Sepetak Bantah 'Restui' Penambangan Pasir Laut - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Sepetak Bantah 'Restui' Penambangan Pasir Laut

Sepetak Bantah 'Restui' Penambangan Pasir Laut

Written By Mang Raka on Jumat, 22 Maret 2013 | 14.00.00

KARAWANG, RAKA - Aktivis LSM Serikat Petani Karawang (Sepetak) Deden Sofian, mengingatkan pengusaha atau kroninya untuk tidak lagi mencantumkan nama LSM-nya apabila benar dimasukkan dalam daftar pihak yang setuju atas rencana penambangan pasir laut di lepas pantai utara Karawang, baik skala kecil apalagi besar-besaran.
"Ingat, kami tidak akan pernah setuju sampai kapan pun terkait aktivitas penambangan pasir laut di lepas pantai Karawang. Kami dari Sepetak tetap konsisten dengan sikap ini. Makanya kami sempat berang ketika terdengar kabar bila Sepetak disebut-sebut telah menyatakan persetujuannya. Katanya ada tanda tangan kami di sana. Itu jelas fitnah besar bagi kami. Yang pasti, Sepetak menolak punya alasan mendasar. Yakni, biota laut bakal terganggu dengan aktivitas penambangan pasir laut. Itu berarti, aktivias nelayan pun turut terganggu," tegas Deden saat bertemu RAKA di gedung DPRD, Kamis (21/3).
Dampak lain yang dikhawatirkan Deden tatkala di lepas pantai utara Karawang terjadi penambangan pasir laut adalah abrasi. Tanpa aktivitas itu saja, menurutnya, abrasi selalu menjadi ancaman. Oleh karenanya, yakin dia, hal yang tidak mungkin Sepetak terbujuk untuk memberikan persetujuan walaupun diiming-iming angka rupiah menggiurkan. Baginya, tegas Deden, menyelamatkan lingkungan dan makhluk hidup di sekitarnya jauh lebih penting dibanding materi sesaat demi priadi dan kelompoknya.
"Sekali lagi ingin kami tegaskan, tolong jangan goda Sepetak untuk melacurkan diri. Kami memang sempat diundang resmi ke BPMPT (Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu) sekitar setengah tahun lalu. Di sana kami bertemu dengan Camat Cibuaya dan beberapa orang lainnya, termasuk pengusaha yang kayaknya sebagai pihak penambang pasir laut. Saat itu saya tetap menolak. Malah saya minta Komisi C DPRD untuk melakukan sidak ke sumber lokasi yang direncanakan buat penambangan pasir laut. Info yang saya terima waktu itu, hasil penambangan di kita, pasir lautnya buat perumahan di Jakarta," ungkap Deden.
Sementara itu, kabar lain yang menyeruak di beberapa kalangan di Karawang menyebutkan, rencana kegiatan penambangan pasir laut di pantai Cemarajaya bakal mencapai 1 triliun kubik. Pasir ini, disebut-sebut, dibutuhkan buat ngurug pelabuhan di Muara Angke Jakarta Utara maupun pelabuhan peti kemas yang mau dibangun di pantai Tempuran-Cilamaya oleh Pelindo II. Konon pula, pasir laut dari Karawang ini bakal dikirim ke pulau seribu. Dan perusahaan yang sedang mengajukan izin, sempat dikatakan Agus Sundawiana saat masih duduk di kursi kepala Bapeda, adalah PT Johar Kemilau (JK). Sebelum izin diperbarui (katanya pernah mengantongi izin tapi tidak pernah digunakan sampai habis masa berlakunya), perusahaan ini diminta Bapeda untuk menyosialisasikan terlebih dulu ke masyarakat setempat.
Tapi tak urung pula, kabar lain menyebutkan jika PT JK sudah mengantongi izin prinsip dari Pemkab Karawang. "Coba saja telusuri, apakah perusahaan itu sudah melengkapi amdalnya? Siapa konsultan yang ditunjuk untuk proyek besar tersebut? Belum lagi dimana nanti mereka melakukan kegiatan penambangannya? Yang masuk perairan Karawang itu 0 sampai 4 mil dari bibir pantai. Kalau dulu mereka punya izin, lantas sejauhmana perijinannya? Ini mesti benar-benar jelas," demikian yang sempat dipertanyakan aktivis Jaringan Masyarakat Peduli Hukum (JMPH) Karawang, Moris Moy Purba. (vins)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template