Kasus Pembunuhan Samolo Dikaji Mahasiswa - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kasus Pembunuhan Samolo Dikaji Mahasiswa

Kasus Pembunuhan Samolo Dikaji Mahasiswa

Written By Mang Raka on Senin, 20 Mei 2013 | 14.00.00

PURWAKARTA, RAKA - Mendalami kasus pembunuhan yang terjadi di Gang Samolo, Kelurahan Cipaisan, Kecamatan Purwakarta, yang terjadi bulan November 2012 lalu, Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Purwakarta (AMMP) menggelar saresehan hukum pidana di aula Hotel Intan,  Sabtu (18/5) kemarin.

Acara diskusi yang menghadirkan Soma Wijaya, pengajar program Magister Ilmu Hukum Universitas Padjadjaran (Unpad), dan Muh. Irsan Nasution, praktisi hukum sekaligus pengajar Ilmu Hukum Pasca Sarjana UIN Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung, itu dilaksanakan menyusul adanya kekecewaan dari pihak keluarga dan beberapa simpatisan terhadap pembacaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), yang menuntut terdakwa, Indra Purwanti (36), dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara pada agenda sidang di Pengadilan Negeri Purwakarta, belum lama ini.
Soma Wijaya mengatakan, tindakan JPU dalam kasus pembunuhan almarhumah Iis Ismayanti, dinilainya terlalu berani karena hanya menggunakan pasal tunggal. Seharusnya, JPU menuntut terdakwa dengan pasal berlapis, bukan hanya pasal tunggal 338 pembunuhan biasa. "Padahal pasal lain bisa dikenakan terhadap terdakwa, yaitu pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman maksimal hukuman mati, atau 20 tahun penjara. Kemudian pasal 365 KUHP, pembunuhan dengan pemberatan. Jika hal tersebut dikaitkan dengan bukti-bukti yang ada. Bahwa terdakwa membawa korek dan alkohol, untuk apa ada korek kalau dia tidak merokok? Termasuk untuk apa dia membawa alkohol? Kemudian juga bukti lainnya, pencurian uang 8 jutaan lebih, tas, dan hp korban yang ditemukan di kamar terdakwa," ungkap Wijaya dalam pemaparannya.
Di tempat yang sama, Penda, Dewan Penasehat AMMP Purwakarta mengatakan, pihaknya sengaja menggelar dialog kasus pembunuhan tersebut, sebagai evaluasi dan pencerdasan hukum untuk para mahasiswa dan masyarakat yang ada di Purwakarta. Adapun untuk kesepakatan dari hasil dialog yang dihadiri oleh sejumlah mahasiswa, masyarakat, juga keluarga korban, pihaknya akan melaporkannya ke pihak-pihak penegak hukum terkait di Purwakarta. "Sangat disayangkan pihak-pihak yang berkompeten seperti kejaksaan dan pengadilan tidak ada satupun yang datang. Padahal panitia penyelenggara telah mengirimkan undangan kepada pihak Kejaksaan Negeri dan Pengadilan Negeri Purwakarta," terang Penda. (cr1)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template