Eksimer Primadona Baru Obat Teler Pelajar - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Eksimer Primadona Baru Obat Teler Pelajar

Eksimer Primadona Baru Obat Teler Pelajar

Written By Mang Raka on Senin, 16 Maret 2015 | 18.49.00

KARAWANG, RAKA - Pengawasan orangtua dan guru terhadap anak di sekolah nampaknya harus lebih ditingkatkan lagi. Pasalnya, akhir-akhir ini banyak pelajar di Karawang yang sudah kecanduan obat penenang berbahaya bernama eksimer.
Informasi yang berhasil diterima Radar Karawang, salah satu SMK swasta di Karawang telah mengeluarkan tiga orang siswanya, karena terbukti sedang dalam kondisi 'fly' di dalam kelas akibat mengkonsumsi obat tersebut. "Iya kemarin tiga siswanya dikeluarin, mereka ketahuan sedang tebleng di dalam kelas. Ternyata habis minum obat itu. Pelajar lain juga katanya banyak dan lagi tren karena harganya murah," ujar perempuan ini kepada Radar Karawang.
Selain eksimer, kata dia, obat penenang lain yang biasa dikonsumsi oleh pelajar adalah jenis Trihex. Hal ini juga sempat diakui oleh salah seorang pelajar SMK swasta berinisial D. Dia merupakan siswi yang mengaku sudah kecanduan obat penenang jenis eksimer. Efek yang bisa dirasakan setelah meminum obat ini adalah akan merasa santai dan lupa ingatan. "Aku biasa beli di belakang SMAN 5, di sebuah kos-kosan," ujar pelajar wanita yang tinggal di Kelurahan Plawad ini.
Menurut dia, banyak temannya juga melakukan hal yang sama ketika berada di sekolah. Para oknum pelajar menyalahgunakan obat ini sebagai pil penenang masalah.
"Harganya tiga biji Rp 10 ribu, itu minum dua aja kita udah fly," terangnya.
D mengaku kecanduan pil gila tersebut sejak beberapa bulan terakhir. Meski begitu, ia mengaku tidak tahu bahaya yang akan didapat jika terlalu lama mengkonsumsi obat tersebut. Menurut D,ia biasa mengkonsumsi obat ini setelah kedua orangtuanya diketahui bercerai. "Pusing aja, tiap hari mikirin mamah, papah. Pengen tenang ya minum eksimer, tapi gak tiap hari, karena setelah minum obat itu efeknya bisa dua hari masih kerasa," jelasnya.
Kepala Badan Narkotika Nasional Karawang (BNNK) Deddy Letto mengatakan, jenis obat eksimer ini memang tidak terdaftar dalam kategori narkoba.
Menurut dia, pelajar yang saat ini dikabarkan sedang marak mengkonsumsi eksimer itu baru diketahui baru-baru ini. Menurutnya, orang yang mengkonsumsi obat tersebut adalah orang yang otaknya sudah error. "Itu sih otaknya sudah error, eksimer itu untuk obat orang pikun," kata Deddy.
Deddy mengatakan, meski eksimer tidak masuk kedalam kategori jenis obat narkoba, namun peredaran narkoba di kalangan pelajar diakuinya masih ada meski tidak signifikan. Namun begitu,ia enggan memberikan bocoran perihal apakah sudah ada pelajar di Karawang yang sudah diamankan karena terbukti mengkonsumsi narkoba.
Pihaknya mengaku saat ini terus memberikan penyuluhan kepada masyarakat, termasuk pelajar tentang bahaya mengkonsumsi narkoba.(ega)
Berbagi Artikel :

2 komentar:

  1. Extimer.... Anak saya korbannya, awal sy menyangka klo anak saya terkena cuci otak anggota teroris...karena berprilaku layaknya anggota terselubung menggunakan topek (anymous) stelah sy semakin intensif memperhatikan anak saya tekuaklah anak saya sudh lama mengonsumsi extemer dan fatal lagi terakhir mengonsumsi obat itu diracik dgn alcohol dan antangin entah campuran apa lagi,... Ada yv bilng dgn autan segala, PARRRAAHHH sekarang sudh lebih dr 1bln sekarang masih belum sembuh,dan masih beribat jalan. akibat efek obat itu anak saya seperti ingin mengalami kegilaan, operactive yg tidak bisa kontrol diri, tidak mengenal lelah bergerak seperti olahraga tdk berhenti-henti dan bicara ngawur yg hubngan dgn mistis atau halusinsinya selalu diucapkan berung ulang, tidak merasa takut, lebih suka membangkang, berdebat jika yg menyikapinya tidak mengerti membuat kita yg normal sangat emosi. Yg lebih parah lagi menurut analisis salah satu dokter ahli jiwa RSUD Bayu Asih berkata "bisa menahun timbul efek Kegilaan ini" Jadi untuk para ortu agar lebih selektif /extra memperhatikan kegiatan diluar sekolah dan pihak sekolahpun sama dpt membantu memperhatikan muridnya agar tau mana sudh menjadi pengonsumsi obt ini. Hingga harus dptkan siapa pengedar obt ini agar dpt dihentikan untuk tidak menimbulkan korban lebih banyak. efek obat extemer dikalangan remaja lebih memicu mereka seperti kerusakan moral, kegilaan pergaulan, sex bebas, yg memperihatinkan berkesan bahwa tidak mengenal takut dgn siapapun. sebagai generasi muda termasuk inilah geneerasi human error... Masih mau makan tuh obat...?!!!! Warning kitalah selaku ORTU yg harus lebih waspada dan para Guru sekolah.
    Harapan saya agara Pihak sekolah dapat melakukan penyuluhan pengenalan dr pada macam2 obat umum yg disalah gunakan tidak hanya memabukan, atau kegilaan permanen, bahkan nyawapun dpt terancam.... Wasslm

    BalasHapus
  2. Saya baru 2hari minum obat exsimer,1hari 2 butir, cara berhenti minum obat exsimer gmna dok? Trus sayabisa kena overdosis gak?

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template