Pelabuhan Harus Sejahterakan Desa - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pelabuhan Harus Sejahterakan Desa

Pelabuhan Harus Sejahterakan Desa

Written By Mang Raka on Senin, 15 April 2013 | 14.00

TEMPURAN, RAKA - Salah satu desa yang akan menjadi lokasi Pelabuhan Cilamaya selain Desa Ciparagejaya dan Desa Cikuntul adalah Desa Sumberjaya. Desa yang berada di utara Kecamatan Tempuran tersebut pada Juni 2013 ini menggelar pemilihan kepala desa.
Sejumlah nama pun mulai beredar, salah satunya Ahmad Sofandi, warga Dusun Belendung 1 RT 07/02 Desa Sumberjaya. Pria kelahiran tahun 1984 tersebut mengaku banyak menerima masukan dari masyarakat dan tokoh pemuda yang menginginkannya untuk maju di pesta rakyat Desa Sumberjaya itu. Dirinya dinilai pantas untuk memimpin daerah yang sebagian wilayahnya akan dijadikan lokasi pelabuhan itu.
Sofandi menyebutkan, sebagai desa yang akan berkembang menjadi sebuah daerah pelabuhan, dalam pengelolaannya harus mengedepankan transparansi dan pro masyarakat. Alumi STIMIK Kharisma Karawang ini menilai, leading sektor di Sumberjaya harus maju. Menurutnya, dengan berbekal jiwa muda dan kerinduan masyarakat agar kades putra daerah menjadi modal utama untuk membawa perubahan yang benar-benar nantinya dirasakan masyarakat saat ini dan kelak ketika sudah dibangun pelabuhan.
Menurutnya, visi misi serta program yang dirasakan masyarakat saat ini masih kurang optimal. Untuk itu lanjutnya, dengan tekad kuat serta dorongan masyarakat, dirinya tidak akan mundur untuk berpartisipasi dalam pilkades. "Gerbong perubahan Sumberjaya sudah di depan mata, pelabuhan dan segala agenda skala nasional bertumpu di desa ini. Maka perlu ada manajerial yang baik dalam mengelola desa yang merupakan pecahan Tanjungjaya ini," katanya, Minggu (14/4).
Sopandi menambahkan, Sumberjaya masih butuh banyak sarana pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan sumber daya manusia. Sehingga diharapkan ke depan mampu bersaing. Diakuinya, akses pendidikan seperti di Dusun Kalenkalong masih sulit dijangkau. Karenanya pemda yang mewajibkan DTA lewat Perda mustahil akan menambah biaya pendidikan. Karena lanjutnya, pemerintah berani mewajibkan wajar dikdas 9 tahun dan ditopang pula dengan menggratiskan biayanya adalah sebuah capaian yang baik. Ia juga berharap ke depan DTA bisa digratiskan pemkab. Untuk itu, dirinya akan berupaya menambahan sarana pendidikan di desa ini.
Ditambahkannya, sarana infrastruktur masih memprihatinkan. Mantan Kaur Keuangan Desa Sumberjaya ini menilai, mata pencarian warga sebagai petani dan pedagang harus disuguhi akses jalan yang baik dan layak. Hanya saja, tinggal bagaimana pemerintahan desa bisa memenej dengan baik dengan pihak kabupaten. "Saya prihatin lihat infrastruktur, padahal akses jalan adalah penopang pencarian warga untuk ekonomi warga Desa Sumberjaya. Untuk itu gagasan upaya yang termenej dengan baik harus diprioritaskan pada pembangunan kelak," ujarnya.
Disebutkan juga, tambak di desanya amat luas, namun disayangkannya kebanyakan dimiliki orang luar desanya. Begitupun banyaknya lahan yang sudah dimiliki orang luar, jangan sampai menurutnya, banyak makelar merugikan warga Sumberjaya. Karena tidak menutup kemungkinan ke depan dengan adanya pelabuhan akan mengubah lahan menjadi beralih fungsi. Akan tetapi lagi-lagi ia harapkan jangan sampai ada masyarakat Sumberjaya dirugikan akibat salah kebijakan. Artinya, diperlukan relokasi yang tepat dan menguntungkan semua pihak. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : The-Kiel Admin MaNg RaKa
Copyright © 2012. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template
Best View using Mozilla Firefox version 3 or higher.