Kawista, Buah Khas Karawang yang Terlupakan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kawista, Buah Khas Karawang yang Terlupakan

Kawista, Buah Khas Karawang yang Terlupakan

Written By Unknown on Rabu, 10 September 2014 | 11.00.00

TELAGASARI, RAKA - Merasa minim identitas bagi Kabupaten Karawang, seorang lulusan Fakultas Ilmu Politik Universitas Pasundan asal Desa Talagasari, berhasil menyelamatkan nama buah kawista yang sudah bayak dilupakan masyarakat Karawang.
Buah yang tumbuh di daerah endemis ini menjadi andalan Wawan Kustiawan Syarief diajang Komisi Nasional Sumber Daya Genetik (KNSDG) di Bali. Bahkan, ayah tiga anak ini mendapatkan penghargaan dari komisi tersebut yang mewakili Jawa Barat setelah disurvei proses pembibitan dan penanaman buah yang dikenal engan nama Limoniacirecimel ini.
Saat ditemui di kediamannya, penangkar sekaligus pengembang benih kawista, Wawan yang kini sudah dikenal dengan panggailan 'Wawan Kawista' ini mengaku menggeluti budidaya pembibitan dan penanaman pohon kawista sejak tahun 1993. Dirinya bercita-cita besar menjadikan kawista sebagai buah khas Karawang, karena kota lainnya sudah banyak memiliki identtas seperti Subang dengan nanasnya dan Bogor dengan talasnya.
Karenanya, Wawan terus berupaya mengembangkan kawista. Menurutnya, bibit kawista dihargai Rp 200 ribu per ons dan dapat berbuah setelah tumbuh sekitar 50 meter.
Sayangnya, ia gagal memasarkan ke luar negeri, terutama Jepang, karena ketatnya aturan di negeri sakura tersebut. Kawista genjah lanjutnya, bisa cepat berbuah tanpa menunggu waktu puluhan tahun. Jenis kawista sendiri terdapat kawista batu dengan ciri daun besar dan buah, sebaliknya yang kecil disebut kawista kerikil. Perbedaan kawista secara umum jarang diketahui masyarakat, sehingga mengundang inspirasi sejumlah mahasiswa IPB meneliti beragam varietas kawista yang ada di Indoesia setelah mencicipi lembeknya kawista Tempuran dan kawista di Telagasari.
Lebih jauh Wawan menambahkan, kawista diinginkannya menjadi tanaman wajib di setiap perkantoran pemerintah dan perusahaan. Di DKI tambahnya, nama-nama menteng, kelapa dua, gandaria adalah berasal dari buah. Sayangnya, sulit mecari jenis buah tersebut karena sudah jarang ditemukan lagi. Karenanya di Karawang dirinya berharap ada perlindungan nama-nama buah asli Karawang yang dituangkan dalam Perda seperti DKI. Ia mencontohkan nama buah kawista, buni, burahol, gowok, namnam dan bisbul tumbuh juga di Karawang. Semuanya ada di kebunnya. Selain itu, dirinya juga mengembangkan sejumlah tanaman luar negeri seperi mangga ningrat, buah tin asal Arab Saudi, buah zaitun asal Israel, miracle fruite asal Jerman, sampai dengan buah-buahan asal Amerika Serikat.
Namun dari sekian banyak tanaman langka dan luar negeri yang dimilikinya, dirinya lebih mencintai dan mengembangkan lebih banyak buah kawista, sekaligus dirinya juga ingin mengembangkan olahannya seperti jus goyang kawsita, dodol Karawang (dokar) dan lainnya. Sehingga Karawang bisa semakin tersohor dengan kawistanya. "Apa yang langka saya kembangkan di sini, tapi saya ingin buah asli Karawang ini benar-benar paten menjadi khas Karawang yang tidak dilupakan," katanya.
Wawan mengaku, beragam pohon dan bibit didapatkannya dari komunitas pecinta tanaman sebagai jaringan untuk edukasinya, karena secara pribadi dirinya hanya belajar otodidak mengembangbiakkan tanaman-tanaman tersebut dan sesekali membaca referensi. Sangat geli tambahnya, jika ada pohon buah langka yang ditanamnya tidak diperbanyak. Karenanya, sebagai upaya pelestarian, dirinya berkoordinasi dengan sejumlah perusahaan swasta nasional agar menghindarkan polusi limbah pabriknya dengan cara menanami pohon.
Di Bali kenangnya, puluhan pembudidaya tanaman genetik mempresentasikan beragam proses dan cara penanaman dan pengembangbiakan tanaman buah yang dibawanya dari provinsi masing-masing. Berbekalkan pengalaman dan undangan email, dirinya juga mejadi bagian dari peserta yang mempresentasekan kawista selama satu jam disebuah hotel di Sanur Bali. "Mengapa tidak, rumah-rumah dan perusahaan kita kembangkan penghijauan, saking besar kecintaan pada kawista, saya sampai membuat bosan orang lain mendengarkannya," tutupnya. (rud)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template