Kinerja Cipta Karya Dicap Paling Buruk - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Kinerja Cipta Karya Dicap Paling Buruk

Kinerja Cipta Karya Dicap Paling Buruk

Written By Unknown on Kamis, 05 Februari 2015 | 12.00.00

KARAWANG, RAKA - Melihat pengalaman capaian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang selalu babak belur saat Ade Swara masih berkuasa, Cellica Nurachadiana diminta untuk mempertimbangkan kepala dinas berkinerja buruk agar masuk dalam kotak mutasi.
"Momentum mutasi ini harus dilakukan secara bijak oleh Cellica sebagai pimpinan daerah," ujar pemerhati kebijakan publik M Iqbal kepada Radar Karawang, Rabu (4/2).
Ia menegaskan, Cellica harus mempertimbangkan pilihan pejabat yang akan dimutasi, dilihat dari kinerja pada 2014 lalu. Karena momentum mutasi kali inilah, Cellica sebagai pelaksana tugas (Plt) Bupati Karawang, harus benar-benar memilih kepala dinas yang kompeten. "Indikatornya bisa dilihat di kinerjanya, kalau tidak becus ya dimutasi saja," serunya.
Apalagi kata Iqbal, tahun 2015 ini merupakan tahun penentu pencapaian visi dan misi pemerintahan Cellica selama 5 tahun. Karena jika RPJMD ini tidak tercapai, maka Cellica akan menyandang gelar pemimpin gagal. Oleh karena itu, Iqbal menyarankan untuk sektor infrastruktur Cellica tidak main-main memilih orang. "Kalau Cellica mempertahankan kepala dinas memble, maka dipastikan Cellica dicap sebagai pimpinan gagal," tegasnya.
Hal sama juga dikatakan Ketua Fraksi Demokrat Pendi Anwar. Ia mewanti-wanti Cellica agar menempatkan seseorang sesuai kapasitasnya. Jika memang tidak mampu, tidak usai dipakai lagi dan capaian 2014 menjadi bahan acuannya. "Saran saya, pertama tempatkan orang sesuai dengan keahliannya. Saya menyerap ada beberapa OPD orang-orangnya tidak sesuai keahliannya," tukasnya.
Sementara itu, jika mengacu kepada kinerja, nampaknya Dinas Cipta Karya yang menjadi sasaran. Pasalnya, banyak pekerjaan pembangunan yang tak tuntas pada 2014 lalu. DPRD menilai, Kepala Dinas Cipta Karya Dedi Ahdiat kurang maksimal kinerjanya. "Kepala dinas ini kurang maksimal kerjanya, terbukti banyak pekerjaan yang tidak selesai," ujar Ketua Fraksi PKB Acep Suyatna.
Lebih jauh ia menegaskan, banyak faktor menurut dia yang membuat pengerjaan tidak selesai. Yang utama yaitu minimnya pengawasan, karena sejauh ini tidak ada pengawasan yang jelas dari Dinas Cipta Karya. "Itu karena pengawasan kurang, makanya terjadi keteledoran kontraktor," katanya.
Anggota Komisi C DPRD Karawang ini juga menuturkan, banyak persoalan yang hingga saat ini belum dituntaskan oleh Dedi Ahdiat. Selain proyek pembangunan, saat ini ruang terbuka hijau menurutnya masih minim perawatan. Bahkan, hanya terkesan di lingkup perkotaan saja. "Seperti Cikampek dan Rengasdengklok itu diabaikan (pembangunannya)," tuturnya.
Dan yang lebih herannya, kata dia, Dedi Ahdiat tidak inovatif dan kreatif. Karena pembenahan pintu tol Karawang Timur dalam segi pertamanan, itu instruksi bupati bukan hasil buah pemikirannya. "Kepala dinas tidak inovasi dan kreatif, hanya disuruh bupati," katanya.
Maka dari itu, Acep meminta Cellica untuk melakukan evaluasi di tubuh Dinas Cipta Karya. Menurutnya, jika tidak dilakukan pembenahan, maka visi dan misi Karawang bisa saja hanya menjadi angan-angan. "Dinas Cipta Karya harus dievaluasi kembali, terutama kepala dinasnya," tukasnya.
Secara terpisah Kepala Dinas Cipta Karya Dedi Ahdiat mengakui jika tahun 2014 lalu, ada sejumlah program yang tidak tuntas. Ia menyebut, ada 4 proyek yaitu pembangunan kantor Kecamatan Cilamaya Wetan, pemagaran Tugu Proklamasi, taman depan kantor Cipta Karya, dan pemagaran Taman Makam Pahlawan. "Itu semua tidak selesai di 2014," katanya.
Namun Dedi berkilah, adanya sejumlah proyek yang tidak selesai ini akibat kinerja dirinya yang buruk. Menurutnya, itu semua karena pemborong yang dinilai tidak mampu menyelesaikan pekerjaannya. "Itu kesalahan penyedia jasa, secara administrasi sudah diseleksi ketika persyaratan ikut lelang. Sudah memenuhi tapi kenyataan di lapangan tidak demikian," katanya.
Selain berkilah, Dedi juga menegaskan akan melakukan evaluasi terhadap pemborong yang tidak beres dalam menyelesaikan pekerjaannya. Maka dari itu, ia memblack list pemborong modal dengkul yang tak becus kerja ini. "Sekarang mulai ada catatan sendiri, rekanan yang modal dengkul," tandasnya. (vid)

Proyek Gagal Cipta Karya
-Pembangunan kantor Kecamatan Cilamaya Wetan
-Pemagaran Tugu Proklamasi
-Taman depan kantor Cipta Karya
-Pemagaran Taman Makam Pahlawan
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template