PT AHM Dituding Langgar UU Ketenaga Kerjaan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » PT AHM Dituding Langgar UU Ketenaga Kerjaan

PT AHM Dituding Langgar UU Ketenaga Kerjaan

Written By Mang Raka on Rabu, 27 Januari 2016 | 15.30.00

CIKAMPEK, RAKA - Pasca didemo ratusan warga Desa Kalihurip, PT Astra Honda Motor (AHM) harus siap-siap berhadapan tokoh masyarakat Cikampek, H Deden Darmansah. Pasalnya PT AHM Diduga telah melakukan pelanggaran perundang-undangan ketenagakerjaan terkait pemberhentian karyawan secara sepihak.
Menurut mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat ini, Disnakertrans Kabupaten Karawang harus mengawasi terus keberadaan perusahaan di wilayah BIC Cikampek. Bukan hanya rekruitmen tenaga kerja saja melainkan terhadap pemutusan kontrak juga terhadap karyawan yang sudah 2 tahun bekerja. "Disnakertrans Karawang jangan sampai kecolongan seperti halnya yang terjadi di PT AHM. Pernah terjadi pemutusan kontrak kerja besar-besaran pada tanggal 14 Desember 2015 lalu," papar H Deden, kepada RAKA, Selasa (26/1).
Dia menyampaikan, faktanya PT AHM  telah memutuskan kontrak kerja terhadap karyawan yang sudah bekerja selama 2 tahun, dengan tanpa ada kejelasan kesalahannya. Padahal berdasarkan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, setelah ada karyawan bekerja selama 2 tahun seharusnya diangkat menjadi karyawan tetap. "Kalau karyawan sudah bekerja 2 tahun itu harus dijadikan karyawan tetap, ini jelas pelanggaran," tegasnya.
Lebih lanjut dia menyampaikan, jangan karena tidak mau mengangkat karyawan tetap. Kemudian terjadi pemutusan kerja yang tanpa alasan. Dia menegaskan, apa yang dilakukan oleh PT AHM merupakan penjajahan baru gaya Jepang yang dilakukan di era sekarang. "Jadi jangan dijadikan siasat bagi perusahaan untuk tidak mengangkat karyawan tetap yang sudah bekerja selama 2 tahun," tegasnya.
Deden juga sangat berharap kepada Komisi D DPRD Karawang, harus benar-benar mengawasi perusahaan-perusahaan yang melanggar aturan di Kabupaten Karawang. Supaya perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Karawang tidak semena-mena melakukan pemutusan kontrak kerja. Apalagi tenaga kerja yang sudah bekerja selama 2 tahun tiba-tiba diputus kerja. Kemudian perusahaan tersebut, melakukan penerimaan kembali calon tenaga kerja supaya terhindar dari pegangkatan tenaga kerja untuk jadi karyawan tetap.  Dan kepada pihak Disnakertrans Kabupaten Karawang harus berani bertindak kepada perusahaan-perusahaan nakal yang tidak menjalankan Perda Ketanagakerjaan dan Undang-undang Ketenagakerjaan. "Saya siap pertanggung jawabkan atas ucapan saya ini. Karena saya punya bukti dan fakta yang akurat adanya pemutusan kerja tanpa alasan jelas. Saya siap somasi perusahaan itu," tegasnya.
Dia juga menyampaikan, aksi yang dilakukan oleh warga Kalihurip, menunjukan bahwa warga lingkungan sekitar sudah klimaks, sehingga meluapkan kekecewaannya dengan melakukan aksi, bahkan sampai melakukan penjebolan pagar. "Harusnya itu menjadi bahan penting bagi manajemen PT AHM. Terus hanya 3 orang warga Kalihurip yang bekerja di AHM, ini jelas sangat keterlaluan, jelas sangat menyakiti warga Cikampek," pungkasnya. (zie)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template