1.080 Petugas Dikerahkan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » 1.080 Petugas Dikerahkan

1.080 Petugas Dikerahkan

Written By Mang Raka on Sabtu, 30 April 2016 | 15.30.00

- Survei 73 Ribu Pelaku Usaha

PURWAKARTA,RAKA - Bertempat di Bale Maya Datar, sensus perekonomian nasional resmi dilaunching di Kabupaten Purwakarta, Jumat (29/4). Mulai Minggu 1 Mei 2016, para petugas Badan Pusat Statistik (BPS) akan melakukan Sensus Ekonomi 2016 yang berlangsung selama satu bulan ke depan.
Bupati Purwakarta H Dedi Mulyadi, meminta agar Badan Pusat Statistik (BPS) bisa mengintegrasikan survei dengan lebih melibatkan aparat RT/RW. Menurutnya, data yang berbentuk survei harus merupakan data real time. "Kita ini sering kali dalam melakukan kebijakan selalu menggunakan data yang tahunan, misalnya 10 tahun sekali atau pertiga tahun sekali, seharusnya data survei harus secara real time, karena arus dan kondisi masyarakat yang berubah." ujarnya.
Selain itu, lanjut Dedi, BPS pun bisa mengintegrasikan datanya, terutama dengan pemerintah daerah dimana survei masyarakat harus melalui satu pintu. "Sangat mudah untuk diintegrasikan nanti bisa diatur satu saja yang mengatur regulasi bahkan dahulu BPS kalau satu pintu integrasikan RT/RW cukup pelatihan metedologi baik kepada para kades maupun aparatnya," katanya.
Sementara itu, menurut Kepala BPS Jawa Barat, Bahdi Ruswana Sensus ekonomi merupakan bagian dalam melakukan pendataan terutama dalam pelaku usaha,baik pengusaha hingga usaha PKL, sehingga sensus ekonomi ini bisa memapping dan bisa dijadikan salah satu pengambilan kebijakan. "Ini mapping pelaku usaha, dan bisa dijadikan tolak ukur pemerintah dalam mengambil kebijakan." ujarnya.
Dalam sensus sendiri lanjut Bahdi, akan dilakukan kriteria dimana untuk di Jawa Barat ada  5-6 juta pelaku usaha dengan sistem door to door. "Door to door kita mengerahkan 1.080 petugas dan diharapkan Mei nanti akan selesai," paparnya.
Nantinya dalam survei tersebut akan didapat sebuah rekomendasi berupa potensi atau peluang usaha baru, usaha yang tengah lesu, dan kemungkinan investor baru yang bisa masuk ke sebuah wilayah, termasuk rekomendasi bantuan bagi para UMKM. Dalam Sensus Ekonomi 2016, BPS Jabar akan memasukkan para pengemudi ojek online yang marak di kota-kota besar. "Termasuk usaha formal dan informal seperti ojek online yang sifatnya informal. Kan metode kita door to door, jadi kita tahu di rumah itu mereka ada yang usaha atau mungkin bekerja sebagai ojek online," ungkapnya.
Nantinya, hasil secara keseluruhan akan dirilis langsung oleh Presiden Jokowi pada 17 Agustus 2016 untuk kemudian dipergunakan sebagai database pada tahun 2018 mendatang. Untuk Jabar sendiri, terdapat lima hingga enam juta pelaku usaha yang akan disurvei oleh 70.000 petugas. Jumlah tersebut adalah yang terbesar di Indonesia. Sementara untuk di Kabupaten Purwakarta sendiri, terdapat sekira 73.000 pelaku usaha yang akan disurvei oleh 1.080 petugas. "Gaji mereka (petugas) Rp 2,8 juta per bulan," tukas Bahdi. (cr2/dc)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template