Target Dana Bagi Hasil Pajak 2013 Dibuat Asal-asalan? - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Target Dana Bagi Hasil Pajak 2013 Dibuat Asal-asalan?

Target Dana Bagi Hasil Pajak 2013 Dibuat Asal-asalan?

Written By Mang Raka on Kamis, 29 November 2012 | 14.00

KARAWANG, RAKA - Badan Anggaran DPRD menyesalkan Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Karawang mencantumkan target dana bagi hasil pajak dari Pemprov Jawa Barat untuk tahun anggaran 2013 asal-asalan. 
Pasalnya, temuan Banggar dari Dinas Pendapatan Pemprov Jabar terungkap bahwa pendapatan Pemkab Karawang di sektor bagi hasil pajak daerah tersebut sampai akhir Oktober 2012 mencapai angka Rp 130,5 miliar. Sedangkan target yang dibuat DPPKAD dalam draf RAPBD murni 2013 hanya dipatok Rp 124,8 miliar. "Sangat aneh ketika angka yang didapat tahun ini dengan target yang dibuat untuk tahun depan sangat jauh. Jadi, di mana logika berpikirnya?" ujar Ketua Banggar DPRD Karawang HM Warman, heran.
Bukan hanya itu, ia jadi curiga, jangan-jangan selama ini DPPKAD hanya membuat target bodong? Mungkin berpikir, terpenting bagaimana caranya bisa dianggap berprestasi karena mampu mencapai target, bahkan lebih. Sindir Warman, orang waras mana yang tidak tertawa lucu ketika target pendapatan jauh lebih rendah dibanding angka yang sudah diperoleh sebelum akhir tahun anggaran? Dari sinilah, Warman menyebut, Banggar meminta OPD-OPD untuk menaikan lagi target PAD hingga 20 persen. 
"Kami di Banggar tidak akan tolerir lagi soal target pendapatan yang dibuat OPD terlalu rendah. Rasional saja lah. Masalahnya, potensi pajak daerah dan retribusi di Karawang masih sangat besar. Termasuk sektor bagi hasil dari provinsi maupun pusat. Sementara pengajuan kebutuhan anggaran setiap OPD mengalami peningkatan cukup signifikan hingga pada pembahasan RAPBD terkini tetap memunculkan angka defisit Rp 367 miliar," tandas Warman.
Dipertegas oleh anggota Banggar, Ace Sopian Mustari, pihaknya tidak mau lagi dibohongi soal target pendapatan. Berdasarkan keterangan Dinas Pendapatan Jawa Barat, diperoleh Banggar DPRD Karawang yang sengaja bertandang ke Pemprov, Senin (26/11) lalu, bagi hasil yang didapat Pemkab di sini dari pajak kendaraan bermotor sampai Oktober 2012 baru Rp 26 miliar. 
Selanjutnya, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) Rp 37,2 miliar, air permukaan Rp 2,1 miliar dan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) Rp 65 miliar. Untuk PBBKB, Ace bilang, Banggar sempat mempertanyakan hitungan rasionalisasinya. Sebab antara angka yang didapat dengan potensi riil di lapangan masih jauh. Misalnya, grafik penjualan roda dua di Karawang trendnya naik tiap tahun rata-rata 17 persen.
"Sedangkan roda 4 mencapai 13 persen. Anehnya, pendapatan yang diperoleh Karawang tidak naik-naik alias statis. Belum lagi kami sempat memberikan masukan pula ke Dinas Pendapatan Jawa Barat, bahwa belanja BBM buat kebutuhan industri di Karawang transaksinya banyak di Jakarta. Dengan begitu berarti PBBKB tidak masuk Dispenda Jawa Barat yang kemudian dibagi hasil ke Karawang. Mereka kaget dan berjanji siap mengevaluasi ulang," ungkap Ace. (vins)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

Tuliskan Komentar Anda Tentang Artikel Diatas

 
Support by : The-Kiel Admin MaNg RaKa
Copyright © 2012. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template
Best View using Mozilla Firefox version 3 or higher.