Hanya dari Deposito Pemda Bisa Raup PAD Rp 23 M Setahun - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Hanya dari Deposito Pemda Bisa Raup PAD Rp 23 M Setahun

Hanya dari Deposito Pemda Bisa Raup PAD Rp 23 M Setahun

Written By Mang Raka on Rabu, 14 Januari 2015 | 13.30.00

KARAWANG, RAKA - Sungguh mengejutkan, hanya dengan melakukan deposito uang kas daerah sebesar Rp 350 Milyar, dalam setahun pemerintah daerah meraup pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 23 Miliar dari suku bunga bank bersangkutan.

Pada awal 2014, pemerintah daerah mengambil kebijakan berdasarkan Keputusan Bupati Karawang Nomor 908/Kep. 684-Huk/2013 tentang penyimpanan sebagian dana milik pemerintah daerah dari giro kas daerah ke dalam deposto atas nama pemerintah daerah karawang, sebesar Rp 50 milyar ke Bank BRI, lalu Rp 300 miliar ke Bank bjb. Dasar melakukan deposito di kedua bank tersebut sesuai dasar hukum Undang-undang Nomor 1 tahun 2014 tentang perbendaharaan Negara pasal 9 ayat (2) disebutkan Kepala Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah selaku Bendahara Umum Daerah berwenang, diantaranya menyimpan uang daerah, dan melaksanakan penempatan uang daerah dan mengelola atau menatausahakan investasi.
Lalu didalam Peraturan Pemerintah Nomor 58 tahun 2005 tentang pengelolaan keuangan daerah pasal 22 ayat (2) disebutkan lain - lain pendapatan asli daerah (PAD) yang sah sebagaimana dimaksud, mencakup jasa giro dan pendapatan bunga. Dan ditegaskan pada pasal 112 dijelaskan pemerintah daerah berhak memperoleh bungan dan/atau jasa giro atas dana yang disimpan di Bank Umum berdasarkan tingkat suku bungan/dan atau jasa giro yang berlaku.
Pada saat itu kondisi keuangan daerah cukup untuk pembiayaan daerah tiap harinya, hingga belanja akhir tahun. Dan itu sesuai dengan PP Nomor 39 tahun 2007 tentang pengelolaan uang Negara/ Daerah dalam pasal 33 dijelaskan, bendahara umum daerah menentukan strategi manajemen kas untuk mengatasi kekurangan kas maupun untuk kelebihan kas. "Deposito ini dilakukan sebagai bentuk  menerapkan strategi manajemen kas," ujar Kabid Pembendaharaan DPPKAD Kabupaten Karawang, Maksum Hambali, saat berbincang - bincang dengan Radar Karawang, di kantornya, Selasa (13/1).
Dia membeberkan, kala itu kas daerah sebesar Rp 350 miliar di depositokan dengan rincian Bank bjb sebesar Rp 300 Milyar, dan Bank BRI Rp 50 Miliar. Penempatan di Bank BRI, karena kala itu suku bungan mencapai 8,5 persen. Lalu untuk Bank BJB sebesar 7,5 persen. Namun tak lama setelah uang kas daerah itu di depositokan ke BRI, ternyata Bank BJB menaikan suku bunga dari 7,5 persen menjadi 8,5 persen. "Efek penempatan ke BRI, Bank BJB ikut menaikan suju bunga deposito yaitu 8,5 persen sehinngga dalam hal ini pemda di untungkan," urai dia.
Siapa sangka, dari adanya strategi menajemen kas ini pemerintah daerah dapat meraup pendapatan sebesar Rp 23 Miliar per tahun. Sungguh angka yang luar biasa, yang dapat membantu dalam kegiatan belanja pemerintah daerah. "Target bunga deposito di dua bank dari bunga deposito Rp 16 Miliar per tahun dan terealisasi Rp 23 Miliar karena ada persaingan bunga itu tadi," tukasnya. 
Hambali menegaskan, secara otomatis keuntungan dari bunga deposito tersebut langsung masuk ke rekening kas daerah. Jadi tidak masuk ke rekening perorangan, karena strategi manajemen kas ini sesuai aturan yang berlaku. "Bunga deposito secara otomatis ke kasda itu secara otomatis, langsung ke rekening kas daerah, itu bisa di cek langsung," timpalnya.
Disisi lain ditegaskan Hambali jika kas daerah ini hanya tersimpan tanpa dilakukan strategi manajemen kas, maka uang kas tidak akan bertambah. Karenanya, adanya keuntungan tersebut pemerintah memilih untuk didepositokan. "Ini cara meningkatkan PAD, daripada saldo kas daerah di giro bunga rendah, sebagian di depositokan yang sewaktu - waktu bisa ditarik baik di bjb ataupun di BRI," tandasnya. (vid)
Berbagi Artikel :
 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template