Mantan Karyawan Minimarket Ngadu ke DPRD - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Mantan Karyawan Minimarket Ngadu ke DPRD

Mantan Karyawan Minimarket Ngadu ke DPRD

Written By Mang Raka on Kamis, 11 Oktober 2012 | 15.00

JATILUHUR, RAKA - Kesal ijazah SLTA-nya ditahan, mantan karyawan salah satu minimarket di Purwakarta, Sri Sulanteri, hari ini akan melayangkan surat pelaporan ke DPRD Purwakarta. Pasalnya, hampir empat bulan pasca dirinya keluar dari minimarket tersebut, ijazah aslinya tidak dikembalikan.

"Besok saya akan melayangkan surat pelaporan kepada Komisi IV DPRD Purwakarta, agar masalah ini tidak berlarut-larut. Kejadian ini bukan menimpa pada saya saja, tapi mantan karyawan lain juga sama, rata-rata mereka mengeluh ijazahnya sulit diambil setelah keluar kerja dari perusahaan waralaba tersebut," ungkap gadis warga Desa Bunder, Kecamatan Jatiluhur, ini kepada RAKA, Rabu (10/10) kemarin.
Sebelumnya, kata Sri, perusahaan tempat dulu dirinya berkerja ini sengaja menahan izajah para karyawannya, alasannya itu sudah merupakan bagian dari sebuah peraturan perusahaan sebagai jaminan. Hal ini dinilainya sudah keterlaluan, karena saat karyawan tersebut mengundurkan diri, maka izajah sulit diambil.  "Saya tak mengerti saat izajah saya mau diambil ada saja alasannya. Bahkan menurut mereka saya punya hutang ke perusahaan, bulak-balik dari rumah saya datang ke kantor pusat minimarket itu di Cikarang untuk ngambil izajah, hingga kini belum bisa diambil juga," katanya.
Saat ia berkerja dulu, pihak perusahaan banyak memotong gaji karyawan, dimana kalau ada barang hilang maka karyawan harus mengantinya. "Kalau ada barang hilang kenapa harus motong gaji segala. Ngerasa gak nyaman saya keluar saja," tuturnya.
Sementara itu,  Ketua DPD Lembaga Perlindungan Konsumen Swadya Masyarakat (LPKSM) Purwakarta, Dodo Zakaria, menilai, aturan perusahaan yang mengharuskan izajah asli ditahan sebagai jaminan ini adalah aturan yang tidak jelas arahnya, menyusul tidak aturan yang mengaturnya. "Saat melamar karyawan cukup memperlihatkan izajah asli saja, sedangkan fotokopinya yang diambil sebagai persyaratan bekerja," ungkapnya.
Apalagi kata dia, gaji karyawan sering dipotong dengan alasan ada barang yang hilang. "Jika memang ada barang hilag kenapa tidak lapor polisi saja, ini malah seluruh kayawan yang dipotong. Hal itu sangat tidak dibenarkan," jelasnya.
Ditemui dikantornya, Ketua DPRD Kabupaten Purwakarta, Ucok Ujang Wardi, mengatakan, pihaknya akan memanggil perusahaan yang bersangkutan untuk meluruskan masalah, itu pun kata Ucok jika ada masyarakat yang memang betul-betul merasa dirugikan. "Jika memang demikian dan betul-betul ada yang melapor pada kami, kami akan tidak lanjuti. Dengan memanggil pihak perusahaan yang bersangkutan untuk menanyakan kejelasan peraturan perusahaan yang menyandera ijazah para karyawannya ini," jelas Ucok. (din)

 
Berbagi Artikel :

0 komentar:

Tuliskan Komentar Anda Tentang Artikel Diatas

 
Support by : The-Kiel Admin MaNg RaKa
Copyright © 2012. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template
Best View using Mozilla Firefox version 3 or higher.