Ditemukan Gerabah Prasejarah di Kebon Jambe - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Ditemukan Gerabah Prasejarah di Kebon Jambe

Ditemukan Gerabah Prasejarah di Kebon Jambe

Written By Mang Raka on Selasa, 07 Mei 2013 | 14.00

TEGALWARU, RAKA - Salah satu tempat bersejarah di Karawang bagian selatan tepatnya di Kebon Jambe (Kebon Jampe) di gugusan pegunungan Sanggabuana, Desa Mekarbuana, Kecamatan Tegalwaru, mulai dieskavasi oleh para ahli arkeolog, kemarin.

Hasil sementara eskavasi, terdapat banyak serpihan benda bersejarah di Kebon Jambe. Bahkan, penelitian tersebut bukan hanya memberikan informasi nilai sejarah, akan tetapi dengan berbagai temuan saat eskavasi membuktikan Kebon Jambe merupakan tempat yang digunakan dari masa ke masa, dari peradaban pra sejarah hingga zaman kerajaan.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Karawang, Drs H Dadan Sugardan MPd.melalui Kabid Kebudayaan, Drs Ayi Muhtar, mengatakan, beberapa hari ini tim eskavasi sudah mendapatkan bukti-bukti bahwa Kebon Jambe merupakan tempat bersejarah, atau layak disebut Situs Kebon Jambe. "Bukti-bukti pendukung yang sudah didapatkan selama lima hari diantaranya gerabah dalam bentuk serpihan yang diperkirakan dari zaman neolitikum, serpihan keramik abad ke 17-19. Selain itu ditemukan juga serpihan gerabah buni (masyarakat pantai), dan kapak (beliung persegi) batu dari zaman neolitik atau prasejarah," ungkapnya.
Dari hasil temuan tersebut dapat dilihat bahwa Kebon Jambe merupakan tempat yang digunakan secara turun temurun hingga beberapa periode. Hal itu ditandai dengan banyaknya menhir yang tak hanya terdapat di tempat inti saja, dan diperkirakan umur pemakaian yang berbeda-beda. "Kami berharap pascakegiatan eskavasi dapat dilanjutkan pada tahapan kegiatan lebih lanjut lagi, serta diharapkan dapat mendukung pariwisata yang di Karawang," tuturnya.
Menurut Profesor Hasan Jafar (73) yang lebih akrab dipanggil Mang Hasan, Arkeolog UI, jika melihat dari hasil temuan selama eskavasi membuktikan Kebon Jambe merupakan tempat yang selalu digunakan dari zaman pra sejarah hingga zaman kerajaan dan peralihan dari Hindu ke Islam. Karena selain ditemukan pondasi yang terstruktur dari batuan, dan dengan ditemukannya serpihan gerabah dan kapak batu atau beliung persegi sudah membuktikan bahwa tempat ini merupakan tempat yang dihuni sejak pra sejarah.
Profesor inipun menjelaskan bahwa gerabah yang ditemukan diperkirakan telah ada sejak masa prasejarah, tepatnya setelah manusia hidup menetap dan mulai bercocok tanam. Seperti situs-situs arkeologi di Indonesia lainnya, telah ditemukan banyak tembikar yang berfungsi sebagai perkakas rumah tangga atau keperluan religius seperti upacara dan penguburan. Tembikar yang paling sederhana dibentuk dengan hanya menggunakan tangan, yang berciri adonan kasar dan bagian pecahannya dipenuhi oleh jejak-jejak tangan (sidik jari), selain itu bentuknya kadang tidak simetris. Adapun daya dukung bahwa adanya setelah manusia hidup menetap dan mulai bercocok tanam ini terbukti di sekeliling Kebon Jambe terhampar sawah yang subur, dan terindikasi merupakan sawah purba. Terlebih jika melihat kondisi pengairan yang stabil dengan sirkulasinya yang baik, hingga Kebon Jambe ini secara keseluruhan dikelilingi oleh aliran sungai. "Saya berharap penelitian inipun dapat memberikan pemahaman sejarah yang nyata," ujarnya saat ditemui RAKA di lokasi eskavasi.
Sementara itu, Ketua Tim Eskavasi Kebon Jambe dari Balai Arkeolog Bandung, DR Lutfi Yondri MHum, mengatakan, tim eskavasi pengungkapan latar belakang bentuk dan struktur Situs Kebon Jambe  harus didukung juga oleh kawasan luar inti seperti keberadaan sawah purba. Selain penemuan serpihan, juga ditemukan sejak awal struktur bangunan pundak berundak atau bangunan berteras dengan dibatasi aliran sungai kecil. Selain itu, terdapat pula berbentuk teras berundak. "Dari pengamatan sementara dapat diidentifikasi ada teras berbentuk utuh, berada di bagian paling tinggi. Areal situs dengan denah persegi terbuat dari susunan bongkahan batu andesit. Di bagian teras tertinggi itu masih dapat diamati beberapa tingkatan teras yang sedang ditindak lanjuti dengan kegiatan eskavasi," ujarnya. (ark)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : The-Kiel Admin MaNg RaKa
Copyright © 2012. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template
Best View using Mozilla Firefox version 3 or higher.