DPRD Diminta Buat Pansus Insiden Penembakan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » DPRD Diminta Buat Pansus Insiden Penembakan

DPRD Diminta Buat Pansus Insiden Penembakan

Written By Mang Raka on Jumat, 27 September 2013 | 14.00

PASCA insiden penembakan gas air mata oleh kepolisian yang terjadi pada hari Senin (23/9) lalu di pabrik PT Fuji Seat, KIIC Telukjambe, kalangan buruh meminta DPRD agar membuat pansus untuk mengungkap kasus tersebut.

Permintaan buruh itu disampaikan perwakilan mereka dari Serbuk (Serikat Buruh Kerakyatan) yang datang ke gedung wakil rakyat Karawang, Kamis (26/9). "Kedatangan kami ke dewan untuk menyampaikan kronologis kejadian memilukan yang menimpa rekan kami sesama buruh yang menjadi korban penembakan aparat kepolisian saat menggelar aksi unjuk rasa di pabrik PT Fuji Seat tanggal 23 September. Itu terjadi akibat sikap polisi yang terlalu refresif menghalau aksi," ujar Ketua Serbuk, Saeful Sadad.
Ditegaskannya, semua komponen buruh di Karawang maupun di berbagai daerah lainnya sepakat untuk meminta keadilan. Oknum polisi yang dinilainya bersikap berlebihan itu harus diproses secara hukum. Di sisi lain, secara politik pun DPRD, dipintanya, turut membongkar peristiwa tersebut melalui pansus. Sehingga akan diketahui, apakah tindakan polisi dalam mengamankan aksi unjuk rasa kala itu sudah benar-benar sesuai prosedur atau tidak.
"Selama ini kami merasa bahwa nasib buruh seringkali mendapatkan perlakuan diskriminasi, baik oleh oknum perusahaan maupun oknum aparat. Buktinya, ketika buruh menuntut hak bukannya diayomi kepolisian, mereka malah bertindak represif. Yang kami minta, sudah semestinya pemerintah lebih kritis melihat keadaan di masyarakat yang sebenarnya. Seperti ketika preman bayaran yang disewa perusahaan buat menghadang buruh yang sedang aksi justru didiamkan," sesal Saeful.
Sambung dia, bila pemerintah tidak besikap tegas terhadap penegakan hukum, dipastikannya akan berdampak buruk terhadap eksistensi negeri ini. Karena kepercayaan publik, khususnya buruh, kata dia, bisa hilang. "Harapan kami, masalah rekan-rekan di PT Fuji Seat harus dapat pula diselesaikan sesuai Undang-undang nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Buruh yang terkena PHK diperkerjakan kembali dan meminta pihak perusahaan turut bertanggungjawab atas insinden yang membuat duka bagi kaum buruh," tegasnya.
Sementara itu, Yadi Setyadi, korban penembakan mengingatkan aparat penegak hukum agar tidak lagi berbuat kasar terhadap masyarakat yang menggaji mereka. "Mereka makan dari uang jerih payah kami yang di bayarkan untuk pajak. Tapi kenapa uang pajak itu malah digunakan untuk menekan masyarakat seperti kami? Akibat penembakan gas air mata, saya mengalami sobek di pelipis kiri dan mendapatkan 5 jahitan. Saat kejadian, saya tengah berdiri di depan pabrik. Di mana aparat kepolian tiba-tiba begitu reaktif membubarkan aksi unjuk rasa dengan menembakan peluru gas air mata. Saya jadi korban," ungkapnya.
Secara terpisah, Sekjen KSN yang menjadi koordinator aksi Serbuk mengabarkan ke kalangan pers bahwa ia bersama kekuatan buruh lainnya telah melaporkan insiden di pabrik PT Fuji Seat ke Propam Mabes Polri dengan surat pelaporan STPL/217/IX/2013/YANDUAN. "Kita memberikan waktu selama 7 hari sejak laporan disampaikan. Yaitu mesti ada progress. Jika tidak, maka reaksi buruh akan terus berlanjut hingga kami benar-benar memperoleh keadilan hukum," tegasnya. (vins)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : The-Kiel Admin MaNg RaKa
Copyright © 2012. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template
Best View using Mozilla Firefox version 3 or higher.