Pesantren Belum Dapat Perhatian Serius - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pesantren Belum Dapat Perhatian Serius

Pesantren Belum Dapat Perhatian Serius

Written By Mang Raka on Senin, 20 Mei 2013 | 14.00

TEMPURAN, RAKA - Pemerintah dianggap masih absen dalam memprioritaskan perhatiannya untuk pondok pesantren. Hal itu terbukti dengan masih minmya alokasi anggaran dari APBN maupun APBD untuk memenuhi kebutuhan fisik dan penopang lembaga pendidikan tradisional tersebut.
Pengasuh Ponpes Misbahul Huda Desa Cikutul, Kecamatan Tempuran, Taufik Hidayat mengatakan,  memang perhatian terhadap pendidikan terhadap pondok pesantren sampai saat ini masih kurang greget. Dinilainya, bukan hanya terjadi di Karawang saja, tapi juga di daerah lainnya.
Padahal, lanjutnya, pondok pesantren bisa mengakomodir pendidikan formal yang sama seperti satuan pendidikan pada umumnya. Bahkan muatan yang disampaikan kerap kali ada kelebihan positifnya, terutama di bidang agama. “Lihat saja di ponpes kan ada muatan untuk pengayaan penguasaan Bahasa Arab atau Bahasa Inggris, ataupun bahasa yang lain. Di samping itu ada penekanan terhadap sisi moral dan budi pekerti,” katanya kepada RAKA.
Ia menambahkan, Ponpes Misbahul Huda yang dipimpinya misalnya, saat ini sudah punya sekolah DTA, MI dan KPA, namun sejak tahun 1996 belum pernah dikunjungi oleh pihak Kementrian Agama Kabupaten Karawang. Padahal secara pribadi bukan uang yang jadi harapan, akan tetapi kehadiran para petinggi Kementrian Agama akan menjadi motivasi bagi para pelaku pendidikan di pondok pesantren.
Karena itulah, dirinya mengharapkan para pemangku kepentingan di dunia pendidikan dapat mengakomodir keinginan para pengasuh ponpes secara umum, termasuk terjun langsung menyapa pesantren-pesantren yang ada di Karawang. "Minimal sedikit lebih baik jika ada perhatian dan kerjasama dalam memajukan pendidikan agama. Ponpes juga institusi pendidikan yang berpengaruh,” ujarnya.
Lebih lanjut ia menambahkan, dalam perjuangan Islam sangatlah berat karena pasti ada rintangan, mulai dari yang sifat pribadi maupun secara lembaga. Karena jika sikap perjuangan dibutuhkan kekompakan antara lembaga terkait kepentingan dalam hal ini persoalan syiar dan dakwah. "Perjuangan Islam bisa diibaratkan api, dipegang panas didiamkan ya padam. Maka jangan kaget jika fitnah itu ada ke para pejuang Islam dan tantangan juga pasti seperti kurangnya perhatian Kementrian Agama Karawang ke ponpes," pungkasnya. (rud)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : The-Kiel Admin MaNg RaKa
Copyright © 2012. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template
Best View using Mozilla Firefox version 3 or higher.