PDAM Tirtajaya Diduga Bermasalah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » PDAM Tirtajaya Diduga Bermasalah

PDAM Tirtajaya Diduga Bermasalah

Written By Mang Raka on Selasa, 26 Maret 2013 | 14.00

TIRTAJAYA,RAKA- Belum selesainya kasus yang menimpa jajaran direksi PDAM Tirta Tarum Karawang, saat ini muncul kembali dugaan penyalah gunaan wewenang dengan tindakan mark up yang dilakukan oleh oknum karyawan PDAM yang berasal dari cabang Tirtajaya tersebut. Pasalnya, telah di temukannya sejumlah kwitansi sambungan rumah (SR) yang melebihi dari ketentuan tarif normal, mengingat ketentuan tarif normal tersebut hanya sekitar Rp 700.000.
"Sementara yang menjadi temuan dibeberapa kwitansi ada yang mencapai Rp 900.000," Ujar H Abas Selaku pemerhati BUMD dan BUMN, kepada RAKA, kemarin.
Selain itu, tambah dia, untuk temuan kwitansi tersebut terdapat adanya tindakan penyalah gunaan wewenang, karena didalam kwitansi tertera tandatangan Kepala Urusan (Kaur) administrasi, yang seharusnya untuk urusan kewenangan tersebut menjadi kewenangan kasir pembayaran. "Untuk apa adanya kasir jika kwitansi pembayaran saja harus dilakukan oleh Kaur ADM (administrasi). Jelas-jelas dalam hal ini sudah merupakan penyalahgunaan wewewnang yang tidak bisa dibiarkan begitu saja," tegas Abas.
Dengan adanya persoalan tersebut, lanjutnya, tidak bisa lepas dari Kepala Cabang (Kacab) PDAM Tirta Tarum Tirtajaya, yang padahal dilihat dari stuktur kepemimpinan di PDAM Cabang Tirtajaya, terhitung masih sangat baru di rehabilitasi pasca kejadian kasus yang sama, dimana Kepala Cabang (Kacab) dan Kaur ADM, beserta beberapa Karyawan yang tersangkut kasus yang sama telah dikenai sanksi direksi.
Sedangkan jika kita mengulas kembali persoaalan yang dialami oleh sejmlah karyawan PDAM Cabang Tirtajaya, dua diantara lima karyawan yang dikenai sanksi telah di non jobkan, yaitu kepala cabang dan Kaur ADM telah di non jobkan. Sementara yang tiga dikenakan pemecatan secara langsung oleh direksi karena melakukan kesalahaan yang dianggap lebih fatal oleh direksi. "Tetapi untuk kasus yang versi lama, yang dilakukan oleh struktur yang baru direksi tidak mengenakan sanksi seperti yang dikenakan terhadap karyawan sebelumnya," jelasnya.
Padahal, ungkap dia, persoalan nilai mark up bukan ukuran besar kecilnya nilai mark up tersebut, jika memang terbukti telah melebihkan nilai lebih tarif normal, tetap saja mark up. Apa pun alasannya, jelas di dalam kwitansi disebutkan untuk pembayaran. Jika persoalan ini tidak disikapi dan ditindak dengan serius oleh jajaran direksi, maka ada hal yang mungkin saja terjadi. "Ada masyarakat yang melakukan laporan terhadap lembaga yudikatif berdasarkan bukti temuan kwitansi, karena terkesan ada sikap tidak adil dalam pemberian sanksi untuk persoalan yang sama," pungkasnya. (dri) 
Berbagi Artikel :

1 komentar:

  1. hadooh... Baru aje kemaren tuh, PDAM cabang tirta jaya eh.. Udah bikin kasus baru lagi

    BalasHapus

 
Support by : The-Kiel Admin MaNg RaKa
Copyright © 2012. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template
Best View using Mozilla Firefox version 3 or higher.