Terkait Pembahasan RUU ASN, PNS Resah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Terkait Pembahasan RUU ASN, PNS Resah

Terkait Pembahasan RUU ASN, PNS Resah

Written By Mang Raka on Selasa, 23 Oktober 2012 | 15.00

-Takut Tak Kebagian Pesangon

TELAGASARI, RAKA - Seiring pembahasan RUU Aparatur Sipil Negara (ASN), di lingkungan PNS mulai diperbincangkan, bahkan ada sebagian yang mulai resah. Karena, ke depan mereka tidak akan mendapatkan uang pensiun, melainkan hanya pesangon yang besarannya disesuaikan dengan golongan dan masa kerja.
Sementara yang membuat gerah para pensiunan guru, mereka khawatir tidak masuk dalam kategori ASN yang dalam rancangan aturannya ke depan akan diberikan uang pensiunan dalam jumlah besar sekaligus, seperti pesangon karyawan perusahaan, bukan setiap bulan seperti saat ini. Salah seorang pensiunan guru golongan IV B, Ayub Sukanta, kepada RAKA, Senin (22/10), mengaku dirinya baru 3 tahun pensiun dari SDN Kalibauaya 1 Telagasari.
Saat ini ia mendapatkan pensiunan sebesar Rp 3,5 juta, namun ia mendapatkan kabar akan mengalami kenaikan pada tahun mendatang. Terkait wacana pemberian uang pesangon, ia khawatir pensiunan kelahiran di bawah 1970 tak kebagian. Ia berharap jika benar adanya, pihaknya minta agar pensiunan IVB seperti dirinya juga bisa terakomodir ASN yang mendapatkan uang pesangon sekaligus dalam nominal besar. Sehingga bisa dinikmati manfaatnya. Ia berharap bisa disamaratakan dengan pensiunan yang baru jika undang-undang tersebut diberlakukan. Karena jika terus-terusan uang pensiunan diterimanya per bulan, tetap hanya bisa 'gali lobang tutup lobang'. ”Kita harapkan kesimpangsiuran ASN ini jika benar adanya maka pemerintah harus bisa mengakomodir kepentingan kami,” katanya.
Sementara Itu, Ketua PGRI Kecamatan Telagasari Sukasto mengatakan, ASN sepanjang yang ia tahu baru sebatas wacana dan belum bisa dikajinya lebih detil. Hanya saja, diakuinya memang sudah santer di kalangan PNS maupun pensiunan PNS perihal rencana pemberian pesangon satu kali tersebut. Ia menilai, secara pribadi bahwa jika benar ASN mulai diberlakukan apakah para guru atau pensiunan PNS bisa mengatur manajemen keuangan yang digunakan dari pemerintah tersebut? Pasalnya langkah pola pikir belum tentu peruntukannya untuk lahan pengembangan usaha atau bisnis. Karenanya ia khawatir menikmati pada awalnya saja, namun selanjutnya kesusahaan juga. Karenanya ia meminta agar ada formulasi perhitungan yang baik jika benar ASN ini diberlakukan dan mengakomodir pensiunan PNS yang sudah ada. ”Jika uang sebesar tersebut untuk pesangon tergelontor, maka harus bisa menjalankan manajemen yang baik,” ujarnya.
Jika menilik pada isi peraturan menteri keuangan nomor 50 tahun 2012, jelasnya, pensiun dapat dibayar sekaligus seperti pesangon untuk perbulanya besaranya Rp 1,5 juta dalam pasal 13 ayat 1 dengan nilai total maksimal Rp 500 juta (pasal 13 ayat 2). Namun justru marak beredar kabar bahwa perhitungan pensiun PNS didasarkan pada jumlah masa kerja dan besarnya gaji pokok pada pangkat terakhir.
Artinya, untuk golongan IV a dengan masa kerja 30 tahun dengan gaji pokok Rp 3.787.600 berarti besarnya pesangon 30 x 12 (bulan) x 3.787.600, maka pesangon yang didapat adalah sekitar Rp 1,3 miliar dan besaran tersebut justru melebihi PMK No 50 tahu 2012. Sementara PMK nomor 50 tahun 2012 tersebut, sambungnya, sudah disahkan pada 3 April 2012 dan mulai berlaku tanggal 3 Oktober ini sebagaimana pasal 11 ini. (rud)
Berbagi Artikel :

3 komentar:

  1. Memang selama ini 3 bulan terakhir gencar-gencarnya pemberitaan di medya electronik on line tentang wacana PESANGON tsb, sudah ratusan komentator yang menulis di internet / fb tweet dll yang isinya tidak jauh berbeda yaitu menghendaki adanya pesangon terutama para PNS TNI POLRI yang sudah pensiun, mengapa demikian karena sepertinya mereka itu ingin memperbaiki tarap hidupnya yang dirasakannya sangat mendera akibat dari penyimpanan SK Pensiun di Bank terkait demi mendapatkan kretap yang saat itu sangat dibutuhkan, baik itu untuk biaya perbaikan rumah, sekolah dan kuliah anakmya serta yang sangat terang@an adala untuk biaya mencari pekerjaan anaknya dengan harus menyediakan uang yang banyak terutama menjadi PNS. Sehingga lama kelamaan hidupnya terkungkung oleh utang yang harus dibayar secara rutine setiap bulan dengan jangka waktu 5-8 tahun dengan bunga flat.Itulah latar belakang mengapa dalam fb atau tweet dan lainnya banyak komentator yang menharapkan adanya PESANGON bagi MEREKA. Harapan kami agar pemerintah meninjau kebawah bagaimana sebenarnya kehidupan para pensiunan Abdi negara yang telah berpartisipasi menegakan NKRI selama berpuluh tahun baik itu PNS maupun TNI dan POLRI. Semoga Pemerintah mengetahui dan memakluminya

    BalasHapus
  2. Iah Memang betul mas, keinginan semua pensiunan PNS, TNI, dan POLRI juga begitu dari pada kita gali lubang tutup lubang lebih baik dikasih pensiun sekaligus jadi bisa usaha lagi tanpa mengharapkan sisa potongan gaji dari bank yang dipinjemnya.

    BalasHapus
  3. Mudah mudahan peraturan ini bisa secepatnya direalisasikan oleh pemerintah kita, karena saya sangat mengharapkan sekali peraturan ini secepatnya terrealisasi biar nanti saya pensiun bisa punya modal usaha.

    BalasHapus

 
Support by : The-Kiel Admin MaNg RaKa
Copyright © 2012. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template
Best View using Mozilla Firefox version 3 or higher.