PPDB Online Dinilai Bisa Bermasalah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » PPDB Online Dinilai Bisa Bermasalah

PPDB Online Dinilai Bisa Bermasalah

Written By Mang Raka on Jumat, 07 Juni 2013 | 14.00

KARAWANG, RAKA - Sistem online yang diberlakukan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdik Pora) dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) pada tahun ajaran 2013/2014 mulai menuai kritik tajam di kalangan praktisi pendidikan. Diyakini, cara ini bakal memunculkan banyak masalah. Bahkan pada saatnya nanti pihak sekolah bisa jadi korban hujatan masyarakat.
"Disdik Pora sepertinya mengenyahkan kondisi riil di lapangan. Coba saja jujur, apakah mayoritas siswa-siswi kita sudah terbiasa akrab dengan internet? Balum lagi informasi yang kita peroleh dari perusahaan operator selular yang digandeng Disdik Pora menyebutkan, jika data yang masuk website PPDB sulit buat distop ketika pendaftar telah melebihi kuota pada setiap sekolah atau yang memenuhi passing grade. Dan siapa pula yang bertangunggungjawab tatkala jaringan internet bermasalah mendekati penutupan PPDB?" tanya praktisi pendidikan, R Darwis.
Secara umum yang membuat dirinya terenyuh, anak-anak sekolah sekarang selalu diberikan beban berat oleh berbagai kebijakan elit pejabat pusat sampai daerah. Mulai dari bagaimana dahsyatnya mental anak-anak harus menghadapi UN (Ujian Nasional) layaknya mau turun berperang mempertaruhkan nama baik hingga kejiwaan mereka banyak yang terganggu, hingga lulus UN pun, Darwis merasakan, anak-anak masih harus bertaruh lagi untuk bisa diterima sekolah yang diinginkannya. Padahal amanat UUD 1945, pendidikan adalah hak setiap warga negara yang wajib disediakan oleh pemerintah.
"Bagaimana jadinya ketika anak-anak kita mau melanjutkan sekolah saja dipersulit pemerintah dengan berbagai aturan? Kita sepakat kualitas hasil didik harus terus ditingkatkan. Tapi bukan berarti hak mereka bersekolah dibatasi? Kalau 'otak' pejabat kita yang mengurusi pendidikan sudah tidak rasional lagi, kita yakin angka partisipasi anak bersekolah bukan mustahil bakal turun ke posisi terendah. Percuma ada subsidi pendidikan gratis jika tidak bisa dinikmati mereka. Pola kebijakan PPDB kali ini menjadi bagian dari contoh buruknya pengelolaan dunia pendidikan kita, khususnya di Karawang," nilai Darwis.
Secara spesifik ia menyebutkan, PPDB kategori Bina Lingkungan yang dialokasikan 45 persen sangat rawan ekses. Yaitu berpotensi melahirkan sentimen lingkungan atau memunculkan sikap kedaerahan berlebih. Siapa yang akan diakomodir pada kategori ini, bagi Darwis, tidak ada kejelasan dasar hukumnya. Yang dikhawatirkannya, kelemahan Bina Lingkungan ini berpeluang memicu reaksi bagi yang tidak terakomodir. Yang membuat ia merasa aneh, tatkala pola ini gagal di Bekasi, kenapa jusru di Karawang dianggap sebagai program inovatif.
"Belum lagi alokasi 5 persen jatah buat warga di luar daerah, berarti subsidi APBD Karawang untuk pendidikan gratis turut dinikmati orang lain. Dan ini bisa menjadi bagian pemicu kecemburuan sosial di masyarakat tatkala banyak warga Karawang gagal masuk sekolah negeri yang diimpikannya. Soal sistem online PPDB dijadikan alasan buat menghindari titipan? Jujur, apa orang-orang Disdik Pora sudah merasa bersih? Sekarang saja ada yang sudah bingung kok karena mulai dititipi pejabat. Emang kita tidak tahu apa? Justru pola ini malah membuat beban dipikul sendiri pihak sekolah. Indikasinya sudah terbaca dari rapat sosialisasi PPDB di SMAN 5 antara petinggi Disdik Pora denga para kepala sekolah. Mereka ujungnya terkesan mau cuci tangan tatkala nanti masalah muncul," sindir salah seorang guru PNS di salah satu SMA yang meminta namanya dirahasiakan. 
Seperti diberitakan RAKA edisi 22 Mei lalu, bahwa Disdik Pora makin memperketat PPDB tahun ajaran 2013/2014 dengan alih-alih untuk menghindari titipan. Yaitu menerapkan sistem online. Bagi  setiap calon peserta didik lulusan tahun pelajaran 2012/2013 yang hendak melanjutkan jenjang pendidikan dari SD ke SLTP dan yang dari SLTP ke SLTA Negeri, mereka cukup mendaftarkan diri melalui website di alamat http//ppdbsmpkarawang.net atau www.ppdbkarawang.com. Sedangkan yang lulusan tahun sebelumnya, didaftarkan langsung ke sekolah tujuan dengan membawa Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN).
"Ketentuan ini diatur dalam Keputusan Bupati. Soal pembagian kategori, bakat pretasi dan penerimaan calon siswa baru dari luar Karawang sama-sama dialokasikan 5 persen. Sedangkan buat Bina Lingkungan maupun kategori umum, masing-masing 45 persen. Mengenai ketentuan passing grade, tidak terlalu berbeda dengan sebelumnya. Setiap sekolah mengacu kepada passing grade pendaftar yang masuk pada hari pertama pembukaan. Selanjutnya bisa berkembang," jelas Kepala Disdik Pora, Agus Supriatman, kala hearing dengan Komisi D DPRD tanggal 21 Mei lalu.
Waktu pendaftaran tahun pelajaran 2013/2014, kata dia, dimulai tanggal 13 sampai dengan 29 Juni. Yang berubah kali ini, pelaksanaan penerimaan siswa baru dibagi empat tahap. Tahap pertama dan kedua untuk kategori Bakat Prestasi maupun seleksi luar kabupaten. Yaitu mulai tanggal 13 hingga 15 Juni. Tahap ketiga diperuntukan kategori Bina Lingkungan. Yaitu, dibuka tanggal 17 sampai 21 Juni. Dan tahap keempat, giliran kategori umum siap dimulai tanggal 24 Juni berakhir tanggal 28 di bulan yang sama. Dikemukakan Agus lagi, bagi calon peserta didik baru yang berasal dari luar Kabipaten Karawang diberikan kesempatan melanjutkan pendidikan di sini dengan syarat harus membawa Kartu Keluarga asli dan surat pengantar dari sekolah asal yang diketahui oleh kepala Disdik kabupaten/kota setempat.
"Bila jumlah pendaftar pada kategori Bakat dan Prestasi melebihi kuota yang sudah ditetapkan, sekolah dapat melakukan passing grade. Yaitu menjumlahkan skor hasil prestasi akademik atau non akademik dengan jumlah nilai UN (ujian nasional). Apabila pendaftar tidak memenuhi kuota 5 persen, maka sisa kuota ditambahkan ke kuota Bina Lingkungan. Khusus untuk kecamatan yang tidak memiliki SLTA Negeri, maka peserta didik di kecamatan tersebut dapat mendaftarkan ke SLTA Negeri di kecamatan terdekat melalui seleksi umum. Misalnya, SMA Negeri 1 Pedes bisa menerima calon siswa dari Cibuaya. Atau SMA Negeri 2 Karawang dapat menerima pendaftaran umum dari luar desa inti dan imbas di Kecamatan Karawang Timur maupun dari Kecamatan Majalaya," papar Agus.
Mengenai pengumuman calon peserta didik yang diterima atau tidak, lanjut Agus, dibuka secara luas dan transparan sesuai prinsip akuntabilitas berdasarkan jadwal masing-masing kategori. Yakni, pengumuman tanggal 17 Juni untik kategori Bakat Prestasi dan luar kabupaten, tanggal 22 Juni yang kategori Bina Lingkungan, serta tanggal 29 Juni buat yang pendaftar umum. Terkait penyediaan SDM dan perangkat penunjang PPDB sistem online ini, Agus meyakinkan, semua telah siap. Bahkan dalam waktu dekat akan ada pelatihan yang dibantu disiapkan oleh salah satu perusahaan operator seluler terkemuka. "Semua ini demi meningkatkan kualitas pendidikan kita di Karawang. Di sisi lain, mudah-mudahan cara ini pula mampu menghindari titipan-titipan," tegasnya. (vins)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

Tuliskan Komentar Anda Tentang Artikel Diatas

 
Support by : The-Kiel Admin MaNg RaKa
Copyright © 2012. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template
Best View using Mozilla Firefox version 3 or higher.