Aliran Sungai Cikumpeni Berbau Busuk - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Aliran Sungai Cikumpeni Berbau Busuk

Aliran Sungai Cikumpeni Berbau Busuk

Written By Mang Raka on Senin, 25 April 2016 | 11.00.00

PANGKALAN,RAKA - Pasca meluapnya Sungai Cikumpeni sampah memenuhi daerah aliran sungai (DAS) tersebut. Bau tidak sedappun menyengat akibat sampah-sampah yang membusuk dan mencemari air. Akibatnyanya, Minggu (24/4), warga sekitar bantaran DAS itupun mengeluhkan ancaman penyakit yang memungkinkan dari keadaan bau busuk tersebut.

Pantauan RAKA, saluran sungai Cikumpeni terlihat dangkal oleh endaman sampah. Aroma busuk pun menyebar dari sampah-sampah tersebut. Tumpukan sampah didominasi  bungkusan plastik dan makanan sisa, juga beberapa kertas yang tak terpakai. Hingga kini belum ada tindakan dari warga maupun pemerintah terkait membersihkan saluran sungai itu agar tidak berbau dan saluran sungai Cikumpeni pun menjadi nyaman kembali.
Diutarakan Hj.Lilis (45), warga Kampung Babakan Tonggoh, Desa Cintawargi, sampah yang dibawa oleh derasnya aliran sungai Cikumpeni banyak yang tertahan oleh batu akhirnya banyak sampah yang tertumpuk dan mengakibatkan bau dimana mana. "Baunya malah bikin warga yang dekat dengan bantaran sungai menjadi risih. Bau sampah dan sementara saat ini warga membersihkan sampah yang bisa dibersihkan agar tidak terlalu menyengat dan membuat warga mengeluh," ucapnya.
Cece (40), pengguna jalan yang tengah melintas pun mengungkapkan, memang sampah yang ada selain membuat saluran sungai Cikumpeni menjadi kotor juga bau menyengat hingga dibutuhkan penutup hidung. Sementara menurutnya kondisi itu akan segera hilang jika hujan besar turun kembali. "Sungai bisa bersih cuma sekarang saat ini kualitas airnya pun menjadi keruh dan kotor sekali. Makanya kadang kan ada yang suka cuci motor tapi sekarang jadi sepi karena air jadi kotor dan bau," paparnya.
Sedang Aat (39), Warga setempat mengungkapkan kualitas air yang bau membuat kebutuhan warga yang melaklukan aktivitas mencuci dan menyiram tanaman menjadi malas oleh bau tidak sedap. "Sekarang kami menyiram tanaman tidak dengan air itu karena tidak kuat baunya," ucapnya. (yfn)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template