Karang Taruna Minta THR ke Perusahaan-perusahaan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Karang Taruna Minta THR ke Perusahaan-perusahaan

Karang Taruna Minta THR ke Perusahaan-perusahaan

Written By Unknown on Sabtu, 04 Juli 2015 | 12.30.00

-Keluarkan Surat Edaran, Anggarkan Rp 75 Juta

KARAWANG, RAKA - Baru-baru ini, beredar surat edaran dari pengurus Karang Taruna Kabupaten Karawang ke sejumlah perusahaan yang isinya meminta tunjangan hari raya. Menariknya, surat edaran tersebut bocor ke publik. Bahkan tersebar luas di jejaring media sosial facebook. Tanggapan pengguna facebook pun beragam. Sayangnya, mayoritas tanggapannya negatif. Mereka mayoritas mencemooh dan menyudutkan kebijakan Karang Taruna Kabupaten Karawang ini.
Dalam surat edaran bantuan THR Karang Taruna ini, dijelaskan kebutuhan anggaran sebesar Rp 75 juta. Rencananya, dana tersebut akan didistribusikan ke seluruh pengurus Karang Taruna Kabupaten Karawang. Ketika dikonfirmasi, Ketua Karang Taruna Kabupaten Karawang Oma Miharja Rizki mengakui keberadaan surat edaran tersebut. "Oh betul, kenapa emang?" tanya Oma saat dikonfirmasi Radar Karawang, Jumat (3/7).
Diakuinya, uang THR itu akan dibagikan kepada anggotanya dan untuk keperluan membuat posko mudik. "Buat posko mudik dan bantuan THR anggota," ujarnya.
Soal respon masyarakat yang bernada negatif, bahkan menyudutkan dirinya, Oma hanya bisa pasrah. Menurutnya, mereka berkomentar karena tidak menyukai dirinya. "Ya ga apa-apa, biarin nyudutin mah. Wajar, berarti orang itu yang gak seneng sama saya," tutur Oma yang dikenal dekat dengan lingkaran kekuasaan itu.
Dia hanya mengaku beruntung karena tidak memiliki media sosial. Sehingga tidak melihat respon orang-orang terkait surat edaran THR Karang Taruna tersebut. "Rasulullah aja yang suci masih banyak yang gak seneng, apalagi saya. Untung saya mah ga pernah main medsos," paparnya.
Oma malah menyarankan, kepada para pengguna media sosial yang menyudutkan dirinya untuk sadar diri dan berbuat yang terbaik untuk Karawang, bukan hanya sekadar menyudutkan. "Sekarang mah jangan suka menyudutkan aja berbuat dulu aja bisa gak, gitu atuh," tandasnya.
Sayangnya, upload gambar serta komentar netizen sudah langsung dihapus. Sehingga tidak bisa lagi dilihat lagi oleh para pengguna facebook.
Terkait hal ini, anggota DPRD Karawang H Ahmad Zamakhysari menjelaskan, kewajiban perusahaan memberikan THR hanya kepada karyawannya. Kalaupun memberikan sumbangan kepada pihak swasta, terkait dengan dana Corporate Social Responsibility (CSR). "Tidak ada urusan THR Karang Taruna minta THR ke perusahaan. Karena aturan konstitusinya, perusahaan hanya ngasih THR kepada karyawan," ujarnya.
Menurutnya, Karang Taruna bisa dikatakan organisasi plat merah, karena pembinaannya berada di bawah Dinas Sosial. Bahkan surat keputusan kepengurusannya pun dikeluarkan bupati. "Kalau merasa membantu perusahaan ga masalah, tapi kalau hanya minta japrem-japrem gitu jangan didengar," tandasnya.
Diakuinya pula, meski tidak terlalu besar, organisasi ini mendapatkan anggaran dari APBD Karawang. "Yang perlu jadi catatan pula, jangan sampai Karang Taruna yang merupakan organisasi kepemudaan plat merah, ini manfaatkan momentum kedekatannya dengan penguasa," tandas pria yang akrab disapa Jimmy itu.
Istilah tunjangan hari raya alias THR, memang akrab di telinga masyarakat menjelang datangnya Hari Raya Idul Fitri. Padahal istilah ini lahir dari dunia perburuhan. Dimana setiap pekerja berhak mendapatkan tunjangan untuk merayakan hari raya. Kini, istilah THR juga digunakan oleh masyarakat umum. Biasanya, membagi-bagikan uang atau bingkisan menjelang hari raya, oleh masyarakat dianggap sebagai THR. (vid)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template