Relokasi Pasar Beras Johar - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Relokasi Pasar Beras Johar

Relokasi Pasar Beras Johar

Written By Mang Raka on Senin, 05 November 2012 | 14.00

*Baru 2 Toko Beras Terdaftar di Kecamatan Karawang Timur

KARAWANG, RAKA - Pasar beras Johar yang berada di dalam Pasar Johar sudah saatnya direlokasi. Selain dikeluhkan pengunjung pasar yang tidak dapat masuk lewat Jalan Wirasaba, kondisinya juga terlalu sempit. Sementara truk-truk pengangkut beras yang jumlahnya mencapai puluhan itu, setiap pagi dipastikan akan menutup setiap jengkal badan jalan Singadireja Induk hingga menuju Jalan Wirasaba.

"Ini bener jalan menuju pasar Johar, pak? " tanya pengendara motor yang akan berbelanja ke dalam pasar, Minggu (4/11) sekitar pukul 05.00 Wib. Pengendara motor yang persis disebelah RAKA yang juga mengendarai motor itu terlihat kebingungan karena tidak melihat ruas jalan Singadireja lantaran tertutup puluhan badan truk.
Petugas keamanan berpakaian biru-biru tanpa topi yang ditanya terlihat sesaat memperhatikan pengendara motor disebelah RAKA. "Bapak mau ke pasar muter aja dari belakang. Dari sisni tidak bisa masuk," ucap petugas itu. Sementara sesaat RAKA sempat menangkap sopir angkot berwarna biru dari arah Telukjambe menuju perempatan lampu merah pasar Johar merutuk keras karena laju kendaraannya terhambat akibat kemacetan yang tercipta oleh truk dan  kendaraan colt pengangkut beras.
RAKA yang berhasil menembus hingga ke dalam pasar setelah mengikuti saran petugas keamanan di Jalan Wirasaba itu menyaksikan puluhan truk sarat karung beras parkir sepanjan lebih seratus meter ruas Jalan Singadireja hingga depan Pasar Beras hingga ruas Jalan wirasaba. Sementara halaman parkir pasar beras juga penuh sesak truk yang parkir.
Sementara, terkait belasan toko beras di Jalan Wirasaba dan Singadireja yang sebelumnya dikatakan pihak UPTD terkait belum berijin diedisi RAKA, ditanggapi hampir sama oleh pihak Kecamatan Karawang Timur, data yang ada disana baru dua toko beras diluar pasar Johar yang sudah terdaftar. “Yang kita ketahui baru ada dua toko beras yang ada ijin ke Kecamatan.Itupun ijin Situ (Surat ijin usaha)yang kalau untuk keberadaanya sebagai gudang kita belum tahu,karna ijin diKecamatan hanya sekedar ijin Situ.Nah kalau keberadaanya sekarang banyak dijadikan gudang beras bukan sekedar usaha,ijinnya bukan di kita tapi di BPMPT,” ungkap Kasi Trantib Kecamatan Karawang Timur, Dede Tasria kepada RAKA.
Dikatakan Dede, pihaknya baru menerima permintaan ijin Situ hanya ada dua toko beras,yaitu toko beras Astu dan Istana Mas.”Ya hingga saat ini hanya dua toko beras diatas yang meminta ijin kepada Kita.Untuk yang lain hingga saat ini belum ada yang mengajukan.
Tapi ijin juga untuk Situ bukan untuk gudang berasnya,kalau hal itu harus ke BPMPT yang mengeluarkan,”kata Dede.
Ditambahkan Dede,pihaknya bukan berarti belum melakukan apa- apa,namun hingga saat ini masih kesusahan menemukan pemilik langsung lahan atau yang punya toko beras.”Setiap kita datang untuk menanyakan ijin usaha,selalu yang ada hanya orang pekerjanya. Dengan jawaban,saya hanya sebagai karyawan pak,yang punya lagi tidak ada disini,”kutip Dede mencontohkan jawaban yang didapat ketika dilakukan pemeriksaan surat ijin usaha kepada toko-toko beras yang berada di Jalan Wiarasaba dan Singadireja.
Dikatakan Dede,hingga saat ini belum ada yang keberatan dengan cara mengadukan keberadaan toko- toko beras yang ada didua tempat tersebut.”Hingga saat ini memang belum ada yang secara khusus mengajukan keberatan kepada kami tentang keberadaan toko- toko beras ilegal tersebut,” akui Dede.
Ditempat yang sama,Camat Karawang Timur, Eli Laeli K mengaku hingga saat ini belum pernah mengeluarkan ijin usaha untuk ke-15 toko beras yang disinyalir tanpa ijin usaha atau bahkan ijin usaha yang sekaligus dijadikan gudang juga.”Di Kecamatan ijin yang dikelurakan hanya berupa ijin Situ dan untuk gudangnya (HO) itu ada di BPMPT yang di Kepalai Pak Okih,”terangnya sambil mempersilahkan RAKA menanyakan langsung ke BPMPT.
Sementara itu, pada edisi sebelumnya di RAKA, UPTD Pasar membenarkan sebanyak 15 kios beras di luar Pasar Johar tidak memiliki ijin. Masih dikatakan UPTD setempat, terkait demo sopir angkot beberapa waktu lalu meminta Dishubkominfo Karawang menertibkan mobil truk angkut beras yang berada dijalan Wirasaba.
”Sebenarnya keberadaan kios- kios beras yang secara langsung menimbulkan kemacetan lalu lintas dijalan Wirasaba tersebut akibat banyaknya truk- truk yang menurunkan beras setiap pagi sehingga terganggu jalan bagi kendaraan lain yang menuju lampu merah Johar ataupun sebaliknya.Hingga saat ini belum berijin keberadaan kios- kios mereka secara ijin usaha,”ungkap UPTD tersebut. Terkait ijin lebih lanjut seperti penggunaan toko beras dijadikan gudang,pihak BPMPT tidak bisa ditemui karna lagi ada diluar kota,hingga berita ini terbit belum didapat pernyataan BPMPT terkait ijin toko beras di Wiarasaba dan Singadireja. (dri)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : The-Kiel Admin MaNg RaKa
Copyright © 2012. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template
Best View using Mozilla Firefox version 3 or higher.