Berstatus Tersangka, Gerindra Belum Coret Nurlatifah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Berstatus Tersangka, Gerindra Belum Coret Nurlatifah

Berstatus Tersangka, Gerindra Belum Coret Nurlatifah

Written By Unknown on Selasa, 09 September 2014 | 15.00.00

KARAWANG, RAKA - Pasca penahanan dirinya sebagai tersangka dugaan pemerasan, Nurlatifah disebut-sebut akan digantikan caleg Gerindra yang berhasil memperoleh suara terbanyak kedua di daerah pemilihan (Dapil ) IV, Asep Saepudin.
Meski sebelumnya beredar kabar bahwa kursi istri Bupati Karawang Ade Swara ini akan diduduki oleh Ketua DPC Partai Gerindra Karawang Royke Benta Sahetapi, namun Asep menepis bahwa itu hanya rumor. Pasalnya, saat pemilihan legislatif kemarin, Royke tidak satu dapil dengan Nurlatifah. "Sekali lagi saya percaya Bang Roy tidak mungkin dia salah melakukan PAW (pergantian antarwaktu). Bang Roy tahu dan menghormati peraturan serta perundang-undangan yang berlaku," paparnya.
Saat ini, mantan Kepala Desa Lemahmakmur, Kecamatan Telagasari ini didesak oleh para konstituennya untuk secepatnya mengurus persyaratan menggantikan Nurlatifah. "Sebenarnya tidak etis membuka masalah ini sekarang. Apalagi Hj Nurlatifah saat ini status hukumnya masih tersangka. Namun, desakan dari bawah (konsituen) mendorong saya untuk segera duduk di DPRD Karawang," kata Asep.
Untuk pengajuan dan berkas-berkas yang dibutuhkan, kata Asep, sebenarnya sudah diserahkan ke DPC Gerindra. Namun, hingga saat ini belum ada kejelasan.  Bukan itu saja, diketahui Asep juga sudah menemui Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto terkait permasalahan PAW di DPC Gerindra Karawang. Agenda dia bertemu dengan Prabowo Subianto hanya untuk memberikan informasi terkait rumor yang mulai berkembang di Karawang.
Terkait penahanan Nurlatifah, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad mengaku prihatin dengan kasus korupsi yang kini sudah menjadi kejahatan keluarga.  Dia mencontohkan, kasus kasus korupsi yang melibatkan Bupati Karawang Ade Swara. Dalam kasus itu KPK juga menjerat istri Ade, Nurlatifah. Kata Abraham, karena maraknya kasus korupsi yang melibatkan anggota keluarga, maka hal paling ampuh untuk mencegah tindakan korupsi adalah pendidikan dalam keluarga.  Menurut Abraham, sosok istri adalah garda terdepan pencegahan korupsi. Sebab, Samad menilai peran istri sangat penting dalam upaya pencegahan tindakan korupsi yang dilakukan oleh suami. "Melibatkan ibu-ibu sangat bermanfaat, karena ibu dapat memberikan dorongan ke bapak-bapak dalam menjalani komitmennya," kata Abraham. (ops/rk)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template