Buruh PT Win Textile Minta Upah Naik - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Buruh PT Win Textile Minta Upah Naik

Buruh PT Win Textile Minta Upah Naik

Written By Mang Raka on Jumat, 01 Februari 2013 | 14.00

PURWAKARTA, RAKA - Sekitar seribuan massa buruh mengatasnamakan Persatuan Persaudaraan Muslim Indonesia (PPMI) menggelar aksi unjuk rasa di depan PT Win Textile, di Desa Cilegong Kecamatan Jatiluhur, Kamis (31/1). Para buruh menuntut managemen PT Win Textile membayar upah buruh sesuai besaran UMK (Upah Minimum Kabupaten) Kabupaten Purwakarta. Selain itu, mereka juga meminta managemen segera mengangkat status karyawan dari kontrak menjadi karyawan tetap.

Massa buruh berbendera PPMI ini datang dari sejumlah perusahaan di Purwakarta, Karawang dan Bekasi. Mereka datang berkonvoi ke PT Win Textile mengendarai sepeda motor dan mobil. Mereka datang untuk memberikan dukungan dan solidaritasnya kepada para buruh di PT Win Textile yang menurut mereka belum mendapatkan haknya secara wajar. Baik dalam persoalan besaran upah, terlebih soal status kepegawaian. Padahal PT Win Textile diketahui sudah beroperasi sejak sekitar satu tahun lalu.  "Sebagaimana amanat UU No 13 Tahun 2003 pasal 59 Tentang Ketenagakerjaan, perusahaan yang beroperasi secara terus menerus wajib mengangkat status para pekerjanya dari kontrak menjadi karyawan tetap," kata satu orang pengunjuk rasa dalam orasinya.
Sementara yang terjadi di PT Win Textile, sambung dia, hanya beberapa orang saja yang sudah diangkat. Itu pun jumlahnya tak lebih dari 100 orang. Padahal jumlah karyawan di perusahaan tersebut mencapai sekitar 1200 orang. Kondisi ini dinilai mereka sebagai bentuk penjajahan gaya baru. Oleh karenanya, ia meminta perusahaan segera menggelar dialog dengan para buruh dan memenuhi seluruh tuntutan mereka.  "Bagi kami praktek seperti ini (hak tidak sesuai dengan kewajiban) adalah pendzholiman," teriaknya.
Ungkapan senada disampaikan Ketua PPMI PT Win Textile, Syahril. Menurutnya, ada dua tuntutan buruh terhadap perusahaan. Pertama, meminta agar perusahaan membayar upah buruh sesuai besaran UMK yang telah disepakati di Purwakarta, yakni sebesar Rp 1,8 juta untuk Kelompok Jenis Usaha (KJU) 2. Saat ini perusahaan masih membayar upah buruh dibawah UMK. Tuntutan kedua, meminta perusahaan agar mengangkat status karyawan dari kontrak menjadi tetap. "Kami meminta agar tuntutan ini dipenuhi sekarang juga," pintanya.
Andai pun perusahaan tak bergeming dengan tuntutan tersebut, lanjut Syahril, massa PPMI sudah siap untuk menggelar tenda dan melakukan "pendudukan" perusahaan. Buruh akan mogok kerja. "Ini janji kami," ancamnya.
Menjelang siang, sejumlah perwakilan pengunjuk rasa diterima pihak perusahaan. Namun, hingga sore, dikabarkan belum ada kesepakatan yang diperoleh oleh kedua belah pihak. Hasilnya, massa buruh pun masih nampak duduk-duduk di sekitar pintu masuk perusahaan. (nos)
Berbagi Artikel :

1 komentar:

  1. Hak-hak buruh memang harus di perjuangkan,,agar tidak ada lg penindasan bagi kaum buruh.
    Hidup BURUH.

    BalasHapus

 
Support by : The-Kiel Admin MaNg RaKa
Copyright © 2012. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template
Best View using Mozilla Firefox version 3 or higher.