Ridwan: Dampak IPLT Sudah Dikaji Matang - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Ridwan: Dampak IPLT Sudah Dikaji Matang

Ridwan: Dampak IPLT Sudah Dikaji Matang

Written By Mang Raka on Rabu, 24 April 2013 | 14.00

KARAWANG, RAKA - Dinas Cipta Karya Kabupaten Karawang menyatakan, masyarakat tak perlu terlalu khawatir terkait rencana pengaktifkan Instalasi Pengelolaan Lumpur Tinja (IPLT) di Desa Mekarmulya, Kecamatan Telukjambe Barat.
Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan Dinas Cipta Karya Karawang A Ridwan Salam mengatakan, sebelum wacana ini diekspos, tentu sudah melalui tahapan kajian terlebih terkait dampak yang akan ditimbulkannya. "Sebelumnya itu kan sudah kajian terlebih dulu, layak gak sih di situ," katanya kepada RAKA di kantornya, Senin (23/4).
Ia menjelaskan, rencana pengaktifkan IPLT ini tak terlepas kondisi saat ini, di mana Kabupaten Karawang sendiri belum mempunyai IPLT. Akibat tidak adanya fasilitas tersebut, pembuangan tinja tidak jelas. Pihaknya juga tidak menutup mata sering menemukan penyedia jasa membuangan tinja sembarangan di bantaran sungai. "Selama ini kita kan belum ada IPLT. Itu tinja dibuangnya di saluran yang tidak jelas, banyak diperkogi buang di sungai. Itu kan juga berbahaya. Tujuannya cuma satu, untuk menertibkan, agar dikelola dengan baik," bebernya.
Diakuinya, pembangunan IPLT ini sebenarnya sudah selesai pada 2007 lalu, namun pada waktu itu kondisi infrastruktur sangat buruk, sehingga belum diaktifkan. Sementara pada tahun 2012 lalu dilakukan pemeliharaan. Menurutnya, IPLT dirancang dengan beberapa tahapan yang dilengkapi 6 kolam penyaringan, sehingga tinja yang dikeluarkan tidak berbahaya dan sudah diperhitungkan dengan matang.  "Kita tidak sembarang buang, harus melalui beberapa tahapan. Dan ketika nanti sudah kering nanti bisa diolah untuk dijadikan pupuk," imbuh Ridwan.
Terkait dengan derasnya penolakan IPLT, Ridwan meminta kepada masyarakat agar memahami terlebih dulu tahapan-tahapan IPLT yang sudah dikaji. Terkait dengan kekhawatiran ketika terjadinya banjir di sekitar lokasi akan menerjang dan menghanyutkan tinja tersebut, Ridwan menegaskan itu tak akan terjadi. Pasalnya itu terbukti dengan banjir besar yang terjadi pada Januari 2013 lalu, meski permukiman penduduk terendam banjir, namun di lokasi IPLT tidak terkena dampak banjir. "Kan belum terbukti, janji kita itu takkan terjadi," tandasnya.
Karena itu, mantan Kabid Pemerintahan Desa BPMPD Karawang ini berharap, masyarakat memberikan kesempatan untuk mencoba terlebih dulu dan nanti hasilnya baru dievaluasi. "Kita upayakan dapat beroperasi optimal, termasuk minta dukungan masyarakat. Bayangkan kalau tidak ada IPLT?" sambungnya seraya menyebutkan, masyarakat akan dilibatkan dalam pelaksanaannya nanti. Sehingga, masyarakat bersama-sama akan mengontrol seberapa besar dampak negatif yang ditimbulkan dari IPLT ini.
Sementara itu, Warga Ciranggon Bekasi yang paling dekat dengan kolam bekas peruntukan TPAS Leuwisisir yang mau dijadikan tempat pembuangan tinja, menyatakan akan melawan Dinas Cipta Karya bila OPD di Karawang ini tetap bersikukuh pada rencananya. "Jika pemerintah ngotot dengan kekeliruannya, kami pun rakyat yang terkena dampak punya cara sendiri. Jangan disalahkan ketika ada mobil angkutan tinja masuk Leuwisisir tidak bisa pulang akibat mobilnya dibakar massa. Ini akibat pemerintah sendiri melalui Dinas Cipta Karya tidak mau mendengar kami. Bahkan telah menghina rakyat yang jadi langganan banjir. Mereka sendiri yang mendidik kami untuk tidak taat aturan," tegas Jazuli. (rud/vins)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

Tuliskan Komentar Anda Tentang Artikel Diatas

 
Support by : The-Kiel Admin MaNg RaKa
Copyright © 2012. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template
Best View using Mozilla Firefox version 3 or higher.