Masyarakat Semakin Antipati Terhadap LSM - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Masyarakat Semakin Antipati Terhadap LSM

Masyarakat Semakin Antipati Terhadap LSM

Written By Mang Raka on Jumat, 12 April 2013 | 14.00

RENGASDENGKLOK, RAKA- Setelah beberapa waktu lalu, masyarakat Rengasdengklok dibuat takut adanya tawuran LSM. Kini, kejadian serupa terjadi lagi, meski cepat ditangani namun terjadinya tawuran tersebut membuat rasa aman masyarkat terganggu. Hal itu juga, mengingat tawuran LSM bisa saja terjadi suatu saat karena rentan komplik kepentingan.
Pasca bentrokan yang kedua kalinya, hampir semua masyarakat di Rengasdengklok merasa khawatir dengan mungkin munculnya lagi bentrok antar LSM. Yuda, salah seorang warga kepada RAKA mengatakan, kalau LSM di Rengasdengklok rentan perang. Bagaimana tidak, untuk markasnya saja terkesan saling berhadapan. ”Kita sebagai masyarakat berharap adanya LSM yang labelnya swadaya masyarkat, bisa ikut mensejahterakan masyarkat Dengklok. Bukan malah sudah kondisi Dengklok yang butuh perhatian, justru sebaliknya,” terangnya.
Ditambahkan dia, dia tidak bisa melarang sebuah organisasi yang memang diatur Undang-undang (UU), namun dia juga meminta keberadaan LSM harus sesuai dengan UU juga. ”Diamana harusnya peran LSM menjadi kekuatan ke 13 untuk mendorong pembangunan di Dengklok berjalan cepat. Bukan kayak sekarang, tidak ada satupun LSM yang menyuarakan lambatnya pembangunan di Dengklok,” keluhnya.
Ditempat berbeda, Wawan, kejadian bentrok kali ini semakin membuat antipati masyarakat terhadap LSM semakin besar. Karena dengan belum lamanya Rengasdengklok melejit lewat pemberitaan perang LSM, kini harus terjadi lagi. Harusnya, hal itu menjadi cacatan buruk pertama dan terakhir. ”Kita selaku masyarakat berharap bisa semua potensi yang ada di Dengklok terus dipelihara aman. Karena orang Rengasdengklok memiliki beban sejarah masa lalu, sebagai kota lahirnya kemerdekaan Indonesia. Bagaimana jadinya kota lahirnya kemerdekaan tapi masyarakatnya terus berkelahi dalam hal ini yang ada di LSM,” tanyanya.
Kata Wawan, meminta kepada para pengurus tertinggi di LSM untuk membingbing anggotanya dalam hal mengedepankan komunikasi yang damai. Dalam hal ini mereka semua warga Rengasdengklok dan tinggal di Rengasdengklok. Masa kota untuk tempat tinggal sendiri harus diacak-acak sendiri. ”Masyarakat berharap apa yang ada di kepala pucuk pimpinan LSM. Seyogyanya mengedepankan kepemimpinan yang cinta damai dan bersaudara,” harapnya.
Hampir sama dengan dua orang warga tadi, Husni warga Rengasdengklok lainnya, mengakui kondisi Rangasdengklok dan sekitarnya seolah kota yang mengerikan selain baru saja kemarin terjadi tawuran geng motor yang menewaskan korban jiwa di daerah Pedes. Kini yang juga sebelumnya ada tawuran LSM, terulang lagi kasus yang sama. ”Apa sudah tidak ada lagi bahasa komunikasi yang damai, sehingga setiap masalah ujung-ujungnya berantem. Harusnya bagaimana membuat Karawang Utara ini bisa maju seperti didaerah lain. Kalau SDM- nya terus seperti ini, yang akan menjadi korban masyarkat itu sendiri. Mana mau ada investror singgah di Dengklok, yang ada juga Pemerintah Karawang sudah tidak peduli lagi terhadap pembangunan yang ada di Dengklok. Kini ditambah terus banyaknya kejadian yang membuat kita terus mundur,” akunya. (dri)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : The-Kiel Admin MaNg RaKa
Copyright © 2012. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template
Best View using Mozilla Firefox version 3 or higher.