Karawang Mencekam, LSM dan Ormas Saling Bacok - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Karawang Mencekam, LSM dan Ormas Saling Bacok

Karawang Mencekam, LSM dan Ormas Saling Bacok

Written By Mang Raka on Minggu, 08 September 2013 | 12.00.00


  *2 Sekarat 2 Mobil Dibakar

KARAWANG, RAKA - Seorang kritis dan seorang lagi sekarat serta sebuah mobil terbakar setelah dilempar bom molotov dalam aksi mengerikan antar LSM dan Ormas yang terjadi, Sabtu (7/9), sekitar pukul 09.00 WIB di perempatan lampu merah DPRD Karawang di Jalan By pass Ahmad Yani. Sementara pihak kepolisian hingga berita ini diturunkan mengaku masih mendalami kasus berdarah itu.

Informasi yang diperoleh RAKA dua kubu yang bentrok adalah LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) dengan Ormas Badan Pembinaan Potensi Keluarga Banten (BPPKB). Peristiwa diawali saat lampu merah di perempatan lampu merah DPRD. Satu unit mobil Daihatsu Luxio yang ditumpangi sekitar 10 anggota LSM GMBI distrik Purwakarta termasuk di dalamnya Ketua GMBI distrik Purwakarta H. Selan. Mobil tersebut dalam perjalanan menuju sekretariat LSM GMBI di Jalan Panatayudha.
Tanpa terduga-duga datang massa ormas BPPKB dan menyerang mobil yang ditumpangi rombongan anggota GMBI distrik Purwakarta. Massa ormas tersebut langsung menyerang dengan senjata tajam dilanjutkan dengan pelemparan bom molotov. Aksi tersebut mendapat perlawanan dari anggota LSM yang berada di dalam mobil Luxio. Sempat terjadi baku hantam antara dua kelompok tersebut hingga akhirnya anggota LSM yang berada di dalam mobil berhasil menguasai keadaan bahkan sempat mengejar massa penyerang. Dalam peristiwa itu Ketua GMBI Distrik Purwakarta H. Selan dan seorang anggotanya yang belum diketahui namanya mengalami luka parah dibagian kepala akibat sabetan senjata tajam. Sementara anggotanya yang lain hanya mengalami luka lecet dan memar-memar dibagian pelipis dan anggota badan. H. Selan sendiri bersama anggotanya yang terluka langsung dilarikan ke RSUD Karawang untuk mendapatkan pengobatan. 
“Kami di kepung pas di jalan, karena kebetulan pada saat lampu merah sedang menyala. Jadi mobil kami tidak bisa bergerak. Pada saat itu kami dikepung oleh orang-orang yang tidak dikenal dan langsung melakukan pemukulan kepada mobil dan melakukan pembacokan serta melemparkan bom molotof. Kamipun melakukan perlawanan, hingga akhirnya mereka kabur ke gang-gang,” ungkap seorang anggota GMBI Distrik Purwakarta di RSUD Karawang yang mengalami luka bacok.
Akibat kejadian bentrok tersebut, antar ormas dan LSM ini membuat kota Karawang mencekam selama beberapa jam. Bahkan, lalu lalang kendaraan mendadak sepi dan warga sekitar kejadian terlihat ketakutan. Sementara dari pihak kepolisian langsung menerjunkan ratusan anggotanya untuk mengamankan aksi dan mencegah aksi susulan.  Informasi yang berhasil dihimpun, bentrok antar LSM dan Ormas tersebut pecah akibat hal sepele, yakni buntut dari permasalahan leasing. Seorang petugas leasing itu merupakan anggota Ormas dan kendaraan yang akan ditarik merupakan milik dari salah satu anggota keluarga anggota LSM. Kendaraan itu tidak sempat ditarik. Justru terjadi saling menantang saat itu, sampai memicu emosi masing-masing anggota LSM dan Ormas tersebut.
Sedangkan bentrok yang terjadi pada Sabtu pagi tersebut diduka bentrok susulan yang sempat terjadi pada Jumat (6/9) malam. Pada Jumat (6/9) malam itu sekelompok orang diduga dari Ormas BPPKB-Banten mendatangi sekretariat LSM GMBI, sambil menggerung-gerungkan motor. Selanjutnya pada Sabtu pagi sekelompok LSM GMBI membalas mendatangi sekretariat Ormas BPPKB-Banten di jalan raya Cakradiredja. Mereka merusak sekretariat dan merusak sejumlah kendaraan termasuk dua kendaraan roda empat dan satu kendaraan roda dua.
Pasca kejadian aparat kepolisian dari Polres Kabupaten Karawang, meningkatkan pengamanan di sekitar wilayah perkotaan menyusul terjadinya bentrok antara LSM GMBI dengan Ormas BPPKB-Banten. Kabag Ops Polres Karawang Kompol Robi Yanuar mengatakan, sebenarnya saat ada indikasi penyerangan pada Jumat (6/9) malam, pihaknya sudah melakukan pengamanan di beberapa titik. Tetapi bentrokan pecah pada Sabtu pagi.
Atas peristiwa itu pihaknya akan meningkatkan pengamanan dengan menurunkan ratusan personel di sejumlah titik. Termasuk diantaranya melakukan pengamanan di sekretariat LSM GMBI dan Ormas BPPKB-Banten yang terlibat bentrok. "Untuk sementara ini, kita masih mengandalkan aparat kepolisian dari Polres Karawang dalam melakukan pengamanan, dan belum meminta bantuan personel dari Polda Jabar," kata Kabag Ops. Ia juga mengaku pihaknya belum berkoordinasi ke Kodim 0604 Karawang untuk meminta bantuan personel TNI. Jika situasi semakin memanas dan kemungkinan terjadi bentrok susulan, baru akan dilakukan koordinasi. 
Sementara itu, tiga unit mobil dan sejumlah kendaraan sepeda motor rusak akibat bentrok dua kelompok massa dari LSM GMBI dan Ormas BPPKB-Banten di Karawang, Sabtu. Tiga unit kendaraan roda empat atau mobil yang rusak itu, dua diantaranya hangus terbakar. Sedangkan satu unit mobil lainnya hanya rusak pada bagian kaca. Sedangkan sejumlah kendaraan sepeda motor yang berada di sekitar Ormas BPPKB-Banten jalan raya Cakradiredja rusak karena dihantam benda tumpul dan dibakar massa. Sementara hingga berita ini diturunkan RAKA tidak berhasil memperoleh informasi dari pihak ormas BPPKB karena sedang tidak ada di lokasi dan tidak ada yang bisa dihubungi RAKA. (cr2)
Berbagi Artikel :

17 komentar:

  1. seharuanya dipikirkan lebih jauh keuntungan atw kerugian yg diaebabkan adanya lsm..

    BalasHapus
  2. IQ jongkok dipelihara.....

    BalasHapus
  3. de swara bubarkeun weh euweuh ath lsm teu paruguh kitu areuweuh gawe teu garableg polo,tah nu kitu preman berwajah LSM . . . #pikanjingeun kbeh ge

    BalasHapus
  4. KACAU SUDAH NEGERI INI, DI MANA-MANA PREMANISME DAN KEBRUTALAN OKNUM-OKNUM YG TIDAK BERTANGGUNG JAWAB MERAJAI HUKUM JALANAN, KEMANA APARAT PETUGAS YG BERWENANG SELAMA INI......? KALAU MEMANG TERNYATA TAK MAMPU YA SUDAH LEGOWO SAJA.......MUNDUR TERATUR....

    BalasHapus
  5. langsung dicabut izin kelembagaanya.
    kalau ke dua kubu menolak untuk dicabut izinya...sekalian diadakanya adu tanding siapa yg menang biarkan beroperasi dn yg kalah kelautkan saja buat pakan ikan.

    BalasHapus
  6. Astagfirullah Ini adalah Balasan Atas Kelakuan H.Selan Ketua Distrik PWK yang dzolim....

    BalasHapus
  7. Boro-boro nyanghareupan LSM...nyanghareupan pamajikana oge takuuuuuuuuuuuuut

    BalasHapus
  8. gimana pemerintahan karawang mau maju, Istri bupati sma wakil bupati aja ga akur, Di Karawang itu ada PERDA (peraturan daerah) dan ada PERLA (peraturan Latifah Swara) jadi ga ada Bupati karena yang berkuasa malah Istrinya Bupati.

    BalasHapus
  9. Parah ormas ko ga mau bayar cicilan motor malah menyerang kantor harusnya malu hutang tu bayar bukan pamer jadi jagoan,gimana pemerintah ga bisa menindak kebrutalan preman yg berlidung di bawa bendera LSM,kapan mau maju yg ada kerusuhan terus,klo teroris di tembak di tempat,kenapa ke ormas tidak apa bedanya sama sama bikin kerusuhan dan mengacam keselamatan jiwa masyarakat,preman ko di lindungi tindak dong!!!

    BalasHapus
  10. enak jamane mbah harto aman,kapan kayak jamanya mbah harto.....

    BalasHapus
  11. Pemerintah dan aparat hukum harus bertindak tegas dengan kewenangannya,ini adalah pelanggaran hukum.utamakan kepentingan warga masyarakat diatas kepentingan pribadi dan golongan..cabut itu izin LSM yg melanggar hukum,sudah nyata dan jelas mereka ini berbuat kejahatan...kalau bangsa ini mengutamakan kepentingan kelompok dan Golongan diatas kepentingan Bangsa dan Negara tinggal tunggu saja KEHANCURANNYA,,kejadian ini akan terulang kembali seperti masa raja-raja bodoh zaman Nusantara yg dapat di adu domba oleh pihak2 yg rakus akan kekuasaan,ekonomi,dan kepentingan,untuk saling membunuh satu sama lain demi tercapainya tujuan mereka.

    BalasHapus
  12. Lamun maneh henteu naon-naon ka batur...
    maneh moal naon-naon ku batur...
    Nu diteangan dina kahirupan ngan saukur kaSALAMETan...
    Nanaonan maneh Cep kikituan kos carita diluhur naon MANFAAT na?????

    BalasHapus
  13. Lama lama klo di biarin malah menjadi jadi mening pada di basmi aja kaya jaman suharto jadi pada kaga ada yg berani bikin onar....korupsi di berantas tapi pungli yg mengatasnamakan LSM malah meraja lelah...ko belum ada yg di tindak...dengan alasan uang kordinasi keamanan terus polisi apa dong kerjanya melindungi apa membiarkan?

    BalasHapus
  14. Geus.... bubarkeun wae lah.... LSM ( Lembaga swadaya masyarakat) ORMAS ( Organisasi Masyarakat ), Kuring selaku masyarakat, teu nyaho iraha dibentukna LSM. Eweuh weh untungna aya LSM nu kararitu. nu aya mah nyengsarakeun masyarakat....... jadi preman unggal proyek pembangunan.... sing tereh modar sia LSM atawa ORMAS.

    BalasHapus
  15. Mungkin warga karawang kabupaten dan sekitarnya harus berkoalisi bertindak menolak keberadaan Lsm atau ormas apapun d tanah karawang...sampai hari ini sy belum mendengar aksi positif dr keberadaan lsm/ormas..yg ada cm preman dan penganguran berseragam aneh sekali penampilan mereka..woyy kalian yg berwenang jgn diam brantas sampe tuntas jgn takut warga karawang siap perang lawan lsm/ormas..

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template