Efendi: Angkat Guru Inpassing jadi CPNS Lebih Irit - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Efendi: Angkat Guru Inpassing jadi CPNS Lebih Irit

Efendi: Angkat Guru Inpassing jadi CPNS Lebih Irit

Written By Mang Raka on Kamis, 05 Februari 2015 | 13.30.00

KOTABARU, RAKA- Pengamat pendidikan, Efendi Ismail, S.Pd, menilai proses pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) guru dinilai tidak efektif, padahal jika pemerintah membuat sistem berjenjang secara sistematis, maka akan bisa lebih efektif dan irit anggaran.
Dia menuturkan, ada guru yang bukan PNS tapi digaji oleh negara, bahkan gajinya juga disesuaikan dengan golongan PNS, guru tersebut adalah guru non PNS yang sudah sertifikasi dan inpassing. Cuma perbedaannya, guru non PNS tidak mendapatkan dana pensiun. Menurut Pendi, guru yang sudah sertifikasi dan inpassing jika statusnya ditingkatkan untuk menjadi CPNS, bagi pemerintah akan lebih irit serta lebih sistematis. Sedangkan persoalan penugasan, dia mengira semua guru sertifikasi dan inpassing jika statusnya dinaikan menjagi CPNS  akan siap untuk mengabdi di sekolah negeri yang ditunjuk. "Daripada pemerintah harus melakukan tes CPNS dan lain sebagainya, itu lebih membebani anggaran pemerintah," ujar Pendi, kepada RAKA, Rabu (4/2).
Dia menambahkan, kalau saja pada awalnya yang masuk menjadi honorer kategori 2 adalah khusus bagi guru yang mengajar di sekolah negeri, besar kemungkinan para guru honor akan lebih memilih ngajar di sekolah negeri daripada di sekolah swasta. Istilah kategori 2 juga menurutnya, bertentangan dengan Undang-undang No 20 Tahun 2003 tentang sisdiknas. "Kalau guru inpassing itu sudah digaji oleh negara, daripada harung mengangkat guru baru yang harus mengeluarkan anggaran besar lagi, ya lebih baik diangkat saja menjadi PNS," ujarnya.
Dia menyampaikan jumlah guru yang sudah inpassing dan sertifikasi di Kabupaten Karawang itu cukup besar, di SMA PGRI Cikampek saja ada 10 orang. Itu artinya akan ada pengiritan anggaran negara lebih besar kalau guru inpassing dan guru sertifikasi diangkat menjadi PNS. "Saya fikir pemerintah harus mengkaji persoalan ini secara serius, terlebih dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan secara nasional, dan adanya garansi kesejahteraan bagi guru-guru yang ada di sekolah swasta," ujarnya.
Dia menyampaikan, berkaitan dengan lembaga pendidikan baik swasta maupun nasional, sebenarnya menjadi tanggung jawab pemerintah, karenanya masyarakat juga harus memahami swasta dan negeri itu sama tidak ada hal yang membedakan secara sginifikan kecuali hanya status saja.  "Negeri dan swasta itu sama menjadi tanggung jawab pemerintahkan sebenarnya, jadi memang harus ada pengkajian ulang untuk guru swasta, agar adanya kejelasan juga secara pasti terkait status kepegawaiannya oleh negara," pungkasnya. (zie)
Berbagi Artikel :

26 komentar:

  1. sangat setujudg ulasannya yg obyektif,mudah2an pemerintah mau mendengar..slama ini kt byk mendengar suara miring ttg pengangkatan cpns yg serba siluman..ujung2nya duit.sdh saatnya lbh transparan....

    BalasHapus
  2. Benar kata bapak efendi...guru yang mengabdi di sekolah negeri dan swasta sama...cuma beda status saja...saya sudah mengabdi kurang lebih 11 tahun akan tetapi disekolah madrasah swasta meskipun sudah sertifikasi dan inpassing jauh untuk jadi CPNS.smoga pemerintah selalu terbuka hati mengingat keadaan guru yg seperti kami...terima kasih banyak buat bapak efendi telah mempedulikan nasib kami...smoga guru sertifikasi dan inpassing jadi CPNS...salam guru honorer

    BalasHapus
  3. Sangat setuju, semoga gagasan Bapak bisa menjadi kenyataan.

    BalasHapus
  4. SAYA SANGAT SETUJU SEKALI DENGAN GAGASAN ANDA PAK SEMOGA BELIU BELIU MENDENGARKAN NYA DAN MENDALAMINYA SEMANGAT GURU SWASTA BIARPUN GAJI TDK SAMA PNS TETAPI TETAP SEMANGAT MENGAJAR

    BalasHapus
  5. Mudah-Mudahan diangkat menjadi CPNS Guru-guru kita yang sudah inpassing. Aamiin

    BalasHapus
  6. Saya sangat setuju dengan usulan seperti ini. Artinya pemerinyah tidak perlu lagi repot untuk menyeleksi ujian cpns selain terkait masalah waktu juga tak kalah penting adalah masalah anggaran yang akan banyak.dengan diangkatnya para guru invassing pemerintah tinggal mengeluarkan sk nua saja.

    BalasHapus
  7. semoga saja terkabul amin..............................

    BalasHapus
  8. Sangat Setuju Pa .. . Semoga Allah SWT mendengar keinginan bapak..Amin YRA

    BalasHapus
  9. saya lebih dari setuju.karena guru yg selama ini sudah mengabdi,walaupun di swasta,namun hasil outputnya tidak kalah dari anak yangkeluaran dari selolah negeri.memang sudah selaknya pemerintah memikirkan hal tersebut.biar ada keseimbangan dan keadilan.

    BalasHapus
  10. trima ksh temen2 semoga didengar dan di realisasikan.

    BalasHapus
  11. Saya sangat setuju. Kalau guru sertifikasi dan inpassing di cpnskan. Kan seharusnya kita yang mengajar disekolah swasta juga punya hak yang sama untuk bisa ikut cpns. Tidak seperti sekarang ini yang mengabdi disekolah swasta di anaktirikan tidak bisa ikut cpns. Padahal sama sama sebagai warga negara indonesia. Apakah wiyata baktinya tidak diperhitungkan? Semoga dapat terealialisasi dan didengar oleh negara. Amin

    BalasHapus
  12. SANGAT SETUJU PAK, SEMOGA TERWUJUD. AAMIIN.

    BalasHapus
  13. Kami yg ngajar di suasta juga berat tugasnya, selain membuat administrasi guru, dituntut juga untuk meluangkan waktu dan pikiran lebih banyak untuk mendidik anak bangsa yang kemampuan dan semangat belajarnya dibawah peserta didik yg masuk di sekolah negeri selain itu selalu berjuang untuk mencari siswa agar sekolah kami tidak kekurangan siswa. Alangkah bahagianya apabila kami sebagai guru suasta yg sudah sertifikasi dan impaaing diangkat menjadi cpns biar kami merasakan mendidik siswa pilihan dan sekolah yg betul betul difasilitasi oleh pemerintah. Semoga kedepan guru suasta tersebut diangkat menjadi cpna oleh pemerintah pusat.

    BalasHapus
  14. SANGAT SETUJU PAK, MUDAH-MUDAHAN SEGERA TERWUJUD..AAMIIN..

    BalasHapus
  15. Ass wr wb semoga pemerintah memperhatikan nasib bpk n ibu guru yg sdh mengabdi dan mendidik anak bangsa nkri ini amiiiin 3x y r b alamiiin

    BalasHapus
  16. Saya sangat setuju pak efendi dengan ulasan bpk smga cpt ada realisasinfo.mat berjuang untuk kami guru yg honorer.,,

    BalasHapus
  17. Saya mengajar mulai tahun 2005 sampai sekarang, pada tahun 2010 alhamdulillah saya sdh sertifikasi,tetapi sampai sekarang belum di angkt menjadi PNS.12 tahun sudah saya menjalani profesi ini sebagai guru honor. Jam yg saya bawakan 24 jam mata pelajaran, bahkan lebih banyak dari rekan yg sdh PNS namun blm sertifikasi.. Tp apa mau dikata,mungkin blum rezeki,mudah2n apa yg bapak sampaikan tsb,cepat terrealisasikan oleh pemerintah pusat, dan merata keseluruh pelosok tanah air.. Aminn

    BalasHapus
  18. Sutuju dengan pendapatnya pemerintah jangan menutup diri dari hal tersebut.perlu pengkajian.

    BalasHapus
  19. Semoga terwujud, tanpa membedakan Sekolah Negeri dan Swasta, guru yang sudah inpassing punya hak yang sama.

    BalasHapus
  20. Sangat setuju .semoga cepat terwujud.amin
    *

    BalasHapus
  21. Sangat setuju .semoga cepat terwujud.amin
    *

    BalasHapus
  22. Aamiin ya Allah.. Semoga pemerintah mendengar segera merealisasikan guru yg sdh inpassing bisa diangkat.. dan tidak membedakan guru dari sekolah swasta atau negeri.. Krn kami sama-sama mendidik anak bangsa..

    BalasHapus
  23. Aamiin ya Allah.. Semoga pemerintah mendengar segera merealisasikan guru yg sdh inpassing bisa diangkat.. dan tidak membedakan guru dari sekolah swasta atau negeri.. Krn kami sama-sama mendidik anak bangsa..

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template