Makam Keramat Penjaga Kampung Bunder - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Makam Keramat Penjaga Kampung Bunder

Makam Keramat Penjaga Kampung Bunder

Written By Unknown on Jumat, 20 November 2015 | 17.00.00

PANGKALAN,RAKA – Di Kampung Bunder RT 03/03 ternyata terdapat makam keramat yang disebut Makam Mbah Bunder. Makam ini setiap Bulan Maulid banyak dikunjungi para penziarah sehingga menjadi lokasi wisata ziarah, Kamis (19/11).

Menurut cerita masyarakat sekitar Makam Mbah Bunder mempunyai nama asli Mbah Sarpih yang menjadi seorang petapa dan menjadi penjaga sungai Cibeet dan juga sebagai penjaga kampung Bunder. Mengenai sepak terjangnya tidak banyak orang juga yang tahu. Hanya saja, dia menjadi panutan warga sekitar sehingga menghormatinya dengan memberikan perlindungan di areal makamnya. Mbaha Bunder diyakini sebagai penyebar Agama Islam di wilayah Kampung Bunder tersebut. Hanya sayang tidak semua orang bisa masuk ke makam tersebut.
Warga sekitar Wardi (50) menyampaikan, pintu makam hanya di buka saat di bulan Maulid saja, dan itu pun harus dibarengi oleh penjaga makamnya, dan peziarah yang datang. Bukan saja dari wilayah Kecamatan Pangkalan, tetapi dari Luar Kecamatan Pangkalan pun banyak sudah yang berziarah ke Makam Mbah Bunder tersebut. “Mbah Bunder seorang tokoh yang sangat disegani disini, dan itu menurut cerita Kakek saya yang saat itu berusia 90 Tahun menceritakan nya turun temurun. Ia mempunyai kehebatan peliharaan seekor anjing putih, yang menurut cerita kakek saya sering berinteraksi dengan Buaya Putih penunggu Sungai Cibeet," akunya.
Dibenarkan, Nunung (45) Warga sekitar Makam Mbah Bunder, Mbah Bunder pun mempunyai musuh pada saat itu yaitu orang dari wilayah Selatan tepatnya orang Jawa Tengah. Dan ada mitos bahwa jika ada warga dari wilayah tersebut mandi di Sungai Cibeet maka akan menjadi bencana alias di seret oleh Buaya Putih tersebut. “Sebelumnya pernah juga warga dari wilayah Jawa tengah yang tengah melakukan aktivitas di sungai Cibeet di teriakin oleh warga agar tidak mandi disana. Tetapi malah dianggap ocehan belaka, hasilnya pun dia malah mati di sungai Cibeet. Enggak tahu benar atau tidaknya kenyataannya memang meninggal di sungai," ungkapnya.
Lain lagi dengan Surya (50) dirinya malah bersyukur dengan adanya makam tersebut warga sekitar terbantu mendapatkan pundi-pundi rezeki dari para peziarah, bahkan karena ramainya maka tidak sedikit pula warga yang sampai menyewa rumah untuk lebih memudahkan mereka melangsungkan ziarahnya. Dan bahkan satu orang penjaga makam bisa mendapatkan Rp.3.000.000 Rupiah dalam satu hari waktu ziarah. “Terlebih warung-warung yang dekat dengan lokasi makam mereka pun lumayan mendapatkan omset yang bukan sedikit dan para pemuda pun bernasib sama kok sampai ada yang menjadi juru parkir dadakan. Semuanya bersyukur sekali,Dan saya harap pemerintah pun bisa menyediakan infrastruktur di lokasi makam agar akses menuju lokasi bisalebih lebar karena asset makam itu bisa menjadi Wisata Ziarah di wilayah Kampung kami," pungkasnya. (yfn)

Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template