Mantan Direktur Aqma Dipolisikan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Mantan Direktur Aqma Dipolisikan

Mantan Direktur Aqma Dipolisikan

Written By Mang Raka on Selasa, 30 April 2013 | 14.00

-Diduga Menipu Ratusan Juta

KOTABARU, RAKA - Mantan Direktur Rumah Sakit Aqma H Andri Rahmat MM, dipolisikan oleh warga Perumahan Cikampek Indah Blok A2 Nomor 1 Desa Sarimulya, Kecamatan Kotabaru, Dede Setiabudi, karena dianggap menipu dan menggelapkan uang milik istrinya, Yani Yahya, sebesar Rp 200 juta.
Diperoleh keterangan, kasus yang bermula dari hutang piutang tersebut terjadi bulan Desember tahun 2011. Saat itu, Andri yang masih menjabat sebagai direktur RS Aqma meminjam uang Rp 200 juta kepada Yani, untuk menambah modal usaha di bidang perdagangan emas secara online melalui PT. Speed Trader Indonesia. Bahkan, untuk memuluskan pinjaman tersebut, pelaku menjanjikan sejumlah keuntungan dari usahanya itu kepada korban. Tapi, hingga saat ini hutang tersebut tidak juga dibayarkan, meski surat perjanjian pembayaran hutang pernah dibuat kedua belah pihak. "Waktu itu kami percaya kepada dia karena posisinya sebagai direktur Aqma," ujar Dede, Senin (29/4) kemarin.
Kekesalan keluarga Yani memuncak setelah pembayaran hutang yang dijanjikan tidak kunjung dilakukan. Bahkan, pelaku yang juga warga Perumahan Taman Griya Blok A7 No 9, Desa Pucung, Kecamatan Kotabaru, pernah menjanjikan akan membayar hutang setelah salah satu rumahnya di perumahan elit, Kota Baru Parahyangan, Jalan Laratapa Laramaha no 26, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, terjual. Namun, setelah ditelusuri, ternyata rumah tersebut kepemilikannya sudah berpindah tangan kepada orang yang diketahui bernama Erwin. "Saat saya tanya ke pemilik rumah itu (Erwin), ternyata rumah di Kota Baru Parahyangan sudah dibelinya dari pelaku setahun yang lalu. Padahal, pelaku dua bulan yang lalu menjanjikan ke saya akan membayar hutang setelah rumah itu terjual," ungkapnya.
Melihat persoalan itu, Dede berharap pihak kepolisian segera menindaklanjuti dugaan penipuan dan penggelapan tersebut. "Kami berharap persoalan ini bisa secepatnya selesai," ujarnya.
Kapolsek Kotabaru, Iptu Endar Supriyatna melalui Kanit Reskrim, Aipda Ahmad S, membenarkan laporan korban terkait dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukan mantan direktur RS Aqma tersebut. "Saat ini kami masih memeriksa saksi-saksi. Sedangkan terlapor belum dipanggil," ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, mantan direktur RS Aqma itu belum berhasil dikonfirmasi. SMS maupun panggilan telepon tidak dibalas. Bahkan saat RAKA menyambangi kediamannya di Perumahan Taman Griya, terlihat sepi. Begitu pun ketika RAKA meminta klarifikasi kepada pihak RS Aqma, disebutkan security rumah sakit, manajemen tidak ada di tempat. (psn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : The-Kiel Admin MaNg RaKa
Copyright © 2012. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template
Best View using Mozilla Firefox version 3 or higher.