Saksi Korupsi RSUD Diperiksa Ulang - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Saksi Korupsi RSUD Diperiksa Ulang

Saksi Korupsi RSUD Diperiksa Ulang

Written By Mang Raka on Jumat, 05 April 2013 | 14.00

-Jaksa Diminta Gerak Cepat

KARAWANG, RAKA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang masih menunggu hasil pemeriksaan para saksi untuk menetapkan tersangka kasus dugaan korupsi di RSUD sebesar Rp 40 miliar lebih.
Bahkan lembaga hukum ini masih memperdalam dengan melakukan pemeriksaan ulang terhadap para saksi. "Kita tengah melakukan pemeriksaan ulang terhadap saksi-saksi agar prosesnya lebih cepat," ujar Kasie Intelejen Kejari Karawang Imran Yusuf kepada wartawan, Kamis (4/4).
Guna memperdalam kasus, pihak kejari memanggil dan memeriksa kembali Wakil Direktur (Wadir) Keuangan RSUD Karawang Ida Lisnurida dan Hasan selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Kamis (4/4). Pada pemeriksaan tersebut, tim penyidik melakukan pemeriksaan terdahap Wakil Direktur (Wadir) Keuangan RSUD Karawang Ida Lisnurida terkait pengadaan obat rutin dan seragam dinas. Sedangkan Hasan selaku PPK terkait pengadaan alat pembangit tenaga listrik atau genset.
Imran mengatakan pemanggilan kedua pejabat di rumah sakit berplat merah itu untuk  melengkapi pemeriksaan dugaan kasus korupsi di RSUD Karawang. Setelah keterangan dan pemeriksaan yang diberikan keduanya sudah lengkap, maka menurut Imran,  pihaknya tidak akan memanggil saksi lainnya. "Kalau dinyatakan sudah lengkap kita tidak akan memanggil saksi lagi," imbuhnya.
Dalam periksaan tersebut, kedua pejabat RSUD itu mulai diperiksa tim penyidik Kejari Karawang sejak pukul 09.00 WIB. Dan belum selesai hingga menjelang malam.
Secara terpisah, praktisi hukum Asep Agustian SH MH dalam keterangan persnya, Kamis (4/4), turut mengigatkan tim penyidik kejaksaan untuk tidak terkesan mengulur-ulur waktu dalam mengungkap kasus PDAM jilid II maupun RSUD. Ia khawatir, ketika keberanian Plt Kepala Kejari Karawang Patris YJ yang sedang diperlihatkan menyelesaikan kedua kasus ini tidak terkejar waktu gara-gara masa tugas yang bersangkutan keburu habis akibat tim penyidik lamban bekerja.     
"Apa yang sedang diperlihatkan Patris, itu harus diimbangi kinerja timnya. Kita berharap, sebelum beliau habis masa tugasnya selaku plt kepala kejari di sini, minimal kedua kasus ini tertuntaskan. Siapapun yang terindikasi kuat secara hukum terlibat, penyidik tidak perlu ragu atau ewuh pakewuh menetapkannya sebagai tersangka. Apalagi pada kasus RSUD, konon kabarnya tim penyidik kejaksaan telah mengantongi 8 nama calon tersangka, buka saja segera. Kenapa mesti mengulur-ulur waktu?" hemat Asep.
Malah tatkala kejaksaan tetap menyimpan semua nama tersangka tersebut, ia yakin, opini publik kepada orang-orang yang pernah disebut-sebut dalam pemberitaan di media atas dugaan beberapa kalangan, bisa makin teramini. "Kalau tidak dibuka, kasus ini makin burem. Bicara hukum bukan persoalan suka atau tidak suka. Sepanjang ditemukan alat bukti yang cukup, kenapa mesti ragu? Tak ada yang kebal hukum di negeri ini. Kita pasti support pihak kejaksaan sepanjang tetap konsisten mengedepankan penegakan hukum tanpa pengecualian," tandasnya.

Usut Tuntas
Sebelumnya, istri Bupati Ade Swara, Hj Nurlatifah, menyatakan sepakat untuk kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait pengadaan genset di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang terus dibongkar tuntas. Dengan begini, menurutnya, tudingan-tudingan yang mengarah ke keluarganya dapat terjawab. Dan bila benar ada yang bermain, ia berharap pula, bisa terungkap jelas hingga publik tidak lagi dibingungkan oleh sak wasangka yang tak berdasar.
"Saya sangat setuju kasus pengadaan genset di RSUD yang sedang ditangani tim penyidik Kejaksaan Negeri Karawang bongkar saja sampai tuntas. Terus terang, ketika muncul fitnah yang diarahkan ke anak saya, itu sangat menyakitkan. Tapi kami tetap sabar. Menyerahkan sepenuhna kepada Allah SWT. Mungkin cobaan ini buat menaikan derajat keluarga kami. Disadari pula, dalam posisi Bapak (Bupati Ade Swara) sedang dipercaya memimpin pemerintahan Kabupaten Karawang, terpaan angin pasti saja ada," ujar Nurlatifah saat menggelar konferensi pers dengan kalangan wartawan, Rabu (3/4) malam.
Mengenai tudingan mantan Direktur Umum PDAM Tirta Tarum Agung Wisnu yang telah dinyatakan tersangka oleh kejaksaan yang menyatakan bahwa ada aliran dana mengalir ke rumah dinas bupati (RDB), tegas Nurlatifah, tudingan tersebut omong kosong. Untuk membuktikan ini, ia siap dikonfrontir dengan Agung atau orang-orang yang dianggapnya turut menyaksikan. Makanya, kata Nurlatifah, dirinya merasa sangat kooperatif tatkala dimintai tim penyidik kejaksaan sebagai saksi.     
Menurutnya pula, justru tatkala kasus ini masuk ke ranah hukum, kata Nurlatifah, ini langkah tepat untuk membuktikan ke publik atas tuduhan-tuduhan yang dirasakannya selalu negatif ke dirinya maupun keluarganya. "Semua sudah saya sampaikan ke penyidik apa adanya. Malah ketika akan dikonfrontir dengan tersangka, yang bersangkutan mangkir dari panggilan kejaksaan," tandasnya. (ops/vins)
Berbagi Artikel :

1 komentar:

  1. iya te kaji wis bli sabar kyeh pengen ana koruptor digantung.

    BalasHapus

 
Support by : The-Kiel Admin MaNg RaKa
Copyright © 2012. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template
Best View using Mozilla Firefox version 3 or higher.