Lokasi Pelabuhan Cilamaya Sudah Dikuasai Spekulan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Lokasi Pelabuhan Cilamaya Sudah Dikuasai Spekulan

Lokasi Pelabuhan Cilamaya Sudah Dikuasai Spekulan

Written By Mang Raka on Kamis, 04 April 2013 | 14.00

TEMPURAN, RAKA - Rencana pembangunan Pelabuhan Cilamaya di pantai Kalenkalong, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tempuran, membuat kalangan spekulan maupun makelar tanah terus berusaha menguasai lahan di sekitar lokasi yang bakal dijadikan pelabuhan peti kemas tersebut.
Berdasarkan penelusuran RAKA, beberapa lokasi di Desa Sumberjaya, Cikuntul dan Ciparage, harganya terus berangsur naik. Menurut salah seorang sumber, harga lahan sawah per hektarnya berkisar antara Rp 400 sampai dengan Rp 500 juta. Sementara lahan tambak dari sebelumnya hanya berkisar Rp 80 juta kini mampu menembus Rp 200 sampai Rp 400 juta per hektarnya.
Saat ini, perkembangan pelabuhan masih dalam tahap study larap dan amdal yang baru akan selesai September tahun ini. Sedangkan desain detil pelabuhan baru akan selesai pada Juni tahun depan. Sementara diakui banyak pihak, soal kepemilikan lahan di wilayah ini banyak yang bermasalah. Begitupun jadwal pembebasan lahan pelabuhan belum secara detil terjadwalkan, lantaran sampai dengan saat ini keputusan presiden belum juga turun.
Sementara, akses jalan sepanjang 5 kilometer menuju lokasi, masih didominasi jalanan rusak. Mulai dari Pasar Turi hingga Kalenkalong. Ironisnya, di Dusun Kalenkalong tidak terdapat lembaga pendidikan selain mushola. Untuk sekolah dasar saja, siswa di sana harus berjalan kaki sepanjang 3 kilometer.
Kasie Pemerintahan Kecamatan Tempuran H Hamidi yang juga mengurusi PPAT mengaku akan selektif soal jual beli tanah agar kelengkapan syarat dan dokumennya bisa lengkap. Ia membenarkan harga tanah di sekitar lokasi pelabuhan meroket signifikan mulai Rp 400 hingga Rp 500 juta per hektarnya, baik lahan sawah maupun tambak. Meski demikian, naiknya harga tergantung dari penjual dan pembeli.
Ditambahkannya, status kepemilikan lahan memang dianggap banyak kalangan masih simpang siur dan saling klaim, namun ia mencatat bahwa ada sekitar 158 hektar lahan di sekitar calon lokasi pelabuhan menurut laporan dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) dimiliki oleh Raden Panji asal Cianjur yang memiliki 49 sertifikat. Karenanya, lahan tersebutlah yang akan menjadi lahan yang pertama dibebaskan pemerintah pusat. "Harga tanah memang sudah melambung tergantung transaksi, namun ada lahan menurut BPN 158 hektar adalah milik Raden Panji di Kalenkalong yang akan menjadi back up area, jumlah sertifikatnya sebanyak 49," ujarnya kepada RAKA, Rabu (3/4).
Lebih lanjut Hamidi mengatakan, ia masih belum paham adanya patok-patok atas nama PT Nusa Baru. Pihaknya juga masih mempertanyakan lahan Raden Panji yang memiliki 49 sertifikat tersebut apakah sudah ada pelimpahan ke tangan atas nama orang lain atau belum, karena detailnya BPN yang lebih tahu dan berwenang. Saat ini menurutnya, hasil dari kesimpulan Japan International Coorporatioan Asociation (JICA) dan konsultan sudah ada gambaran peta, termasuk akses jalan yang kabarnya selain opsi Cikampek-Tempuran ada Juga Opsi Cikarang-Tempuran.
Namun terlepas dari itu semua, soal relokasi masyarakat Kalenkalong dan sekitarnya harus dipikirkan bersama yang juga harus diperjuangkan para kepala desa. Meski dusun tersebut baru ada pada tahun 2002 dan didominasi pendatang. "Harus disiapkan SDM, relokasi juga harus dipikirkan saat ini," ujarnya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : The-Kiel Admin MaNg RaKa
Copyright © 2012. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template
Best View using Mozilla Firefox version 3 or higher.