Bupati Matikan Sekolah Swasta? - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Bupati Matikan Sekolah Swasta?

Bupati Matikan Sekolah Swasta?

Written By Mang Raka on Kamis, 27 Juni 2013 | 14.00

-Komisi IV Ungkit Pidato Bupati Soal PPDB

PURWAKARTA, RAKA - Anggota Komisi IV DPRD Purwakarta, Toha Mahsum, mengungkit isi pidato Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2013 saat digelar sidang paripurna di DPRD Purwakarta belum lama ini, yang isinya menyarankan sekolah negeri agar menerima sebanyak-banyaknya murid baru.

"Pak bupati saat paripurna sempat mengatakan agar sekolah negeri menerima siswa baru sebanyak-banyaknya. Bahkan kalau perlu, segera dibangunkan rombel (rombongan belajar) baru jika jumlah pendaftar melebihi kuota yang tersedia," ungkit Toha Mahsum saat hearing Komisi IV dengan Disdikpora, BKD, guru dan kepala sekolah swasta di DPRD, baru-baru ini.
Toha menduga, pernyataan orang nomor satu di Purwakarta itu terlontar karena bupati kala itu sedang semangat-semangatnya membahas masalah PPDB di Purwakarta. Namun diakui atau tidak, sambung Toha Mahsum, pernyataan tersebut pada satu sisi dinilai berimplikasi kurang baik bagi sekolah berstatus swasta. "Kalau semua murid mendaftar ke negeri, lalu siapa yang akan bersekolah di swasta? Dan memaksakan semua siswa masuk ke sekolah negeri, sedangkan infrastruktur pendukungnya belum memadai. Hal itu hanya akan memunculkan persoalan baru dalam dunia pendidikan, bukan menyelesaikan masalah," ujar politisi PKS itu.
Kabid Dikmen Disdikpora Kabupaten Purwakarta, Diaudin, mengamini hal tersebut. Menurutnya, tahun ini Pemkab melalui Disdikpora memang mengorientasikan agar sekolah negeri merekrut sebanyak-banyaknya siswa baru. Tak hanya itu, para siswa baru juga dibebaskan dari biaya pendaftaran dan DSP (Dana Sumbangan Pendidikan). Ini dimaksudkan agar setiap siswa mendapat kesempatan yang sama memperoleh pendidikan yang berkualitas.  Kendati demikian, lanjut Diaudin dalam realisasinya sejumlah pertimbangan tetap digunakan. Termasuk soal kesiapan infrastruktur bangunan di sekolah negeri. Artinya tetap ada batasan kuota maksimal penerimaan. "Tahun ini kuota siswa baru tingkat SLTA sebanyak 14.525 kursi, sedangkan jumlah lulusan SMP/Mts 13.725 orang. Untuk SMA negeri jumlah siswa yang diterima 3.662, sedangkan di SMKN 2.728 sisanya terserap di MAN dan sekolah swasta," papar Diaudin. (nos)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : The-Kiel Admin MaNg RaKa
Copyright © 2012. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template
Best View using Mozilla Firefox version 3 or higher.