Cikampek-Klari Zona Merah Teroris - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Cikampek-Klari Zona Merah Teroris

Cikampek-Klari Zona Merah Teroris

Written By Mang Raka on Rabu, 16 Maret 2016 | 21.12.00

-Polisi Awasi Khutbah Jumat

KARAWANG, RAKA - Tidak mau kecolongan kesekian kalinya oleh pelaku teror yang kerap bermukim di Karawang, kepolisian akhirnya menetapkan Kecamatan Cikampek dan Klari sebagai zona merah teroris. Bukan hanya itu, aktivitas keagamaan di masjid-masjid juga mulai diawasi ketat oleh korps seragam cokelat.
Meski dinilai terlalu berlebihan, namun Kapolres Karawang AKBP Andy Mochammad Dicky mempunyai alasan sendiri. Menurutnya, paham radikalisme yang menyebar ke Karawang bisa membahayakan sentral-sentral ekonomi dan objek vital nasional. "Investasi asing di Karawang dianggap sebagai thogut bagi para penganut paham radikal," ujar Dicky, dalam acara penyuluhan agama dan deradikalisasi di Hotel Karawang Indah, Selasa (15/3).
Walaupun tidak spesifik menyatakan dimana lokasi tepat zona merah yang rawan terpapar paham radikal, namun kata Dicky, sejauh ini simpatisan gerakan teror sudah mulai muncul, meski belum menunjukan gerak-gerik yang membahayakan. "Ada zona merah, kuning dan hijau. Zona merah jadi perhatian khusus karena paling berbahaya. Zona paling diawasi, karena dipastikan penganut paham radikal bermukim disana," ujarnya.
Ia melanjutkan, untuk menetralisir paham radikal, ulama yang dianggap berkompeten dibantu seorang aparat akan diterjunkan ke wilayah zona merah. Selain itu, polisi juga akan mengatur khutbah Jumat di masjid-masjid, dimana khatib harus membacakan buku pedoman penanganan paham radikal. Buku itu rencananya akan disebar di seluruh masjid di desa dan kelurahan. "Setelah dipantau intel setahun terakhir, ada orang berpaham radikal jadi jamaah di masjid itu. Sementara masjid di sekitarnya menjadi zona kuning, karena ditengarai ada simpatisan," katanya.
Sementara Kepala Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpol) Karawang Sujana Ruswana mengatakan, zona merah itu terdapat di Kecamatan Klari dan Cikampek. "Saya tidak berwenang menyebutkan lokasinya. Yang jelas saat ini akan diberlakukan tiga tahap. Tahap pencegahan, penghentian dan pemulihan," ucap Sujana.
Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana mendukung rencana pengontrolan khutbah Jumat di seluruh masjid di Karawang. Hal itu dilakukan untuk menangkal paham radikal di masyarakat. "Teroris itu punya pemahaman lebih, bahkan ibadahnya lebih rajin dari kita-kita, sehingga pemikirannya jadi konslet," ujar Cellica.
Diketahui, beberapa teroris tercatat pernah tinggal di Kecamatan Klari dan Cikampek. Sunakim alias Afif, pelaku penembakan di Sarinah, Jakarta, Januari lalu pernah tinggal di Klari. Disana, ia tercatat pernah mengontrak di Desa Duren, Kecamatan Klari. Sementara dua orang teroris yang nyambi sebagai pedagang kebab ditangkap di Cikampek pada Sabtu, 13 Februari 2016. Dua orang itu adalah seorang pria asal Lampung bernama Jefri (29) dan seorang remaja asal Cirebon bernama Lutfi Rizki Ramadan (18). Dalam penggeledahan di dua rumah itu, 100 petugas terdiri dari Densus 88 antiteror dan bantuan dari Polda Jabar serta Polres Karawang memeriksa rumah di Blok DA, Perumahan Bumi Indah Pesona Mahkota. Penangkapan itu merupakan rangkaian dari penggerebekan teroris di Sumedang, Ciamis dan Banjar. (ops)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template