Infrastruktur Asal Jadi, Pemkab Diminta Perketat Pengawasan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Infrastruktur Asal Jadi, Pemkab Diminta Perketat Pengawasan

Infrastruktur Asal Jadi, Pemkab Diminta Perketat Pengawasan

Written By Mang Raka on Jumat, 05 April 2013 | 14.00

PURWAKARTA, RAKA - Pembangunan infrastruktur di Purwakarta mendapat sorotan dari salah satu aktivis pemuda Purwakarta, pihaknya menilai pembangunan infrastruktur di Purwakarta tidak sesuai dengan yang diharapkan karena persiapan dan bersifat sesaat. Bukan untuk jangka waktu yang panjang.

“Pemerintah harus betul-betul mempersiapkan perencanaan yang matang agar hasilnya tidak asal-asalan. Jangan-jangan banyaknya infrastruktur yang dibangun hanya untuk memperbanyak proyek dan menaikan omzet,” ungkap Munawar Kholil, salah satu aktivis muda Purwakarta, Kamis (4/4) kemarin.
Mantan ketua DPD KNPI Purwakarta itupun mengingatkan agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta memperketat selektifitas dalam memilih pelaku jasa kontruksi, dan memperketat pengawasan dalam pelaksanaannya. “Pemkab yang mengeluarkan SK-nya, baik pelaksana maupun pengawasnya. Jadi Pemkab harus betul-betul bisa selektif dalam menerima jasa kontruksi, jangan sampai masyarakat yang dirugikan,” jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, pembangunan infrastruktur yang terus digencarkan oleh Pemkab Purwakarta, baik jalan dan kontruksi lainnya ternyata mendapat koreksi yang kurang baik dari Bupati Purwakarta, H. Dedi Mulyadi. Menurut Dedi, meskipun pembangunan di Purwakarta baik perkotaan dan pedesaan sudah tertata, namun hasil pengerjaannya kurang sesuai dengan yang diharapkan. “Pembangunan sudah tertata, tapi belum sesuai dengan yang diharapkan,” kata Dedi, belum lama ini.
Diketahui, anggaran infrastruktur Kabupaten Purwakarta dari APBD tahun 2013 sebesar Rp 114 miliar lebih. Meski demikian, Dedi mengaku, banyaknya jalan yang cepat bolong diakibatkan oleh perencanaan yang kurang matang dari para pelaku jasa kontruksi, serta tidak memperhitungkan kondisi lingkungan sekitar lokasi yang akan dibangun, sehingga hasil kerja kontruksi cepat rusak. Karena seharusnya, pertimbangan dalam pengerjaan kontruksi yang harus diperhatikan adalah desain, efektifitas, dan memprioritaskan kekuatan kontruksi untuk jangka panjang yang baik. “Seharusnya drainase diperbaiki terlebih dahulu. Jadi ketika hujan, air tidak mengalir ke ruas jalan dan mengakibatkan cepat rusak,” paparnya.
Dedi menambahkan, kurang sesuainya kontruksi yang telah dibangun juga diakibatkan dari mental para jasa kontruksi, yang dinilai tidak sungguh-sungguh dalam pengerjaannya sehingga hasilnya asal-asalan, serta kurang memuaskan. Kurangnya rasa tanggung jawab para jasa kontruksi, juga dinilai sebagai salah satu faktor masalah yang harus segera diselesaikan, agar kedepan kualitas kontruksi yang kurang baik tidak terjadi kembali.
“Kalau sudah seperti ini, yang dirugikan masyarakat,” pungkasnya. (cr1)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : The-Kiel Admin MaNg RaKa
Copyright © 2012. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template
Best View using Mozilla Firefox version 3 or higher.