Bisnis Jepang Bisa Ubah Tata Ruang Karawang - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Bisnis Jepang Bisa Ubah Tata Ruang Karawang

Bisnis Jepang Bisa Ubah Tata Ruang Karawang

Written By Mang Raka on Rabu, 27 Februari 2013 | 14.00

-Tata Ruang Nasional Dibahas Maret, RTRW Mengikuti

KARAWANG, RAKA - Kerja sama ekonomi pemerintah Indonesia dengan Jepang akan berdampak langsung terhadap perubahan Rencana Tata Ruang Nasional (RTRN) yang diikuti perubahan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) daerah ini, terutama dalam penyediaan lahan bagi zona industri serta infrastruktur pendukungnya.
Kepala Bapeda Karawang Agus Sundawiana mengakui, kehadiran Japan International Cooperation Agency (JICA) dalam melakukan kajian buat pembangunan pelabuhan dan bandara di wilayah Kabupaten Karawang, adalah untuk kepentingan pengamanan investasi Negara Sakura tersebut di Indonesia, khususnya di daerah lumbung padi Jawa Barat ini.
"Kepentingan mereka (JICA) pasti lah buat mengamankan industri Jepang di Karawang. Apalagi dampak tsunami yang sempat menerjang Jepang beberapa waktu lalu, investasi besar mereka, terutama otomotif, merelokasi pabriknya ke Indonesia. Dan tempat yang dipilih Karawang. Makanya, kehadiran JICA di sini tidak sekadar melakukan kajian kelayakan pelabuhan dan bandara, tapi sekaligus menurunkan tim dalam menganalisa dampak banjir dari luapan Sungai Citarum dan Cibeet," ungkap Agus.
Dimungkinkannya, apabila JICA merekomendasikan kedua sungai besar itu perlu normalisasi, Jepang siap membantu memberikan bantuan anggaran proyek turap di sepanjang bantaran sungai-sungai penyebab banjir. Namun sejauhmana kemungkinannya dapat terealisasi, Agus sendiri belum berani memastikan. Hanya dari informasi yang diperolehnya, dampak banjir paling ditakutkan investor Jepang, berdampak pada terganggunya akses jalan menuju dan dari kawasan industri yang dibangun negara matahari terbit tersebut. Apalagi, banjir besar kemarin terjadi dari run off atau saluran permukaan.
Mengenai rencana perluasan kawasan industri di Karawang seluas 3.000 hektar, Agus juga di Bapeda belum mendapatkan kabar kepastiannya. Tapi kemungkinan ke arah itu, tidak dipungkiri dia, bukan mustahil. "Data Bapenas, di Karawang mau dibangun Gateway City seluas 1.800 hektar sebagai gerbang Jakarta. Bisa jadi, ini bagian dari perluasan Jabodetabek ke daerah kita sampai Purwakarta, seperti pernah diberitakan rekan-rekan media sebelumnya," urainya usai mengikuti rapat koordinasi antar OPD tentang rencana pembangunan tahun 2014 di aula gedung singaperbangsa, Selasa (26/2) siang.
Sebelum semua megaproyek itu direalisasikan, sambung Agus, seluruh pihak sedang menunggu dulu perubahan Rencana Tata Ruang Nasional (RTRN) yang akan digodok pemerintah pusat bersama-sama DPR RI mulai Maret mendatang. Sehingga ketika RTRN tersebut sudah keluar, kata Agus, secara otomatis Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Jawa Barat menyesuaikan. Termasuk RTRW Kabupaten Karawang yang baru saja diparipurnakan beberapa bulan lalu, dipastikannya, bakal direvisi ulang, terutama memasukan area peruntukan bandara dan infrastruktur pendukung lainnya.
"Ada tiga proyek besar pendukung pengembangan Karawang sebagai penyangga Jakarta. Yaitu, tol Jatiasih-Pangkalan-Cikampek, rel kereta cepat jalur Jakarta-Cikampek-Bandung dan flyover (jembatan layang) antara Ciparage-Cikampek untuk akses angkutan peti kemas dari Pelabuhan Cilamaya ke terminalnya yang direncanakan dibangun di Dawuan. Saya pribadi pastikan, Pelabuhan Cilamaya jadi. Kalaupun izin lokasi sampai saat ini belum turun, namun sudah ada rapat menuju ke sana. Tinggal sejauhmana tanggung jawab kita di daerah, mungkin sharing yang kaitan pembebasan lahannya," jelas Agus lagi.
Seperti diberitakan sebelumnya, Jepang telah menyatakan niatnya untuk meningkatkan investasi mereka di Indonesia. Hal itu terungkap dari intensifnya pertemuan antara Pemerintah Indonesia dengan sejumlah pengusaha Jepang.
Terakhir, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian menggelar pertemuan secara intern dengan Kankeiren (Kansai Economic Federation).
Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, isi pertemuan memang membicarakan rencana pengusaha Jepang yang tertarik berekspansi ke Indonesia.
"Pihak Keinkaren datang ke kami sebanyak 40 orang. Dari 40 orang itu mewakili 1.500 perusahaan yang ada. Pihak Jepang akan melakukan investasi secara besar-besaran," ujar Hidayat, Senin (11/2) lalu.
Kerjasama ini diharapkan bisa memberikan lapangan kerja yang banyak untuk Indonesia. Dan proses investasinya akan berjalan dengan baik.
Pemerintah Indonesia juga telah menyiapkan lahan seluas 3.000 hektar jika perusahaan Jepang tersebut jadi berinvestasi. "Pemerintah telah menyiapkan tanah seluas 3.000 hektar untuk kawasan industri yang telah direncanakan, jadi saya berharap tahun ini sudah tercapai. Pihak keinkaren mau relokasi investasi secara besar-besaran," kata Hidayat.
Lanjut dia, selain fokus ekspansi investasi tersebut, ada fokus tambahan yang dibicarakan dalam pertemuan tersebut yaitu masalah pembangunan infrastruktur. Hal ini mengarah ke arah program pemerintah dalam membangun Great Jakarta. "Dari kedua pemerintah yang telah membicarakan hal ini sudah menyebutkan kata setuju dalam membangun Great Jakarta atau Metropolitan Priority Area (MPA). Dan kesepakatan bersama negara Jepangan membangun pelabuhan yang ada di daerah Cilamaya," jelasnya. (vins/rk)
Berbagi Artikel :

3 komentar:

  1. kurang seberapa banyak perusahaan dikarawang,yg hanya dampak negatif buat asli pribumi, cukup yg ada saja tolak yg baru.

    BalasHapus
  2. rek kitu rek kieu oge, angger urang pribumi mah ukur keuna dampak negatifna hungkul, contoh > limbah pabrik dan pencemaran lingkungan, penyempitan lahan pertanian yg produktif, angger sangsara pribumina mah.....

    BalasHapus
  3. pribumi mah ngan saukur jadi panonton...beuki tersisih.

    BalasHapus

 
Support by : The-Kiel Admin MaNg RaKa
Copyright © 2012. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template
Best View using Mozilla Firefox version 3 or higher.