap perjuangan yang sudah diberikan sang suami, dalam merebut kemerdekaan seharusnya dapat dihargai pemerintah. "Sering abah cerita waktu berjuang bersama Raja Sukarno dan Muhamad hatta,'' ujarnya. (cr2)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template